The photo of heart is on the woman's body, Severe heartache, Having heart attack or Painful cramps, Heart disease, Pressing on chest with painful expression.

Benarkah Malas Berkemih di Malam Hari Memicu Sakit Jantung?

 

Keinginan untuk berkemih di malam hari umumnya dialami oleh mereka yang lanjut usia atau mengalami gangguan kesehatan. Ketika beredar informasi mengenai malas berkemih di malam hari yang dapat memicu sakit jantung, hal ini perlu diluruskan.

 

Sempat tersebar sebuah informasi kesehatan di media sosial mengenai dampak kebiasaan malas bangun di malam hari untuk berkemih, yang bisa menyebabkan penyakit jantung. Tentu saja hal ini menimbulkan keresahan karena tak sedikit yang sering menahan keinginan berkemih di malam hari agar bisa tidur lebih lama. Selain itu, informasi dalam sebaran berita tersebut juga belum jelas kebenarannya.

 

Mengapa ingin berkemih di malam hari?

Jika kita bangun satu kali di malam hari karena merasa harus berkemih, hal ini masih dianggap normal. Namun bagi para lansia atau penderita penyakit tertentu, mereka dapat bolak-balik ke toilet antara dua hingga enam kali dalam semalam. Kondisi yang disebut nokturia ini memang lebih sering ditemukan pada para lansia.

 

Pada sebuah polling yang dilakukan oleh National Sleep Foundation di tahun 2003 dengan responden berusia 55 hingga 84 tahun, ditemukan bahwa hampir dua pertiganya menyatakan mengalami nokturia. Mereka bangun lebih sering untuk berkemih, setidaknya beberapa malam dalam seminggu. Penyebabnya karena di usia lanjut, produksi hormon antidiuretik dalam tubuh mengalami penurunan sehingga kemampuan menahan berkemih juga berkurang.

 

Nokturia juga dapat menjadi gejala gangguan kesehatan pada saluran kemih seperti ISK (infeksi saluran kemih), adanya tumor di kandung kemih atau prostat, dan gangguan lain yang berhubungan dengan kemampuan menahan berkemih. Penderita diabetes, wanita hamil, dan mereka yang mengalami gangguan jantung atau hati juga dapat mengalami nokturia.

 

Penderita ISK selain mengalami gejala sering berkemih namun hanya sedikit-sedikit (anyang-anyangan), mereka juga merasa sakit setiap berkemih, serta rasa nyeri di bagian bawah perut dan pinggang. Salah satu cara untuk mencegah ISK berulang adalah dengan mengonsumsi buah Cranberry yang mengandung bahan aktif yang dapat mencegah penempelan bakteri penyebab ISK  pada epitel saluran kemih. Prive Uri-cran mengandung ekstrak buah Cranbery dengan sediaan yang praktis dikonsumsi keluarga untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih.

 

Benarkah menahan berkemih berdampak pada fungsi jantung?

Sesungguhnya, tidak ada hubungan antara berkemih di malam hari dan penurunan fungsi jantung seperti yang dituliskan dalam informasi yang tersebar di media sosial tersebut. Penurunan fungsi jantung lebih mungkin disebabkan oleh serangan jantung, aritmia atau detak jantung tak beraturan, darah tinggi, penyakit katup jantung, dan lain sebagainya.

 

Sedangkan penuaan fungsi jantung dapat dijelaskan sebagai penyakit penuaan (degeneratif) secara umum, seperti pengapuran (kalsifikasi) pada katup-katup jantung. Dan hal ini pun tak ada hubungannya dengan menahan berkemih di malam hari.

 

Pertanda hipertensi

Menahan berkemih di malam hari memang tak ada hubungannya dengan sakit jantung maupun penuaan jantung. Namun melalui beberapa penelitian, nokturia dinyatakan cukup besar kaitannya dengan penyakit darah tinggi (hipertensi), dan tingginya asupan garam ke dalam tubuh.

 

Salah satu penelitian tersebut dilakukan di Jepang pada tahun 2017. Sekelompok ilmuwan di Watari, Jepang, meneliti 3.749 warga kota yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Data yang dikumpulkan dan dianalisis menemukan bahwa 40% dari mereka yang mengalami nokturia, juga mengalami tekanan darah tinggi. Semakin sering bangun untuk berkemih di malam hari, risiko hipertensi juga semakin tinggi. Penelitian ini disampaikan dalam Pertemuan Ilmiah ke-83, The Japanese Circulation Society.

 

Kondisi nokturia dan darah tinggi juga sebenarnya dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk gaya hidup, asupan garam, latar belakang etnis dan genetik. Namun demikian, jika kita mengalami nokturia akibat hipertensi, waspadalah. Lebih dari satu milyar penduduk dunia mengalami hipertensi, bahkan pada tahun 2015 dinyatakan sebagai penyebab kematian prematur (orang muda) nomor satu di dunia, karena telah menjadi penyebab 10 juta orang meninggal di tahun tersebut.

 

ESC (European Society of Cardiology) memberikan panduan saran pengobatan untuk mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung akibat hipertensi. Hal ini termasuk mengadopsi pola hidup sehat, seperti menjaga asupan garam, mengurangi konsumsi alkohol, makan makanan sehat, berolahraga teratur, menjaga berat badan, dan berhenti merokok.

 

Referensi:

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *