rsz_istock-518535220

Dampak Buruk Jika Ibu Hamil Mengalami ISK

Infeksi saluran kemih atau ISK adalah kondisi di mana bakteri masuk dan kemudian menempel pada saluran kemih hingga menyebabkan infeksi. ISK pada ibu hamil ternyata dapat membahayakan janin.

Ibu hamil rentan mengalami ISK, terutama saat kehamilan memasuki minggu ke-6 hingga ke-24. Pada saat itu, rahim yang terletak tepat di atas kandung kemih mulai membesar seiring dengan perkembangan janin dan menekan kandung kemih. Kondisi ini membuat proses pengosongan kandung kemih melalui pengeluaran urine menjadi lebih sulit, urine yang terkumpul di kandung kemih dapat menyebabkan bakteri di dalam kandung kemih berkembang biak.

Kondisi yang meningkatkan risiko ISK pada ibu hamil

Selain tekanan rahim pada kandung kemih, ada beberapa kondisi lainnya yang dapat meningkatkan risiko ibu hamil lebih mudah terkena ISK.

  1. Ibu hamil mengalami peningkatan hormon progesteron selama kehamilan sehingga menambah besar dan berat rahim. Akibatnya, terjadi pengenduran pada otot polos saluran kencing. Hal ini juga mengakibatkan ibu kesulitan berkemih.
  2. Saluran kencing yang pendek pada perempuan, serta sulitnya memantau kebersihan daerah sekitar kelamin juga mempermudah ibu hamil terkena ISK.
  3. Urine pada ibu hamil menjadi lebih pekat dan mengandung hormon dan gula tertentu yang dapat meningkatkan perkembangan bakteri di dalam kandung kemih dan menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan bakteri buruk yang berusaha masuk ke dalam tubuh ibu hamil.

Efek buruk ISK pada ibu hamil dan bayinya

Infeksi apapun yang terjadi saat kehamilan tentu saja berbahaya, baik bagi ibu hamil maupun janin yang dikandung. Proses inflamasi atau peradangan menyebabkan tubuh memproduksi zat-zat yang dapat mempengaruhi kehamilan. Salah satunya adalah senyawa yang disebut prostaglandin. Prostaglandin adalah suatu hormon yang dapat menyebabkan otot rahim berkontraksi dan menyebabkan persalinan prematur (belum waktunya).

ISK yang tidak terdiagnosa atau tidak diobati secara tuntas dapat menyebabkan infeksi pada ginjal (pyelonephritis). Kondisi ini, tak hanya mendorong kemungkinan terjadinya persalinan prematur, juga menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi. Itu sebabnya ISK pada ibu hamil perlu diatasi hingga benar-benar tuntas.

Dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik yang aman bagi ibu hamil dan bayi selama 3-7 hari. Jika infeksi sudah menyebar hingga ke ginjal, antibiotik biasanya diberikan dalam bentuk intravenuous (IV/infus).

Mewaspadai ISK pada ibu hamil

Mengingat tingginya risiko yang dapat dialami oleh ibu hamil dan bayinya akibat ISK, sebaiknya kita mewaspadai gejala-gejala ISK tersebut, diantaranya:

  1. Rasa nyeri ketika sedang berkemih
  2. Urine berwarna keruh atau berdarah
  3. Rasa nyeri yang dirasakan di pinggang
  4. Sering berkemih (merasa ingin berkemih), sedangkan urine yang keluar hanya sedikit. Gejala ini disebut juga dengan anyang-anyangan
  5. Demam yang menandakan adanya infeksi dalam tubuh
  6. Muntah dan mual

Jika gejala ini muncul, segeralah datang ke dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan memastikan diagnosa ISK setelah diadakan tes urin.

Cara untuk mengurangi risiko ISK saat hamil

Walaupun ibu hamil sudah berusaha untuk menjaga kesehatannya sebaik mungkin, risiko terkena ISK akan tetap ada. Oleh kerena itu, tetap lakukan pencegahan ISK sebaik-baiknya dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Minum air putih 6-8 gelas setiap hari dan minum jus buah Prive Uricran dengan kandungan ekstrak cranberry membantu memelihara kesehatan saluran kemih, dan mudah didapat di apotek-apotek terdekat.
  • Menghindari makanan olahan (refined foods), jus buah, kafein, alkohol, dan gula.
  • Konsumsi vitamin C (250-500 mg/hari), Beta-karoten (25.000 – 50.000 IU/hari), dan Zinc atau Seng (30-50 mg/hari) untuk melawan infeksi.
  • Biasakan untuk berkemih begitu ada rasa ingin berkemih dan kosongkan kandung kemih hingga tuntas setiap Anda berkemih.
  • Berkemih sebelum dan setelah melakukan hubungan intim.
  • Hindari melakukan hubungan intim dengan suami jika sedang dalam pengobatan ISK.
  • Setiap usai berkemih, tepuk-tepuk hingga kering (jangan menggosok) vagina Anda. Pastikan untuk membersihkan area kewanitaan ini dari arah depan ke belakang.
  • Hindari penggunaan sabun yang terlalu kuat, pembersih kewanitaan (douches, spray), krim antiseptik, juga bedak.
  • Gunakan pakaian dalam maupun stocking dari bahan katun dan gantilah dengan yang bersih setiap hari.
  • Hindari mengenakan celana yang terlalu ketat.
  • Hindari berendam di bak mandi lebih dari 30 menit atau lebih dari dua kali sehari.

Semoga kehamilan Anda tetap sehat hingga saatnya melahirkan nanti.

Referensi:

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *