Pregnant woman pouring milk into her bowl with fruit fresh

Diet untuk Ibu Hamil

Ibu hamil perlu menjaga asupan makanan selama hamil. Selain untuk menjaga kesehatan dirinya, ia juga harus melindungi dan menjaga tumbuh kembang si kecil dalam kandungannya.

Kadang orang salah mengartikan kata ‘diet’ dan hanya mengasosiasikannya dengan program pelangsingan tubuh. Padahal, diet berarti menjaga pola makan dalam kondisi tertentu, misalnya saat sakit, ingin menaikkan atau menurunkan berat badan, atau sedang dalam masa kehamilan.

Ibu hamil dianjurkan untuk selalu memperhatikan makanan yang disarankan dan tidak disarankan untuk dikonsumsi. Hal ini untuk menjaga keseimbangan nutrisi, juga melindungi tubuh dari bahaya infeksi yang dapat membahayakan tumbuh kembang janin yang dikandungnya.

Makan untuk berdua

Jika banyak orang mengatakan bahwa ibu hamil ‘makan untuk berdua’, bukan berarti ia harus makan dua kali lipat lebih banyak dari sebelum kehamilan. Secara ilmiah, perempuan tidak memerlukan banyak tambahan kalori ketika hamil, terutama memasuki trimester ketiga. Pada saat hamil, wanita dengan berat badan normal hanya membutuhkan tambahan 300 kalori perhari untuk menunjang pertumbuhan janin.

Hal ini penting mengingat ibu maupun janin dengan berat badan berlebih, dapat menyebabkan komplikasi atau kesulitan di saat melahirkan. Berikut adalah panduan kenaikan berat badan normal bagi ibu hamil berdasarkan BMI atau body mass index:

  • BMI Ibu di bawah 18,5 (kurus) perlu menaikkan berat badan hingga 12,7 kg hingga 18 kg.
  • BMI Ibu 18,5 – 24,9 (normal) perlu menaikkan berat badan 11,3 kg hingga 15,8 kg.
  • BMI Ibu 25 – 29,9 (gemuk) berat badan hanya boleh naik 6,8 kg hingga 11,3 kg.
  • BMI Ibu 30 ke atas (obes) berat badan hanya boleh naik 5 kg hingga 9 kg saja.

Note: BMI = BB (kg) / TB(m)2

Makanan dan minuman yang perlu dihindari

Ada beberapa jenis makanan yang perlu dihindari selama kehamilan karena dapat membahayakan tumbuh kembang janin. Beberapa makanan tersebut adalah:

  • Daging mentah atau setengah matang. Di dalam daging yang tidak dimasak hingga matang, terdapat bakteri coliform, toxoplasma dan salmonella yang dapat menimbulkan kecacatan pada janin.
  • Daging hasil proses seperti sosis, salami atau burger. Daging jenis ini juga mengandung listeria yang dapat menyebabkan keguguran pada ibu hamil.
  • Ikan dengan kandungan merkuri. Merkuri dapat menyebabkan keterlambatan proses perkembangan janin dan menyebabkan kerusakan otak (brain defect). Ikan seperti tuna dan salmon yang matang masih aman dikonsumsi ibu hamil.
  • Makanan laut (udang, kerang, cumi-cumi, dan lainnya). Kecuali sudah dimasak di atas 63 derajat Celcius dan dimakan segera. Kerang-kerangan selain mengandung bakteri dan kuman, juga tempat menempelnya algae yang dapat mengganggu tumbuh kembang janin jika masuk ke dalam tubuh ibu hamil.
  • Telur mentah atau makanan yang menggunakan telur mentah. Telur mentah mengandung salmonella yang berbahaya. Konsumsilah telur yang sudah dimasak di atas suhu 71 derajat Celcius agar bersih dari salmonella.
  • Susu yang tidak melalui proses pasteurisasi. Susu segar yang baru diperah mengandung bakteri listeria yang akan mati saat melalui proses pasteurisasi. Itu sebabnya mengapa ibu hamil dianjurkan untuk tidak meminum susu segar maupun makanan lainnya yang menggunakan susu segar.
  • Kopi atau minuman/makanan lain yang mengandung kafein disinyalir bersifat diuretik yang dapat mengurangi kadar air dan kalsium dalam tubuh. Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi kafein tidak lebih dari 200 mg per hari karena jika lebih dari itu, dapat meningkatkan risiko keguguran di trimester awal kehamilan, kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah (BBLR).
  • Ibu hamil seharusnya menghindari semua jenis minuman atau makanan beralkohol karena dapat menyebabkan Fetal Alcohol Syndrome atau gangguan perkembangan lainnya pada janin.

Makanan dan minuman yang disarankan

Selain makanan dan minuman yang tidak disarankan, sebagian besar makanan cukup aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Namun ada beberapa mineral atau senyawa dalam makanan serta minuman yang disarankan untuk dikonsumsi lebih sering selama masa kehamilan, karena baik bagi ibu dan janin, yaitu:

  • Asam folat. Asam folat penting untuk mencegah kelainan perkembangan pada otak dan susunan saraf tulang belakang atau neural tube defect. Senyawa ini bisa ditemukan dalam sayuran hijau, sereal yang sudah diperkaya dengan asam folat, kacang-kacangan, pasta, roti, dan jeruk. Untuk memenuhi kebutuhan asam folat sebesar 600 mcg per hari untuk ibu hamil, dokter biasanya akan memberikan resep multivitamin khusus kehamilan.
  • Kalsium. Agar janin tidak mengambil cadangan kalsium ibu, maka ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan berkalsium untuk memenuhi kebutuhan sebesar 1000 hingga 1300 mg kalsium setiap harinya. Kalsium banyak ditemukan di dalam susu dan turunannya, sayuran hijau, ikan sardin dan salmon dengan tulang, serta makanan lain yang sudah diperkaya dengan kalsium.
  • Zat besi. Zat besi dibutuhkan untuk membantu transportasi oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan ibu mengalami anemia yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan komplikasi saat melahirkan. Daging-dagingan kaya akan zat besi, agar zat besi mudah diserap tubuh, ibu hamil juga butuh asupan vitamin C.
  • Protein. Biasanya ibu tak akan kesulitan untuk memakan makanan berprotein tinggi karena mudah didapat, misalnya daging-dagingan, kacang-kacangan, tahu, tempe dan telur. Protein merupakan bahan utama yang membantu membangun organ-organ penting dalam tubuh seperti otak dan jantung.
  • Susu dan jus buah. Susu mengandung kalsium yang cukup tinggi, juga dapat merehidrasi tubuh. Jus buah umumnya mengandung vitamin yang dapat membantu penyerapan beberapa mineral dan senyawa penting dalam darah. Buah cranberry dapat membantu ibu mendapatkan asupan vitamin C maupun mencegah infeksi saluran kemih berulang karena mengandung proanthocyanidins, bahan aktif yang menyebabkan bakteri sulit menempel pada saluran kemih. Saat ini, buah cranberry pun sudah ada ekstraknya, Uri-cran mengandung ekstrak cranberry dapat dibeli di apotek terdekat.

Jaga selalu kesehatan ibu selama masa kehamilan dengan mengonsumsi makanan yang dianjurkan dan menghindari makanan yang dapat membahayakan perkembangan janin.

Referensi:

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *