iStock-1037983732

Cara Mudah Buang Air Kecil bagi Wanita Hamil

Ketahui manajemen berkemih yang baik saat hamil, agar Anda terhindar dari infeksi saluran kemih (ISK)

 

Saat hamil, terjadi serangkaian perubahan pada tubuh wanita. Perubahan ini rentan mengundang beberapa masalah, salah satunya infeksi saluran kemih. Mengapa ISK rentan terjadi selama kehamilan?

 

Begini penjelasannya. Pada trimester pertama, terjadi beberapa perubahan hormon dalam tubuh. Hormon tersebut merangsang ginjal untuk menghasilkan lebih banyak urine. Selain itu, janin yang semakin tumbuh besar, menekan saluran kemih terutama kandung kemih, sehingga menyebabkan ibu sering merasakan ingin buang air kecil, dan sulit mengendalikan urin.

Selama kehamilan terjadi pelebaran ureter yang diikuti dengan meningkatnya volume kandung kemih dan menurunnya tonus kandung kemih menyebabkan urine terus berada di uretra sehingga bakteri lebih mudah berkembang. Selain itu, adanya perubahan hormon yang memungkinkan daya tahan tubuh menurun menyebabkan bakteri lebih mudah berkembang.

Manajemen berkemih saat hamil

Jadilah ibu hamil yang cerdas, salah satunya dengan memahami hal-hal yang berkenaan dengan masalah buang air kecil.

  • Ketika buang air kecil condongkan tubuh ke depan agar Anda lebih mudah mengosongkan kandung kemih dengan maksimal.
  • Supaya tidur lebih nyenyak dan Anda tidak bolak balik ke toilet, disarankan untuk tidak minum sebelum tidur
  • Hindari makanan/minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, kola atau minuman bersoda, karena akan membuat Anda lebih sering buang air kecil.
  • Lakukan latihan Kegel untuk menguatkan otot-otot dasar panggul. Latihan ini membantu mencegah inkontinensia (rembes) saat Anda batuk, bersin, atau tertawa.
  • Pertahankan berat badan sesuai usia kehamilan. Meskipun hamil, berat badan perlu dijaga agar tidak overweight. Kehamilan bukan berarti stop berkegiatan, termasuk berolahraga. Biasanya dokter akan memberi saran tentang pola makan serta olahraga yang aman Anda lakukan.
  • Konsumsi Prive Uri-cran, ekstrak cranberry yang terkandung di dalamnya dapat membantu memelihara kesehatan saluran kemih.
  • Cermati perubahan yang terjadi pada urine, misalnya dalam hal warna dan frekuensi. Jika urine Anda berwarna kuning tua atau oranye, ini mungkin merupakan tanda dehidrasi. Atau jika frekuensi berkemih berkurang. Cobalah untuk menambah asupan cairan Anda sampai urin kembali menjadi kuning pucat normal.
  • Saat bepergian ke sebuah tempat, pastikan dimana posisi toilet terdekat. Agar ketika keinginan berkemih muncul, Anda tak panik mencari-cari tempat untuk berkemih.
  • Kenali irama tubuh Anda saat hamil, termasuk ketika frekuensi berkemih tiba-tiba menjadi lebih sering dan Anda merasa lebih sering haus. Ada kondisi yang disebut dengan diabetes gestasional, yang dapat terjadi pada kehamilan. Konsultasikan dengan dokter.

 

Sering buang air kecil selama awal kehamilan adalah umum dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Tetaplah minum delapan gelas air sehari, agar tubuh terhidrasi dengan baik. Mungkin Anda merasa terganggu karena ingin berkemih terus-menerus. Percayalah itu akan mereda setelah bayi Anda lahir.

 

Referensi:

https://www.healthline.com/health/pregnancy/treat-a-uti#1

https://www.alodokter.com/sering-pipis-saat-hamil-ini-trik-mudah-mengatasinya

https://bidanku.com/tips-mengontrol-buang-air-kecil-saat-hamil

https://nakita.grid.id/read/02210733/sering-buang-air-kecil-selama-hamil-begini-cara-mengatasinya-moms?page=all

https://www.popmama.com/pregnancy/third-trimester/sarrah-ulfah/penyebab-pengobatan-ciri-infeksi-saluran-kencing-saat-hamil-tua/full

https://www.liputan6.com/health/read/4000425/ibu-hamil-sering-buang-air-kecil-itu-normal

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *