img-article-waspadai

Waspadai Gejala ISK Berulang!

Infeksi saluran kemih (ISK) memang mengganggu aktivitas, rasa sering ingin berkemih namun terasa tidak tuntas disertai nyeri di bagian bawah perut. Hati-hati, ISK berulang. Ketahui pencegahannya.

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi karena adanya bakteri pada saluran kemih. Keberadaan bakteri dapat dipastikan melalui tes urine yang kemudian dikultur. Pasien yang terdiagnosa ISK, jumlah bakteri pada hasil kultur urinenya adalah 105 cfu/ml.

ISK adalah infeksi bakteri yang paling sering terjadi pada wanita, dan 50-60 persen wanita mengalami ISK di sepanjang usianya. Banyak juga yang mengalami infeksi berulang. Artinya, dua kali atau lebih mengalami infeksi dalam enam bulan, atau tiga kali atau lebih dalam satu tahun.

Gejala ISK menimbulkan rasa tidak nyaman yang dapat mengganggu aktivitas, antara lain;

  • Sering buang air kecil atau mempunyai rasa ingin selalu buang air kecil
  • Berkemih namun tidak tuntas
  • Rasa nyeri pada daerah kemaluan saat berkemih
  • Nyeri saat buang air kecil (disuria)
  • Urine berwarna keruh atau bahkan ada darah dalam urine (hematuria)
  • Air seni berbau tak sedap
  • Secara umum badan terasa tidak sehat
  • Demam (suhu > 38ºC), kadang disertai menggigil
  • Rasa mual, terasa ingin muntah

ISK yang tidak tertangani dengan baik, dapat menyebabkan ISK berulang, atau infeksi dapat mengarah ke gangguan penyakit yang lebih serius pada ginjal. Selain itu pada wanita, beberapa kondisi juga menyebabkan ISK rentan terulang kembali.

Mengapa wanita rentan mengalami ISK berulang?

  • Secara anatomis, saluran kemih (uretra) pada wanita lebih pendek serta dekat dengan anus, sehingga bakteri lebih mudah berekspansi ke saluran kemih hingga ginjal.
  • Perubahan hormon pada wanita menopause meningkatkan risiko ISK.
  • Aktif secara seksual meningkatkan risiko ISK. Ini melibatkan aktivitas seksual yang terjadi, misalnya dengan masuknya jari tangan atau alat yang dapat menjadi media penyebaran bakteri ke dalam organ intim. Ini menjawab pertanyaan mengapa disarankan buang air kecil sesudah berhubungan intim.
  • Kurang minum dapat meningkatkan risiko ISK. Kecukupan air minum, memperlancar buang air kecil dan membantu mengeluarkan bakteri dari kandung kemih.
  • Buang air besar juga dapat menyebabkan ISK berulang, apa lagi jika seseorang dalam kondisi diare, karena kotoran lebih memungkinkan untuk masuk ke uretra.

Selain faktor di atas, kebiasaan sehari-hari tanpa disadari juga menyebabkan ISK berulang, sebut saja kebiasaan menahan buang air kecil, membasuh dengan cara keliru usai buang air besar (dari belakang ke arah depan), berendam air hangat di bath tub, dan menggunakan pakaian dalam ketat.

Mengingat demikian banyak faktor penyebab ISK berulang, sebaiknya hindari faktor-faktor tersebut. Konsultasikan dengan dokter Anda, bila dalam setahun Anda mengalami ISK berulang kali. Jika mengalami dua kali atau lebih infeksi dalam enam bulan, atau tiga kali atau lebih dalam setahun Anda bisa dikategorikan sebagai penderita ISK berulang atau ISK kronis.

Tips mencegah ISK berulang:

  • Setelah buang air besar atau kecil, bersihkan organ intim dari arah depan (lubang kemih) ke arah belakang (lubang anus)
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang organ intim
  • Jangan menunda keinginan berkemih
  • Konsumsi air putih minimal 2 liter perhari
  • Disarankan untuk berkemih setiap kali berhubungan intim, dan bersihkan organ intim usai melakukan hubungan seksual. Jangan berganti-ganti pasangan.
  • Minum ekstrak buah cranberry, kandungan Proanthocyanidin (PAC) dalam cranberry mampu menghambat perlekatan bakteri E. coli pada dinding epitel saluran kemih. Itu sebabnya, sejak Desember 2004 badan otoritas keamanan makanan Perancis (AFSSA) memberikan persetujuan klaim kesehatan cranberry untuk membantu mengurangi perlekatan (adhesi) bakteri E. coli pada dinding saluran kemih. Dapatkan manfaat tersebut dalam Prive Uricran, ekstrak cranberry yang kini telah tersedia di apotek-apotek terdekat.

Referensi:

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *