img-article-6kesalahan

6 Kesalahpahaman Seputar ISK

Infeksi saluran kemih atau ISK adalah infeksi yang terjadi pada saluran kemih yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Sebagian besar infeksi melibatkan saluran kemih bawah yaitu kandung kemih dan uretra. ISK sering dialami perempuan akibat banyak faktor, salah satunya adalah masuknya bakteri dari anus ke saluran kemih yang disebabkan karena salah pembasuhan pada area genitalia setelah buang air besar. Namun, banyak juga kesalahpahaman yang muncul di masyarakat mengenai ISK, apa sajakah itu?

ISK sangat menyiksa penderitanya karena mereka akan mengalami kesulitan berkemih. Belum lagi gejala anyang-anyangan yang dirasakan, sangat mengganggu aktivitas sehari-hari yang dijalankan.

Ada beberapa kesalahpahaman mengenai ISK, berikut 6 diantaranya:

  1. Penderita ISK itu jorok

Mungkin ada benarnya jika penderita tidak mengganti celana dalamnya secara teratur. Namun dalam hal ini, perlakuan ‘jorok’ yang dapat menimbulkan ISK adalah jika membersihkan area genital dari arah belakang ke depan, karena dapat memindahkan bakteri dari anus ke saluran kemih (uretra) yang letaknya berdekatan dengan area genital terutama pada perempuan.

Dalam menggunakan toilet umum, sebaiknya tidak menggunakan air yang sudah ditampung di ember, tapi usahakan untuk mengambilnya dari keran. Jika pilihan tersebut tidak ada, cukup gunakan tisu untuk membersihkan area genital dengan arah dari depan ke belakang. Setelah menggunakan toilet, cucilah tangan dengan bersih.

  1. ISK hanya terjadi saat hubungan intim

Berhubungan intim dapat memicu terjadinya ISK dimana bakteri mudah terdorong masuk hingga ke uretra (saluran kemih). Faktor penyebab lain yang dapat mengakibatkan ISK adalah penggunaan beberapa alat kontraspesi seperti spermisida dan diafragma, atau adanya gangguan imun dan abnormalitas dari saluran kemih.

Untuk menghindari terjadinya ISK, sesaat setelah berhubungan intim sebaiknya Anda berkemih untuk mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk dan menempel di saluran kemih.

  1. Hanya perempuan yang dapat terkena ISK

Laki-laki juga dapat mengalami ISK, namun dengan perbandingan yang lebih kecil karena uretra laki-laki lebih panjang dibandingkan perempuan. Perempuan setidaknya pernah merasakan terkena ISK sepanjang hidupnya sebanyak 1 kali, tidak demikian dengan para lelaki. Namun demikian, ISK biasanya menjadi hal yang sering dikeluhkan oleh laki-laki di atas usia 50 tahun, turunnya imunitas tubuh atau adanya komplikasi kesehatan merupakan beberapa penyebabnya.

  1. ISK adalah salah satu penyakit menular seksual

Infeksi saluran kemih bukanlah penyakit menular seksual. Namun melakukan hubungan intim dapat menjadi salah satu faktor terjadinya ISK, walaupun bukan satu-satunya. Anda tak perlu merasa takut tertular ISK dari pasangan.

  1. Perih pada saat berkemih sudah pasti tanda ISK

Rasa perih, rasa panas terbakar ketika berkemih dapat menjadi salah satu gejala ISK, namun masih ada penyakit lain dengan gejala yang sama. Contohnya saat penderita mengalami infeksi vagina atau iritasi karena penyebab lain seperti jamur atau vaginitis.

  1. ISK akan sembuh dengan sendirinya

ISK disebabkan oleh bakteri, oleh karena itu, untuk menyembuhkannya dibutuhkan pemberian antibiotik. Dalam pengobatannya diperlukan pemeriksaan dokter untuk menentukan jenis maupun dosis antiobiotik yang diperlukan. Tentu saja tidak ada yang meninggal dunia jika tidak mengobati ISK-nya segera, namun hal ini dapat menyebabkan timbulnya komplikasi lain karena bakteri dapat menyebar ke ginjal dan ureter.

Pastikan dahulu kebenaran berita yang Anda terima karena dikhawatirkan malah dapat memunculkan pemahaman yang salah terhadap sesuatu, apalagi jika berhubungan dengan masalah kesehatan. Carilah sumber-sumber informasi yang dapat dipercaya.

Minum jus cranberry juga dapat membantu mencegah penempelan bakteri pada dinding saluran kemih, ini dikarenakan cranberry mengandung bahan aktif Proanthocyanidin. Prive-Uricran, ekstrak cranberry berbentuk kapsul untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih. Kini Uricran dapat ditemukan di apotek-apotek terdekat di sekitar Anda.

Referensi:

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *