iStock-1139226248

Pentingnya Menjaga Kebersihan Setelah Buang Air Kecil

Perhatikan selalu kebersihan organ intim setiap usai berkemih, bila tidak ingin terserang infeksi saluran kemih (ISK).

 

Infeksi saluran kemih (ISK) bukan hanya membuat aktivitas terusik, namun dapat menyebabkan masalah lebih serius jika tidak ditangani dengan tuntas. Nyatanya, 60% wanita berisiko mengalami ISK dan lebih dari 15% pria pun mengalaminya. Dengan kata lain, wanita 4 kali lebih rentan mengalami ISK.

 

Infeksi saluran kemih umum terjadi pada wanita, dan banyak wanita mengalami ISK lebih dari satu kali selama hidup mereka. Gejalanya sangat mengganggu, yaitu: ditandai dengan berkemih lebih sering, sensasi terbakar saat buang air kecil, urine keruh dan berbau tajam, kadang disertai nyeri panggul dan nyeri pada bagian perut bawah.

 

Mengapa wanita lebih berisiko?

Anatomi tubuh wanita penyebabnya. Seorang wanita memiliki uretra lebih pendek daripada pria, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih dan berkembang biak. Bakteri potensial yang dapat menimbulkan infeksi biasanya berasal dari anus, dimana bakteri dapat berpindah akibat salah pembasuhan dan kurangnya menjaga kebersihan setelah buang air.

 

Risiko ISK pada wanita lebih besar juga karena pengaruh bakteri alami di vagina. Bakteri Lactobacillus “baik” yang ditemukan dalam flora vagina membantu menjaga kondisi keasaman yang ideal (pH 3,8 – 4,5) untuk ‘mengawal’ bakteri berbahaya tetap terkondisi. Mengganggu keseimbangan ini dapat meningkatkan risiko ISK.

 

Lakukan ini setelah berkemih

Upaya mencegah terjadinya ISK antara lain adalah menjaga kebersihan setelah buang air kecil dan/atau buang air besar. Berikut yang harus diperhatikan:

  • Hindari douching karena akan menghilangkan flora normal vagina sehingga menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan bakteri.
  • Hindari sabun yang keras atau beraroma wangi. Produk beraroma apa pun dapat mengiritasi vagina, termasuk produk feminine hygiene, produk bubble bath, bath oils yang wangi, tampon beraroma, dan pembalut beraroma.
  • Usai berkemih dan/atau buang air besar basuh dengan arah dari depan ke belakang. Ini akan membantu mencegah bakteri di seputar anus menyebar ke vagina dan uretra. Untuk memastikan kebersihan, usai membilas keringkan area seputar vagina dan anus dengan tisu bersih.

 

Mencegah lebih baik

Selain menjaga kebersihan setelah buang air, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan  untuk mengurangi risiko ISK:

 

  • Minum air putih, minimal 8 gelas sehari. Air putih membantu mengencerkan urin dan membuat Anda buang air kecil lebih sering, sehingga memungkinkan bakteri untuk keluar dari saluran kemih Anda bersama urin sebelum menginfeksi.
  • Minum jus buah cranberry. Kandungan bahan aktif Proanthocyanidin (PAC) dalam cranberry dapat mencegah bakteri E. coli menempel di epitel saluran kemih. Prive Uri-cran dengan kandungan ekstrak cranberry dalam kemasan praktis dapat diperoleh di apotek terdekat dapat membantu memelihara saluran kemih.
  • Kosongkan kandung kemih segera setelah berhubungan intim. Jangan lupa minum segelas air putih untuk membantu membilas bakteri dari saluran kemih.
  • Tinggalkan metode kontrasepsi jenis diafragma atau kondom yang mengandung spermisida, karena semuanya dapat meningkatkan risiko berkembang biaknya bakteri. Diafragma dapat mendorong pertumbuhan bakteri coliform seperti E. coli. Pertimbangkan untuk beralih ke bentuk kontrasepsi lain seperti pil atau kondom.
  • Kenakan celana dalam berbahan katun. Sebaliknya hindari yang berbahan sintetis karena membuat suasana lembab sehingga menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri.
  • Jangan biasakan menahan buang air kecil, karena hal ini akan menahan urine lebih lama, dan mengundang bakteri.
  • Menjaga kebersihan area kewanitaan dengan mandi secara teratur, dan kenakan pakaian yang nyaman agar seputar organ intim tidak lembab.

 

Referensi:

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *