Waspadai Infekksi 1000X667.pxl

Waspadai Infeksi Saluran Kemih Pada Si Kecil

Senangnya melihat si Kecil yang tampak sehat dan selalu ceria. Sayangnya, gangguan kesehatan seperti infeksi saluran kemih juga dapat menyerang anak-anak, terutama yang kurang memperhatikan kebersihan organ kelaminnya. Selain, kurang nyaman karena harus bolak-balik ke kamar mandi, beberapa bahkan terpaksa merasakan nyeri yang membuatnya rewel.

Jika dibiarkan, infeksi saluran kemih dapat memicu infeksi yang lebih serius yang disebut sepsis dan berpengaruh pada kesehatan ginjal. Sebagai ibu yang pintar, cari tahu tanda awal dan penanganan yang tepat.

Siapa Saja yang Berisiko Terkena ISK?

Infeksi saluran kemih lebih umum terjadi pada anak perempuan karena uretranya yang lebih pendek dan lebih dekat dengan saluran buang air besar. Sedangkan anak laki-laki yang tidak disunat di bawah 1 tahun mempunyai risiko sedikit lebih tinggi terkena ISK. Faktor risiko lainnya adalah si kecil yang menderita gangguan pada saluran kemih, memiliki kebiasaan higienitas yang buruk dan riwayat keluarga penderita ISK.

Gejala ISK pada Si Kecil

Anak-anak yang berusia sangat muda mungkin kesulitan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Artikel pada situs kidshealth.org menjelaskan gejala-gejala ISK yang dapat timbul pada bayi adalah demam yang tidak disebabkan oleh flu, bau aneh dari urine, muntah, nafsu makan berkurang dan rewel.

Sedangkan anak yang lebih besar cenderung memiliki tanda-tanda yang umum seperti nyeri atau rasa panas saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil, mudah mengompol, perubahan fisik urine dan rasa sakit di panggul maupun sakit perut bagian bawah. Sangat penting untuk menangkap tanda-tandanya sejak dini, karena ISK yang tidak diobati dapat memicu kerusakan pada ginjal.

Mengobati ISK

Infeksi saluran kemih dapat diobati dengan pemberian antibiotik oleh dokter. Setelah beberapa hari menjalani pengobatan, akan dilakukan tes urin untuk memastikan infeksi tersebut telah hilang dan tidak menyebar. Berikan obat yang diresepkan sesuai jadwal dan catat berapa kali Si Kecil ke kamar mandi. Tanyakan tentang gejala ISK seperti anyang-anyangan atau rasa sakit sakit saat pipis. Tanda-tanda ini seharusnya membaik dalam 2-3 hari setelah diberi obat.

Dorong untuk Minum Banyak Cairan

Banyak minum air putih dapat mendorong bakteri keluar dari kandung kemih dan mengencerkan urin, sehingga mencegah bakteri penyebab ISK berkembang biak. Selain air putih, si kecil juga dapat mengonsumsi minuman lainnya kecuali yang mengandung kafein seperti soda dan teh.

Ladies juga dapat memberikan jus Cranberry yang mengandung proanthocyanidins, yang sejak dulu kala telah dipercaya untuk mencegah Infeksi Saluran Kemih dan/atau Infeksi Saluran Kemih Berulang. Tidak perlu bingung mencarinya, karena kini ada Privé Uri-cran yang terbuat dari ekstrak Cranberry yang dapat membantu memelihara kesehatan saluran kemih. Penggunaan pada anak, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Cegah ISK Sebelum Terlambat

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Untuk si kecil, ganti popok secara rutin untuk membantu mencegah penyebaran bakteri penyebab ISK. Saat melatih anak-anak menggunakan toilet, ajarkan juga cara untuk membersihkan organ kelamin, yaitu membasuhnya dengan air dari depan ke belakang. Selain itu, pilih pakaian dalam katun dan ganti secara rutin untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Jangan biarkan Infeksi Saluran Kemih merenggut keceriaan Si Kecil. Yuk Ladies, jaga kesehatan si kecil sejak dini ya!

http://www.webmd.com/children/tc/urinary-tract-infections-in-children-topic-overview#2

http://kidshealth.org/en/parents/urinary.html#

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *