Young Woman With Stomach Ache Lying On Bed

Awas E. coli Si Penebar Maut

Sekitar pertengahan tahun 2011, Jerman dihebohkan oleh penyakit yang menelan 18 korban dan ribuan warga Eropa jatuh sakit. Usut punya usut ternyata bakteri Escherichia coli lah biang keladinya. Penyakit apa saja yang disebabkan oleh bakteri E. coli?

Berkaitan dengan wabah di Jerman enam tahun lalu, para peneliti kemudian menemukan bahwa penyebabnya adalah varian baru bakteri E. coli yang mengandung rangkaian gen yang kebal terhadap antibiotik sehingga mempersulit perawatan menggunakan antibiotik. Bakteri E. coli tersebut adalah strain  enterohaemorrhagic E. coli (EHEC) yang bisa menimbulkan penyakit berbahaya dan mematikan.

Buntut dari wabah yang terjadi di Eropa tersebut menyebabkan dilarangnya impor sayur dari negara lain. Karena diduga tersebarnya bakteri tersebut dapat bersumber dari sayur.

Escherichia coli (E. coli) pertama ditemukan oleh Theodor Escherich di dalam usus manusia. Sebagian besar bakteri ini tidak berbahaya, namun beberapa jenis dapat menyebabkan keracunan makanan serius, yaitu diare.

Penyakit apa saja yang disebabkan bakteri E. coli?

  • Diare

Merupakan penyakit yang paling sering disebabkan oleh E. coli. Penderita biasanya buang air besar encer dengan frekuensi 4 kali sehari atau bahkan lebih atau berdarah, kadang disertai muntah, badan lesu atau lemah, panas, tidak nafsu makan. Jangan sepelekan diare karena menyebabkan tubuh dehidrasi dan kehilangan elektrolit.

  • Infeksi saluran kemih

Sembilan puluh persen perempuan mengalami infeksi saluran kemih (ISK) yang disebabkan oleh E. coli, dengan gejala sering kencing namun tidak tuntas, pada tahap lanjut kencing dapat disertai darah.

  • Sepsis

Suatu komplikasi medis serius yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dengan ditandai adanya infeksi bakteri dalam darah, salah satu bakteri penyebab adalah E. coli. Faktor risiko lebih tinggi pada pada bayi yang baru lahir, balita, atau mereka yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah.

Infeksi E. coli dapat terjadi karena bakteri E. coli yang masuk dalam tubuh. Bakteri E. coli masuk ke dalam tubuh melalui beberapa cara, yaitu: melalui makanan yang terkontaminasi, air yang terkontaminasi, kontak langsung dengan orang yang tidak menjaga kebersihannya, misalnya tidak mencuci bersih tangannya sesudah buang air besar; dan kontak dengan binatang, misalnya mereka yang mempunyai hewan peliharaan.

Tips: Ekstrak Cranberry Salah Satu Solusi Mencegah ISK dan/atau ISK Berulang

Ekstrak cranberry berdasarkan penelitian dapat mencegah infeksi saluran kemih (ISK) berulang. Berikan Prive Uri-cran, yang mengandung ekstrak cranberry. Prive Uri-cran dapat dikonsumsi oleh anak di atas usia 3 tahun dengan dosis sesuai petunjuk dokter. Bahan aktifnya, Proanthocyanidin (PAC) mampu menghambat perlekatan bakteri E. coli penyebab ISK pada epitel saluran kemih. Badan Otoritas Keamanan Makanan Perancis (AFFSA) memberikan persetujuan mengenai klaim kesehatan untuk cranberry, yaitu: membantu mengurangi perlekatan (adhesi) bakteri E. coli pada dinding saluran kemih.

Tips: 5 Langkah Cegah Infeksi E. coli

World Health Organization (WHO) menganjurkan lima kunci keamanan pangan sebagai langkah mencegah kontaminasi dan perkembangbiakan mikroba dalam pangan salah satunya infeksi E. coli:

  1. Jagalah kebersihan dengan selalu mencuci tangan sebelum dan saat menangani makanan, sehabis buang air besar/kecil, menjaga kebersihan dapur.
  2. Pisahkan pangan mentah dari pangan matang saat menyimpan di lemari es.
  3. Masaklah dengan benar hingga matang sempurna, lakukan pemanasan makanan dengan benar.
  4. Jaga makanan pada suhu aman.
  5. Gunakan air dan bahan pangan yang aman, bersih, dan perhatikan waktu kadaluarsa.

Referensi:

  1. Sopandi, T & Wardah: Mikrobiologi Pangan, Teori dan Praktek. Andi Publisher, 2014.
  2. http://doktersehat.com/e-coli-enterohemoragik-bakteri-penyebab-diare-mematikan/
  3. ://www.trussty.com/2013/02/penemu-bakteri-escherichia-coli.html#axzz4r8M4NT00
  4. http://www.alodokter.com/e-coli
  5. PACRAN®: Clinically Supported PAC Standardized Whole Cranberry Powder.
  6. WHO (2006): Five Keys to Safer Food Manual. http://www.who.int/foodsafety/publications/consumer/manual_keys.pdf
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *