Pregnant woman touching her big belly and walking in the park

Menghadapi Sering Buang Air Kecil pada Ibu Hamil

Dua sampai 10 persen ibu hamil mengalami infeksi saluran kencing (ISK), dan cenderung terulang kembali selama kehamilan. Bagaimana mengatasi  sering buang air kecil saat hamil agar tidak terjadi ISK?

Kehamilan memang mendatangkan kebahagiaan namun juga sejumlah isu tersendiri bagi ibu hamil (bumil), salah satunya frekuensi buang air kecil. Awalnya mungkin tak terlampau mengganggu, namun ketika kehamilan memasuki trimester tiga mungkin bumil mulai terganggu dengan seringnya frekuensi berkemih.

Mari kita lihat apa yang terjadi, bagaimana cara mengatasinya, dan bila mana menjadi pertanda masalah.

Perubahan hormonal saat kehamilan membuat aliran darah ke ginjal lebih cepat dan volume darah meningkat sekitar 50 persen dari kondisi sebelum hamil. Ditambah lagi dengan perkembangan janin di dalam rahim yang menekan kandung kemih. Akibatnya, kecepatan pengisian kandung kemih dan volume urine meningkat, membuat bumil lebih sering buang air kecil.

Dengan demikian, sering buang air kecil selama kehamilan adalah sesuatu yang biasa dan normal. Namun, perlu dicermati karena sering buang air kecil bisa menjadi pertanda adanya infeksi saluran kemih (ISK). Faktanya, 2 -10 persen wanita hamil rentan mengalami infeksi saluran kemih. ISK cenderung sering terulang kembali selama kehamilan. Wanita yang pernah memiliki ISK sebelumnya lebih rentan untuk mendapatkannya lagi selama kehamilan. Hal yang sama berlaku untuk wanita yang sudah pernah melahirkan sebelumnya.

Bagaimana gejala ISK?

Ibu hamil perlu mengenal gejala ISK dengan baik; jika saat berkemih disertai dengan rasa sakit seperti terbakar dan berkemih terasa tidak tuntas (sering disebut dengan anyang-anyangan). Bila berlanjut, dapat disertai demam, mual dan muntah, serta rasa nyeri pada perut bagian bawah dan panggul.

Agar tidak terkena ISK, jangan biasakan menahan buang air kecil. Terkadang bumil memilih untuk menahan buang air kecil dengan alasan repot, toilet tidak tersedia atau jauh, berada dalam perjalanan, atau karena malas ke kamar mandi di malam hari. Semakin ditahan, bakteri akan tinggal lebih lama pada area kandung kemih dan saluran kemih ibu hamil. Ini yang bisa memicu berkembang biaknya bakteri.

Tip sehat bagi bumil

Kehamilan dan keinginan untuk buang air kecil secara terus menerus tidak dapat dihindarkan, karena ini mekanisme alami. Meski tidak dapat dihindari, ada baiknya mengikuti tip berikut untuk mengatasi sering buang air kecil selama kehamilan.

  • Minum air yang cukup, setidaknya 2 liter dalam sehari.
  • Menghindari minum kopi, teh serta minuman lain yang mengandung kafein. Minuman ini akan membuat Anda lebih sering buang air kecil.
  • Buang air kecil dengan posisi yang tepat, agar urine dapat keluar dengan tuntas dan mudah dibilas. Basuh dengan arah dari depan ke belakang, bukan sebaliknya.
  • Perhatikan berat badan Anda, jangan sampai berlebih.
  • Menghindari sembelit dengan banyak makan buah dan sayur.
  • Memelihara saluran kemih dengan baik agar terhindar dari ISK. Pastikan Anda terhindar dari ISK berulang dengan mengonsumsi Prive Uri-cran yang membantu memelihara kesehatan saluran kemih.
  • Kenakan pakaian dalam dari bahan katun dan tidak terlalu ketat. Jika perlu ganti secara rutin.
  • Banyak beristirahat.

Referensi:

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *