img-article-9perubahan

9 Perubahan Saat Hamil

Begitu dinyatakan positif hamil, Anda akan mendapati beberapa perubahan pada tubuh. Tentu saja ini wajar, bayangkan ada kehidupan baru di rahim Anda, si kecil yang kian hari kian bertumbuh.

Ketika hasil tes kehamilan positif, saat itu pula terjadi perubahan hormon, yang menyebabkan serangkaian perubahan pada tubuh Anda. Berikut 9 perubahan yang mungkin Anda alami:

  1. Ukuran perut yang membesar

Perut ibu hamil akan membesar seiring dengan membesarnya rahim (uterus) secara bertahap karena perkembangan janin dan bertambahnya usia kehamilan. Rasa nyeri pada perut dan kram merupakan keluhan yang paling sering dialami ibu hamil karena ligamen penahan rahim semakin rawan dengan tegangan akibat pembesaran rahim.

  1. Perubahan pada payudara

Perubahan payudara dipengaruhi adanya perubahan hormonal yang berperan mempersiapkan kelenjar susu agar menghasilkan ASI untuk proses menyusui. Pada awal usia kehamilan, Anda akan merasa payudara kesemutan, nyeri, atau lebih sensitif, terutama di area puting. Perubahan warna putting susu dan area sekitar puting (areola) menjadi lebih gelap.

  1. Denyut jantung dan volume darah

Selama trimester kedua kehamilan, jantung ibu saat istirahat bekerja 30-50% lebih keras. Denyut jantung bisa meningkat hingga 15-20% selama kehamilan. Tidak jarang denyut jantung ibu mendekati 90 -100 detak per menit pada trimester ketiga. Volume darah meningkat secara progresif selama kehamilan sampai bulan terakhir. Volume plasma meningkat 40-50% dan massa sel darah merah meningkat 20-30% sehingga tubuh membutuhkan peningkatan asupan zat besi dan asam folat.

  1. Sembelit

Peningkatan hormon progesteron selama kehamilan menyebabkan kontraksi otot saluran pencernaan melambat sehingga makanan yang masuk ke usus akan dicerna lebih lama. Selain itu, penambahan zat besi pada suplemen kehamilan juga dapat menyebabkan sembelit.

  1. Perubahan pada kulit

Perubahan warna kulit saat kehamilan dipengaruhi oleh perubahan hormon, biasanya perubahan warna akan terlihat di leher, wajah, atau bagian lainnya, berupa pigmentasi berwarna coklat atau lebih gelap. Beberapa ibu hamil merasa kulit lebih cerah saat hamil, sebagian lagi mungkin akan merasa kulitnya lebih kusam dan gelap saat hamil. Peningkatan pigmen melanin dapat memicu terjadinya perubahan warna pada wajah dan timbulnya garis lurus pada perut. Selain itu, masalah kulit yang lain selama kehamilan adalah munculnya stretchmarks.

  1. Sesak napas

Bertambah besarnya rahim karena perkembangan janin dan perubahan hormon menyebabkan gerak diafragma menjadi terbatas. Pada trimester ketiga, tubuh membutuhkan adaptasi ekstra akibat janin yang terus berkembang yang menekan diafragma, dan kapasitas paru-paru berkurang akibat tekanan rahim yang kian membesar.

  1. Gigi rapuh dan gusi berdarah

Saat hamil, cadangan kalsium ibu dalam tulang dan gigi diserap oleh janin, jika ibu tak mendapat asupan kalsium yang memadai, maka gigi dan tulang ibu hamil kemungkinan mudah rapuh. Selain itu, perubahan hormon pada ibu hamil meningkatkan peredaran darah ke gusi sehingga gusi menjadi lebih sensitif dan mudah berdarah. Ini terjadi terutama saat ibu hamil menyikat gigi, sehingga disarankan untuk menggunakan sikat gigi yang lembut dan tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kondisi gusi mudah berdarah sering terjadi di trimester kedua dan akan kembali normal setelah melahirkan.

  1. Gangguan berkemih

Rahim yang membesar memberikan tekanan pada saluran kemih terutama kandung kemih sehingga menyebabkan rasa ingin buang air kecil terus menerus. Pertumbuhan rahim   menghalangi drainase urin dari kandung kemih yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK). Kehamilan juga menyebabkan volume kandung kemih meningkat, semakin banyak urin yang tertahan dapat memudahkan bakteri berkembang dan memicu terjadinya ISK. Gejala ISK yang khas adalah ibu mengalami anyang-anyangan yaitu sering berkemih namun terasa tidak tuntas.

  1. Rambut dan kuku

Banyak wanita mengalami perubahan pertumbuhan rambut dan kuku selama kehamilan. Perubahan hormon terkadang menyebabkan rambut rontok. Tetapi banyak wanita juga mengalami pertumbuhan rambut sehingga menjadi lebih tebal selama kehamilan. Bahkan pertumbuhan rambut dapat terjadi di tempat yang tidak umum, seperti di wajah, lengan, kaki, atau punggung. Umumnya kondisi ini akan kembali normal setelah bayi lahir dan biasanya berlangsung sampai setahun pasca persalinan

Selain rambut, banyak wanita mengalami pertumbuhan kuku lebih cepat selama kehamilan. Sebagian lagi mengalami kuku yang menjadi rapuh, mudah patah, bergelombang atau keratosis (pertumbuhan keratin).

 

Tip menjaga kehamilan tetap sehat

  • Penuhi nutrisi sehat yang dibutuhkan selama kehamilan: protein, kalori, air, serat, vitamin, asam folat, mineral (zat besi, zinc, kalsium)
  • Lakukan aktivitas/olahraga, karena olahraga dapat mengurangi keluhan seperti nyeri, sembelit, dan memudahkan proses persalinan.
  • Cukup istirahat
  • Jauhi rokok dan polusi
  • Rutin kontrol ke dokter.
  • Konsumsi suplemen kesehatan Prive Uri-cran yang mengandungekstrak cranberry untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih.

Referensi:

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *