spicy chili sauce, ketchup

Makanan dan Minuman Penyebab “Beser”

Jika Anda termasuk orang yang mengalami sering berkemih atau ‘beser’, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari agar Anda tak perlu bolak-balik ‘mengunjungi’ toilet.

“Beser” atau dalam bahasa medisnya, OAB (overactive bladder) adalah kondisi di mana seseorang sulit mengontrol kandung kemih sehingga harus sering berkemih. Kondisi ini tentu saja membuat orang tersebut sulit beraktivitas dengan leluasa bahkan kurang beristirahat. Selain gangguan pada kandung kemih, mengonsumsi beberapa jenis makanan dan minuman juga ternyata dapat mengakibatkan beser.

Menghindari makanan dan minuman penyebab “beser”

Betapa melelahkannya harus berulang kali ke toilet saat sedang berusaha fokus mengerjakan sesuatu, atau bahkan sedang tidur di malam hari. Salah satu cara untuk mengurangi “beser” adalah dengan menghindari makanan atau minuman berikut ini:

 

  1. Makanan asam dan pedas

Dua jenis makanan ini sebenarnya sangat akrab di lidah orang Indonesia. Menu masakan Nusantara kaya akan rasa asam dan pedas yang membuat banyak orang ketagihan. Namun di balik kenikmatan tersebut, rasa asam dan pedas ternyata bisa mengakibatkan Anda mengalami “beser”. 

Makanan pedas menyebabkan rasa panas di saluran cerna, mulai dari lambung hingga ke saluran kemih. Hal ini mengakibatkan dinding kandung kemih menipis, bahkan teriritasi. Efeknya, otot-otot dinding kandung kemih berkontraksi, memaksa urin untuk ke luar lebih cepat.

Saat kita makan makanan bercita rasa asam, seperti buah jeruk, nenas, lemon atau tomat, keinginan untuk berkemih pun akan lebih sering terasa. Kandungan asam sitrat dan nitrat pada makanan asam juga dapat mengiritasi kandung kemih, membuat otot pada saluran kemih mengendur dan memicu gangguan berkemih yang berulang-ulang.

 

  1. Minuman berkafein dan beralkohol

Bagi Anda yang memiliki kandung kemih sensitif, sebaiknya menjauhi minuman yang berkafein maupun beralkohol. Minuman berkafein seperti kopi, teh, dan kola bersifat diuretik atau dapat membuat produksi urin meningkat, sehingga keinginan berkemih pun datang lebih sering. Sedangkan minuman beralkohol mengganggu sinyal yang dikirimkan otak pada kandung kemih, sehingga terjadi ‘salah komunikasi’ mengenai kapan saatnya berkemih.  

 

  1. Penyedap rasa atau MSG (monosodium glutamate)

Zaman sekarang, penyedap rasa seakan sudah menjadi ‘bumbu wajib’ yang harus ada dalam masakan. Bahkan banyak sekali jenis camilan yang menggunakan penyedap atau penguat rasa seperti MSG. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, MSG pun dapat membuat kandung kemih bekerja lebih aktif, dan akhirnya lebih banyak menghasilkan urin. Akhirnya, Anda juga jadi lebih sering berkemih.

 

  1. Jus buah

Minum jus buah sering menjadi pilihan orang untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin dan juga serat (jika diminum tanpa proses penyaringan). Beberapa jus buah mengandung sorbitol (glusitol), gula alkohol yang dicerna dengan lebih lambat oleh tubuh. Sorbitol inilah yang menyebabkan kandung kemih lebih cepat penuh karena bersifat diuretik. Kurangilah mengonsumsi jus buah jika Anda memiliki kandung kemih yang sangat aktif.

 

  1. Cokelat

Camilan yang satu ini punya banyak sekali penggemar. Ya, cokelat memang sudah dikenal sebagai jenis makanan yang tak hanya disukai anak-anak tapi juga orang dewasa. Selain karena rasanya yang bikin ‘nagih’, cokelat juga menyebabkan munculnya dopamine alias ‘happy hormone’ dalam darah. Cokelat disukai karena bisa dinikmati dalam berbagai bentuk, mulai dari permen, batangan, kue, bahkan minuman. 

 

Sayangnya, ada beberapa senyawa dalam cokelat yang dapat membuat kandung kemih mengalami iritasi. Cokelat juga disinyalir mampu mempengaruhi penyerapan air di ginjal. Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak terlalu berlebihan dalam mengonsumsi cokelat, karena dapat membuat kondisi beser semakin parah.

 

Tetap minum dalam jumlah yang cukup

Banyak orang yang mengalami “beser” sengaja mengurangi minum untuk menghindari sering ke toilet. Padahal, kekurangan cairan juga dapat menyebabkan kondisi dehidrasi yang berbahaya. Tidak hanya itu, mengonsumsi air terlalu sedikit dapat menyebabkan warna urin menjadi lebih pekat dan merangsang kandung kemih bekerja lebih keras. Efeknya, muncul gejala anyang-anyangan, sering berkemih dengan air seni yang keluar sedikit dan disertai dengan rasa sakit. 

 

Cara mengatasinya, hindari minum terlalu banyak saat Anda mengalami kesulitan untuk mengakses toilet, namun usahakan agar asupan cairan tetap memenuhi kebutuhan tubuh sebanyak 2 liter setiap harinya. Untuk meng hindari munculnya ISK berulang atau infeksi saluran kemih berulang, konsumsilah buah Cranberry (Vaccinium macrocarpon) secara teratur. Cranberry mengandung bahan aktif proanthocyanidins yang bersifat anti-adhesi, yaitu mencegah bakteri E.coli menempel pada dinding epitel saluran kemih. 

 

Tak perlu repot mencari buah Cranberry dalam bentuk segar yang memang sulit ditemukan di negara tropis seperti Indonesia, khasiat untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih bisa Anda dapatkan dari Prive Uri-cran, ekstrak Cranberry yang mudah dikonsumsi dan bisa dibeli di berbagai apotek di kota Anda.

 

Referensi:

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *