Adorable young child sitting and learning how to use the toilet

Ancaman Kasat Mata: ISK pada Batita

Siapa bilang infeksi saluran kemih (ISK) hanya dialami orang dewasa? Anak di bawah tiga tahun atau lima tahun pun dapat mengalaminya. Inilah ancaman kesehatan kasat mata, yang mungkin terlewat dari para orangtua.

Bayi dan batita rentan terkena flu dan infeksi pernapasan lainnya, tetapi yang luput dari perhatian adalah mereka juga rentan mengalami ISK. Data di Amerika Serikat menunjukkan delapan persen anak perempuan dan dua persen anak laki-laki mengalami ISK di usia 5 tahun. Jangan sepelekan, karena terkadang ISK tidak bergejala. Bila ISK tidak tertangani dengan baik dapat meningkatkan risiko terjadinya  infeksi ginjal yang lebih serius.

Bagaimana bayi dan balita bisa terkena infeksi saluran kemih (ISK)? Itu terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih dan berkembang biak. Kuman jahat ini dapat menyebabkan infeksi di mana saja di sepanjang saluran kemih, mulai dari uretra, kandung kemih, ureter, sampai ginjal.

Sebagian besar ISK terjadi pada saluran kemih bagian bawah mulai dari uretra sampai dengan kandung kemih. Jenis ISK ini disebut sistitis. Bayi dengan ISK biasanya mengalami demam, muntah, atau rewel. Anak-anak yang lebih besar mungkin mengalami demam, sakit saat kencing, banyak buang air kecil, ngompol, atau merasa sakit di area perut bagian bawah.

Infeksi saluran kemih kadang juga ditandai dengan turunnya nafsu makan. Jangan heran jika si kecil mengalami penurunan berat badan. Sering kali anak hanya menangis dan mengeluh sakit saat buang air kecil, serta terlihat tidak nyaman. Jangan lupa untuk memperhatikan warna urin dan aromanya.

Anak perempuan cenderung lebih sering  mengalami ISK daripada anak laki-laki karena uretra mereka lebih pendek. Bakteri dari anus bisa lebih mudah masuk ke dalam uretra.

Apakah si kecil ISK?

Untuk mendiagnosis ISK, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan menyarankan pemeriksaan urin di laboratorium. Sampel yang diambil tergantung pada usia anak. Anak yang lebih besar mungkin hanya perlu buang air kecil ke dalam wadah steril. Untuk bayi bisa menggunakan popok atau bisa pula dengan menggunakan kateter kecil untuk mendapatkan sampel urin yang “bersih”. Sampel selanjutnya dianalisis untuk memeriksa ada tidaknya kuman.

Beberapa anak yang memiliki masalah dengan kandung kemih atau ginjal membuat mereka lebih mungkin berisiko terkena ISK. Adanya penyempitan dalam saluran kemih juga dapat menghambat aliran urin dan memungkinkan kuman berkembang biak. Suatu kondisi yang disebut refluks vesikoureteral (VUR) dapat menyebabkan urin kembali dari kandung kemih ke ureter dan ginjal.

Penggantian popok secara rutin juga dapat membantu mencegah anak terkena ISK, sebab popok basah adalah tempat ideal untuk kuman/bakteri berkembang biak. Bayi dan batita adalah golongan usia yang paling rentan terhadap ISK, karena mereka sering menggunakan popok. Mereka juga cenderung buang air kecil lebih sering dibanding orang dewasa karena kandung kemih lebih kecil. Popok kotor dan basah mengundang bakteri untuk berkembang biak pada kulit di sekitar selangkangan.

Bisakah ISK Dicegah?

  • Ganti popok si kecil sesering mungkin untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
  • Seiring bertambahnya usia anak, ajari mereka toilet training untuk mencegah ISK. Ajari anak perempuan untuk membasuh dengan air bersih, dari depan ke belakang usai berkemih. Ini membantu mencegah bakteri masuk ke saluran kemih.
  • Ajari anak-anak untuk segera pergi ke kamar mandi begitu merasakan dorongan berkemih, jangan menundanya.
  • Anak perempuan harus menghindari mandi busa dan tidak harus menggunakan sabun wangi—terutama di sekitar vagina.
  • Kenakan pakaian dalam yang terbuat dari katun (bukan nilon), untuk menghindari suasana lembab dan mencegah pertumbuhan bakteri.
  • Ingatkan anak-anak untuk sering minum air putih. Ini membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih, juga mencegah sembelit, yang dapat membuat penyumbatan di saluran kemih sehingga memungkinkan bakteri tumbuh.
  • Untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih, berikan ekstrak cranberry dengan bahan aktif proanthocyanidin (PAC) yang mampu menghambat perlekatan bakteri coli pada dinding saluran kemih. Dapatkan manfaat ini dalam Prive uri-cran yang mengandung ekstrak cranberry dan gunakan sesuai dengan petunjuk dokter.

Referensi:

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *