Apa Itu Cystitis dan Pengaruhnya Pada Kesehatan

Pernahkah kamu mengalami nyeri dan panas ketika buang air kecil? Bisa jadi itu adalah cystitis. Jika bertanya apa itu cystitis, istilah ini merujuk pada kondisi peradangan kandung kemih. Peradangan ini mengakibatkan bengkak, sensasi panas dan juga nyeri ketika buang air kecil. 

Umumnya, penyakit cystitis terjadi ketika ada infeksi bakteri yang mengenai kandung kemih, atau yang biasa dikenal sebagai infeksi saluran kemih (ISK). Cystitis harus ditangani dengan baik karena berpotensi menyebabkan masalah kesehatan yang serius jika infeksi menyebar ke ginjal.1

Cystitis bisa terjadi sebagai akibat dari reaksi obat-obatan tertentu termasuk terapi radiasi. Penggunaan produk kebersihan, gel spermisida, atau kateter dalam jangka panjang  juga dapat menyebabkannya.1 Cystitis biasanya dialami oleh wanita. Kebanyakan wanita mengalami cystitis setidaknya sekali seumur hidup. Meskipun menyebabkan rasa nyeri dan mengganggu kenyamanan, cystitis tidak berbahaya atau menular termasuk ketika berhubungan seksual.2

Penyebab Cystitis

Jenis cystitis berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. Kemungkinan penyebab cystitis adalah sebagai berikut:3

  • Infeksi saluran kemih (ISK).
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Paparan radiasi.
  • Penggunaan kateter secara terus-menerus.
  • Produk kebersihan (feminine hygiene) yang mengiritasi.

Tipe Cystitis 

Ada beberapa tipe atau jenis cystitis yang umum terjadi, yang meliputi:3

  1. Cystitis Bacterial

Cystitis bacterial terjadi ketika bakteri memasuki uretra atau kandung kemih dan menyebabkan infeksi. Kondisi ini juga dapat terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan bakteri dalam tubuh. Cystitis yang diakibatkan oleh bakteri harus diobati dengan serius. Pasalnya, jika infeksi menyebar ke ginjal, hal itu dapat menjadi masalah kesehatan serius.

  1. Cystitis karena Obat-Obatan 

Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan kandung kemih mengalami peradangan. Obat-obatan yang dikonsumsi akan melewati tubuh dan akhirnya keluar melalui sistem urin. Beberapa obat dapat mengiritasi kandung kemih saat dikeluarkan dari tubuh, misalnya obat kemoterapi siklofosfamid dan ifosfamid.

  1. Cystitis Radiasi

Terapi radiasi digunakan untuk membunuh sel-sel kanker dan mengecilkan tumor. Namun di sisi lain, terapi tersebut juga dapat merusak sel-sel dan jaringan sehat. Perawatan radiasi di area panggul dapat menyebabkan kandung kemih mengalami peradangan.

  1. Cystitis karena Bahan Kimia

Produk kebersihan tertentu dapat mengiritasi kandung kemih. Produk yang dapat menyebabkan cystitis meliputi:

  • Gel spermisida.
  • Penggunaan diafragma dengan spermisida.
  • Produk feminine hygiene.
  • Bahan kimia dari mandi busa.
  1. Cystitis Terkait dengan Kondisi Lain

Terkadang, cystitis terjadi sebagai gejala dari kondisi medis lain, seperti:

  • Diabetes.
  • Batu ginjal.
  • HIV.
  • Pembesaran prostat.
  • Cedera tulang belakang.

Gejala Cystitis

Terlepas dari jenisnya, gejala cystitis pada umumnya adalah sebagai berikut:1

  • Dorongan kuat dan terus-menerus untuk buang air kecil.
  • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
  • Sering buang air kecil dengan jumlah sedikit.
  • Darah dalam urin (hematuria).
  • Urin keruh atau berbau menyengat.
  • Ketidaknyamanan pada area panggul.
  • Tekanan di area di bawah pusar (abdomen).
  • Demam ringan.

Pengaruh Cystitis pada Kesehatan

Cystitis menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri pada penderitanya kendati sebenarnya bukan penyakit menular.1,2 Peradangan yang terjadi pada kandung kemih akibat cystitis lebih sering dialami oleh wanita.2 Walaupun umum terjadi dan tidak menular,1,2 cystitis terutama yang disebabkan oleh bakteri harus segera ditangani dengan tepat karena jika bakteri naik hingga ke ginjal, maka masalah kesehatan yang lebih serius bisa terjadi.1 Kerusakan ginjal dan gagal ginjal adalah dua kemungkinan terbesar dari infeksi bakteri yang menyebar.2

Pencegahan Cystitis 

Cystitis lebih banyak dialami oleh wanita. Pada beberapa wanita, satu episode cystitis memungkinkan sistem urin membangun semacam kekebalan sehingga penyakit ini tidak terulang kembali. Namun, ada juga wanita yang mengalami cystitis berulang kali secara teratur.2 Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya cystitis.2

  • Hindari menahan kencing. Segera buang air kecil begitu dorongan terasa.
  • Minum banyak air setiap hari untuk membersihkan sistem urin.
  • Bersihkan area intim dari depan ke belakang (uretra ke anus).
  • Cuci area intim sebelum berhubungan seksual.
  • Buang air kecil setelah berhubungan seksual.
  • Kenakan pakaian dalam dari bahan katun atau bahan lain yang menyerap keringat.
  • Hindari memakai celana ketat, celana panjang ketat, atau celana jeans ketat dari nilon.
  • Jangan gunakan sabun yang beraroma, bedak talc, atau deodoran apa pun di sekitar area intim.
  • Segera obati infeksi vagina seperti infeksi jamur atau trikomoniasis sebab organisme ini dapat mendorong terjadinya cystitis.

Pengobatan Cystitis

Cystitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri umumnya diobati dengan pemberian antibiotik tertentu oleh dokter. Pada beberapa kasus, cystitis juga ditangani dengan melakukan tindakan operasi. Namun, biasanya ini bukan solusi pertama yang disarankan sebab operasi lebih umum untuk kondisi kronis. Terkadang operasi juga dapat memperbaiki masalah struktural.3 Selain itu, pengobatan infeksi kandung kemih yang menyebabkan cystitis juga bisa dibantu dengan mengonsumsi jus atau tablet cranberry.1,3 

Jus atau tablet cranberry yang mengandung proantosianidin sering direkomendasikan untuk membantu mengurangi risiko infeksi kandung kemih berulang. Meskipun penelitian di bidang ini tidak konsisten, ada beberapa bukti bahwa cranberry dapat bekerja mencegah terjadinya infeksi tersebut. Produk cranberry umumnya dianggap aman bagi orang sehat yang tidak memiliki kondisi medis.1 Semoga informasi ini bermanfaat! 

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. MayoClinic. 2022. Cystitis. Available on https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cystitis/symptoms-causes/syc-20371306. Retrieved: May 22, 2024.
  2. Better Health Channel. Cystitis. Available on https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/cystitis. Retrieved: May 22, 2024.
  3. Healthline. Cystitis. Available on https://www.healthline.com/health/cystitis. Retrieved: May 22, 2024.

Apa Penyebab Buang Air Kecil Terasa Sakit Pada Wanita?

Rasa nyeri ketika buang air kecil banyak dialami oleh wanita1,2 di mana hal ini bisa sangat mengganggu jika terjadi terus-menerus. Jika ini juga terjadi pada kamu, pastinya akan timbul pertanyaan apa penyebab buang air kecil terasa sakit pada wanita? Kemungkinan kamu sedang mengalami disuria (anyang-anyangan) pada wanita.1,2,3

Disuria adalah kondisi yang menyebabkan rasa sakit, panas seperti terbakar dan tidak nyaman saat buang air kecil (kencing). Walaupun disuria bukan berarti kencing terus-menerus, namun kondisi ini terkadang juga ditandai dengan frekuensi kencing yang meningkat. Perlu diketahui bahwa disuria bukanlah diagnosis melainkan gejala dari masalah kesehatan yang mendasarinya.2

Infeksi saluran kemih (ISK) sering dikaitkan dengan disuria.2 Kendati memang lebih banyak dialami oleh wanita,1,2 pria juga bisa mengalami masalah kesehatan ini. Umumnya, pria akan mudah mengalami disuria ketika menderita diabetes atau memiliki masalah kesehatan kandung kemih. Sedangkan pada wanita, kemungkinan mengalami disuria akan meningkat ketika sedang mengandung serta menderita diabetes.2 Untuk tahu lebih jauh mengenai penyebab sakit saat buang air kecil pada wanita, simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Penyebab Pipis Sakit Pada Wanita

Rasa sakit saat kencing pada wanita sering disebabkan oleh infeksi saluran kemih (ISK). Pada pria, masalah kesehatan ini sering kali disebabkan oleh uretritis dan masalah prostat. Penyebab umum lainnya dari nyeri saat pipis termasuk infeksi menular seksual (IMS), herpes genital, batu kandung kemih dan ginjal, serta sabun, parfum, dan produk perawatan pribadi lainnya yang mengiritasi.4 Kondisi medis dan faktor lain yang dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil meliputi:4

  • Batu kandung kemih.
  • Servisitis.
  • Chlamydia trachomatis.
  • Cystitis (iritasi pada kandung kemih).
  • Herpes genital.
  • Gonore.
  • Prosedur saluran kemih yang baru saja dilakukan, termasuk yang menggunakan alat urologi untuk pengujian atau perawatan.
  • Cystitis interstisial.
  • Infeksi ginjal (juga disebut pielonefritis).
  • Batu ginjal (penumpukan mineral dan garam yang keras yang terbentuk di dalam ginjal).
  • Obat-obatan, seperti yang digunakan dalam pengobatan kanker yang dapat mengiritasi kandung kemih sebagai efek samping.
  • Prostatitis (infeksi atau peradangan pada prostat).
  • Artritis reaktif.
  • Penyakit menular seksual (PMS).
  • Sabun, parfum, dan produk perawatan pribadi lainnya.
  • Striktur uretra (penyempitan uretra).
  • Uretritis (infeksi pada uretra).
  • Infeksi saluran kemih (ISK).
  • Vaginitis.
  • Infeksi jamur (vagina).

Gejala Sakit Ketika Buang Air Kecil Pada Wanita

Gejala nyeri saat buang air kecil dapat berbeda-beda antara pria dan wanita. Namun umumnya, jika mengalami disuria seperti ini akan muncul sensasi panas, menyengat, atau gatal saat kencing. Rasa terbakar dan panas inilah yang sering dikeluhkan oleh para penderitanya.2

Rasa nyeri yang mengikuti bisa terjadi di awal atau setelah buang air kecil. Rasa sakit di awal buang air kecil seringkali merupakan gejala infeksi saluran kemih. Sedangkan nyeri setelah buang air kecil bisa menjadi tanda masalah kandung kemih atau prostat. Pada pria, rasa sakit ini terasa di alat kelamin sebelum dan setelah buang air kecil.2

Di sisi lain, gejala nyeri saat kencing pada wanita bisa bersifat internal atau eksternal. Rasa sakit di luar area vagina kemungkinan disebabkan oleh peradangan atau iritasi pada kulit di area yang sensitif. Sedangkan sakit internal bisa menjadi gejala infeksi saluran kemih.2 Jangan menyepelekan nyeri saat kencing baik pada wanita atau pria. Kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter terutama jika mengalami beberapa keluhan seperti:5

  • Nyeri saat kencing tidak kunjung hilang.
  • Cairan yang keluar dari alat kelamin.
  • Urin berbau tidak sedap, keruh, atau mengandung darah.
  • Demam.
  • Nyeri punggung atau pinggang.
  • Mengeluarkan batu dari ginjal atau kandung kemih.

Pengobatan Sakit Saat Kencing 

Pengobatan disuria atau nyeri saat kencing tergantung dari penyebabnya. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan penyebabnya, misalnya karena infeksi, peradangan, faktor makanan, atau masalah dengan kandung kemih atau prostat.2

Infeksi saluran kemih paling sering diobati dengan antibiotik. Jika nyeri yang dirasakan parah, kamu mungkin akan diresepkan fenazopiridin. Perlu diketahui, obat ini membuat urin berwarna merah-oranye dan dapat menodai pakaian dalam.2

Rasa nyeri saat pipis yang disebabkan oleh iritasi pada kulit biasanya diobati dengan menghindari penyebab iritasi tersebut. Sedangkan disuria yang disebabkan oleh kondisi kandung kemih atau prostat diobati dengan mengatasi kondisi yang memicu keluhan tersebut.2

Pencegahan Sakit Ketika Buang Air Kecil Pada Wanita

Kabar baiknya, sakit ketika buang air kecil pada wanita atau disuria bisa dicegah dengan melakukan beberapa langkah dan kebiasaan baik sebagai berikut:2

  • Minumlah lebih banyak air, sekitar dua hingga tiga liter air per hari.
  • Jika menggunakan pembalut inkontinensia urin, gantilah segera setelah basah.
  • Setelah buang air kecil, biasakan mengusap sisa urin dari bagian dalam bibir vagina untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya infeksi karena bakteri.

Mengingat nyeri saat kencing juga berkaitan dan bisa dipicu oleh infeksi saluran kemih,1,2 kamu bisa mengonsumsi jus atau tablet cranberry guna mencegah masalah kesehatan tersebut. Jus atau tablet cranberry mengandung senyawa proantosianidin yang sering direkomendasikan untuk membantu mengurangi risiko infeksi kandung kemih. Terutama jika tidak memiliki kondisi medis tertentu, produk cranberry umumnya aman dikonsumsi.6 Semoga sehat selalu!

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. WebMD. 2022. Dysuria (Painful Urination). Available on: https://www.webmd.com/women/dysuria-causes-symptoms. Retrieved: May 23, 2024.
  2. Cleveland Clinic. 2020. Dysuria (Painful Urination). Available on: https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/15176-dysuria-painful-urination. Retrieved: May 23, 2024.
  3. Mayo Clinic. 2023. Symptoms Painful Urination (Dysuria) – Definition. Available on: https://www.mayoclinic.org/symptoms/painful-urination/basics/definition/sym-20050772. Retrieved: May 23, 2024.
  4. Mayo Clinic. 2023. Symptoms Painful Urination (Dysuria) – Causes. Available on: https://www.mayoclinic.org/symptoms/painful-urination/basics/causes/sym-20050772. Retrieved: May 23, 2024.
  5. Mayo Clinic. 2023. Symptoms Painful Urination (Dysuria) – When to see a doctor. Available on: https://www.mayoclinic.org/symptoms/painful-urination/basics/when-to-see-doctor/sym-20050772. Retrieved: May 23, 2024.
  6. MayoClinic. 2022. Cystitis. Available on https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cystitis/symptoms-causes/syc-20371306. Retreived: May 23, 2024.

Kenapa Pingin Pipis Terus Walaupun Sudah Berkali-kali Pipis, Ini Penjelasannya

Sudah kencing, namun masih pingin pipis terus? Mungkin itu karena kamu habis mengonsumsi banyak cairan1 baik air putih atau yang lain. Namun, bila tidak banyak minum tapi masih sering buang air kecil, bisa jadi itu berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu yang secara teknis disebut dengan frequent urination.1,2 

Sering buang air kecil adalah ketika kamu kencing terlalu sering sepanjang hari atau malam. Kondisi ini tentunya tidak nyaman dan mengganggu kehidupan sehari-hari.2,3 Sering buang air kecil merupakan gejala dari berbagai kondisi kesehatan yang membutuhkan beragam pengobatan. Gejala kehamilan, infeksi saluran kemih, diabetes, kandung kemih yang terlalu aktif, atau masalah prostat merupakan beberapa alasan kenapa pingin pipis terus.2

Kebanyakan orang buang air kecil sekitar tujuh hingga delapan kali per hari. Jika merasa perlu kencing lebih dari itu, atau jika terbangun dari tidur setiap jam atau per 30 menit untuk pipis padahal tidak habis minum banyak, kamu perlu waspada.2

Penyebab Pingin Pipis Terus

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah penyebab paling umum sering pipis. Umumnya, ISK dipicu oleh infeksi bakteri di kandung kemih, uretra, atau bagian lain dari saluran kemih. Beberapa penyakit yang termasuk dalam ISK adalah sistitis (infeksi kandung kemih), uretritis (infeksi uretra), dan pielonefritis (infeksi ginjal). Berbagai jenis vaginitis juga dapat menyebabkan sering buang air kecil, termasuk infeksi jamur, vaginosis bakteri (VB), atau trikomoniasis.2

Kondisi lain dalam saluran kemih dan area panggul yang dapat menyebabkan sering buang air kecil meliputi:2,4

  • Sistitis interstisial/sindrom nyeri kandung kemih.
  • Sindrom kandung kemih terlalu aktif.
  • Prolaps uretra, kandung kemih, atau rahim ke dalam vagina. 
  • Terapi radiasi pada area panggul.
  • Jarang, kanker kandung kemih atau tumor panggul.
  • Penyempitan uretra (striktur uretra).

Selain berbagai penyebab di atas, ada juga kondisi lain yang bisa memicu ingin kencing terus-menerus, misalnya sedang mengandung, diabetes, pembengkakan prostat, stroke dan mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek diuretik.2

Cara Mengatasi Kencing Terus

Terlepas dari penyebabnya, secara umum kencing terus-menerus dapat dikontrol dengan melakukan beberapa hal, termasuk:1

  1. Latihan kandung kemih

Pada dasarnya, latihan ini bertujuan untuk melatih kekuatan kandung kemih menahan kencing lebih lama supaya keinginan buang air lebih bisa dikendalikan. Latihan tersebut umumnya dilakukan selama 12 minggu hingga menunjukkan hasilnya. 

  1. Modifikasi diet.

kamu harus menghindari makanan yang mungkin mengiritasi kandung kemih atau bersifat diuretik, seperti kafein, alkohol, minuman berkarbonasi, produk berbasis tomat, cokelat, pemanis buatan, dan makanan pedas. Penting juga untuk mengonsumsi makanan tinggi serat sebab sembelit dapat memperburuk gejala kandung kemih terlalu aktif.

  1. Memantau asupan cairan dan makanan.

Kamu harus minum cukup untuk mencegah sembelit dan konsentrasi urin yang berlebihan. Hindari minum tepat sebelum tidur yang dapat menyebabkan buang air kecil di malam hari.

  1. Latihan Kegel.

Kegel membantu memperkuat otot-otot di sekitar kandung kemih dan uretra untuk meningkatkan kontrol kandung kemih dan mengurangi urgensi serta frekuensi buang air kecil. Melakukan latihan otot panggul selama 5 menit 3 kali sehari dapat memperbaiki kontrol kandung kemih.

  1. Biofeedback.

Teknik ini membantumu mempelajari cara kerja otot panggul supaya bisa mengendalikannya dengan lebih baik. 

Mencegah Kencing Terus Menerus

Ada beberapa hal terkait gaya hidup yang perlu dikelola dengan baik guna mencegah ingin kencing terus menerus. Selama sering kencing bukan disebabkan oleh infeksi bakteri atau masalah kesehatan serius lainnya, beberapa kebiasaan berikut bisa diterapkan sebagai langkah pencegahan:2

  • Hindari minum cairan dua jam sebelum tidur.
  • Batasi jumlah alkohol dan kafein setiap hari, termasuk soda, teh, dan minuman lain  dengan kandungan tersebut.
  • Kenakan pembalut, pantyliner atau celana dalam khusus untuk menghindari kebocoran pipis mengenai pakaian. Ini adalah solusi jangka pendek yang dapat membantumu tetap menjalani kehidupan sehari-hari dengan nyaman sembari mengobati kencing terus-menerus.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar penyebab sering pipis tidak berbahaya sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Jika merasa ingin kencing lebih dari 8 kali sehari, atau buang air kecil lebih sering dari biasanya, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan penyebab dan solusinya.2 Kamu perlu waspada dan segera berobat jika sering pipis diikuti dengan beberapa gejala lain, seperti demam, mual muntah, kencing berdarah (hematuria), nyeri punggung bawah atau pinggang, kandung kemih tidak bisa kosong sempurna setelah kencing dan nyeri ketika pipis.5

Sering kencing bisa jadi bukan masalah serius, namun mungkin juga merupakan gejala penyakit saluran kemih. Jangan panik ketika mengalaminya karena umumnya kondisi ini sangat bisa disembuhkan dengan terapi tertentu sesuai dengan petunjuk dokter.2

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Web MD. 2023. Frequent Urination: Causes and Treatments. Available on: https://www.webmd.com/urinary-incontinence-oab/frequent-urination-causes-and-treatments. Retrieved: May 24, 2024.
  2. Cleveland Clinic. 2023. Frequent Urination. Available on: https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/15533-frequent-urination. Retrieved: May 24, 2024.
  3. Mayo Clinic. Frequent Urination – Definition. Available on: https://www.mayoclinic.org/symptoms/frequent-urination/basics/definition/sym-20050712. Retrieved: May 24, 2024.
  4. Mayo Clinic. Frequent Urination – Causes. Available on: https://www.mayoclinic.org/symptoms/frequent-urination/basics/causes/sym-20050712. Retrieved: May 24, 2024.
  5. Mayo Clinic. Frequent Urination – When to see a doctor. Available on: https://www.mayoclinic.org/symptoms/frequent-urination/basics/when-to-see-doctor/sym-20050712. Retrieved: May 24, 2024.

Berapa Lama Anyang-Anyangan Akan Hilang Setelah Diatasi?

Anyang-anyangan atau dalam dunia medis disebut dengan disuria adalah nyeri atau ketidaknyamanan saat buang air kecil. Sering kali anyang-anyangan juga diikuti dengan rasa panas seperti terbakar saat kencing dimana umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran kemih.1,2 Anyang-anyangan adalah gejala umum dari infeksi kandung kemih (sistitis) yang kerap terjadi pada wanita berusia 20 hingga 50 tahun.1

Infeksi yang menjadi penyebab anyang-anyangan dimulai ketika bakteri masuk ke uretra selama hubungan seksual. Bakteri juga dapat masuk ke uretra wanita saat membersihkan alat kelamin dari belakang ke depan. Setelah masuk ke uretra, bakteri dapat dengan mudah menyebar ke kandung kemih hingga mengakibatkan nyeri ketika pipis.1 Jika kamu bertanya anyang-anyangan berapa lama, jawabannya adalah tergantung dari penyebab atau pemicunya.1 Berikut adalah informasi lengkapnya.

Penyebab Anyang-Anyangan

Anyang-anyangan dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti yang dijelaskan di bawah ini.2

  1. Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Nyeri saat buang air kecil adalah gejala umum ISK. Infeksi bakteri adalah penyebab utamanya. Saluran kemih terdiri dari uretra, kandung kemih, ureter, dan ginjal. Urin mengalir dari ginjal ke kandung kemih melalui saluran yang disebut ureter. Peradangan pada salah satu organ ini dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil.

  1. Infeksi Menular Seksual (IMS).

Menderita IMS juga dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil. Herpes genital, gonore, dan klamidia adalah beberapa contoh IMS yang dapat membuat buang air kecil menjadi tidak nyaman.

  1. Prostatitis.

Anyang-anyangan juga disebabkan oleh kondisi medis lainnya. Prostatitis, yang mempengaruhi prostat, dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil pada pria. Dalam kondisi ini, kelenjar prostat mengalami peradangan. Ini adalah penyebab utama sensasi terbakar, perih, dan nyeri di saluran kemih.

  1. Sistitis.

Anyang-anyangan bisa disebabkan oleh sistitis, yaitu peradangan pada lapisan kandung kemih. Beberapa gejalanya termasuk nyeri dan rasa tekanan di kandung kemih serta daerah panggul. Terkadang, terapi radiasi menyebabkan nyeri di kandung kemih dan uretra. Kondisi ini dikenal sebagai sistitis radiasi.

  1. Epididimitis.

Epididimitis, atau peradangan epididimis pada pria juga dapat menyebabkan nyeri buang air kecil. 

  1. Penyakit Radang Panggul (PID).

PID dapat mempengaruhi rahim, leher rahim, ovarium, dan tuba falopi. Salah satu gejala PID adalah nyeri saat buang air kecil, berhubungan seksual, dan nyeri perut. PID adalah infeksi serius yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang dimulai di vagina dan menyebar ke organ reproduksi.

  1. Obat-obatan.

Nyeri saat buang air kecil adalah efek samping dari berbagai obat, termasuk beberapa antibiotik dan pengobatan kanker.

  1. Produk Kebersihan

Infeksi tidak selalu menjadi penyebab anyang-anyangan. Nyeri ini bisa disebabkan oleh penggunaan produk genital misalnya sabun, losion, dan sabun mandi busa yang dapat mengiritasi jaringan vagina.

Gejala Anyang-Anyangan

Nyeri saat buang air kecil atau anyang-anyangan dapat muncul dengan berbagai gejala berbeda tergantung dari penyebabnya. Namun, ada gejala umum anyang-anyangan yang biasanya menjadi tanda awal masalah kesehatan ini, yaitu:2

  • Sensasi terbakar. Rasa panas seperti terbakar adalah gejala utama anyang-anyangan. Biasanya, rasa panas muncul saat memulai atau selesai buang air kecil. Sensasi terbakar dapat terjadi di sepanjang saluran kemih, dari uretra hingga kandung kemih.
  • Ketidaknyamanan atau nyeri. Nyeri umumnya dirasakan di uretra, kandung kemih, atau daerah panggul. Intensitasnya mulai ringan hingga nyeri tajam menyakitkan.
  • Dorongan untuk sering buang air kecil. Saat anyang-anyangan, kamu merasa ingin buang air kecil lebih sering dari biasanya walaupun jumlah pipis hanya sedikit. 
  • Urgensi. Selain sering ingin pipis, ada urgensi untuk segera buang air kecil. Urgensi ini bisa mengganggu dan menginterupsi aktivitas sehari-hari sebab kencing susah ditahan.
  • Kesulitan memulai buang air kecil. Beberapa orang mungkin mengalami kesulitan memulai buang air kecil. Hal ini bisa disertai dengan ragu-ragu atau tegang.
  • Pengosongan kandung kemih yang tidak sempurna. Meskipun sudah buang air kecil, kamu mungkin merasa kandung kemih tidak sepenuhnya kosong. Sensasi ini dapat berkontribusi pada ketidaknyamanan sekaligus menjadi gejala adanya masalah pada fungsi kandung kemih.
  • Darah dalam urin (hematuria). Pada beberapa kasus, anyang-anyangan bisa disertai dengan darah dalam urin. Urin mungkin tampak merah muda, merah, atau kecokelatan, menunjukkan kemungkinan perdarahan dalam saluran kemih.
  • Urin keruh atau berbau busuk. Perubahan warna atau aroma urin dapat menunjukkan adanya infeksi atau kondisi lain yang berkontribusi pada anyang-anyangan.
  • Tekanan di area panggul. Ketika anyang-anyangan, kamu mungkin akan merasa tidak nyaman akibat tekanan di daerah panggul, yang dapat menyertai nyeri saat buang air kecil.

Berapa Lama Anyang-Anyangan Akan Hilang?

Berapa lama anyang-anyangan akan hilang tergantung pada penyebabnya. Setelah diberikan pengobatan sesuai dengan penyebab dan gejalanya, pada umumnya penderita anyang-anyangan merasakan progres yang baik dalam beberapa hari. Namun, bila penyebabnya sulit ditentukan, gejala mungkin lebih lama dirasakan.1

Pengobatan Anyang-Anyangan

Menemukan penyebab anyang-anyangan adalah tahap pertama dari pengobatan.2 Antibiotik paling sering digunakan untuk mengobati kondisi ini. Perlu diketahui bahwa antibiotik untuk anyang-anyangan dapat membuat air kencing berwarna merah-oranye.2,3

Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan saat anyang-anyangan menyerang. Pertama adalah meningkatkan asupan air harian untuk melancarkan kencing. Kamu juga bisa mengonsumsi obat bebas untuk mengatasi nyeri tersebut.2

Anyang-anyangan menyebabkan rasa terbakar, nyeri, dan ketidaknyamanan. Mengingat gejala tersebut begitu mengganggu, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter guna menentukan penyebab dan pengobatan yang paling tepat2 apabila anyang-anyangan tidak kunjung sembuh. Salam sehat! 

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Drugs. 2023. Dysuria. Available on https://www.drugs.com/health-guide/dysuria.html. Retrieved: May 23, 2024.
  2. Care Hospitals. Dysuria. Available on https://www.carehospitals.com/symptoms/dysuria. Retrieved: May 23, 2024.
  3. Cleveland Clinic. 2020. Dysuria (Painful Urination). Available on: https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/15176-dysuria-painful-urination. Retrieved: May 23, 2024.

Penyebab Air Kencing Bau Menyengat dan Cara Mengatasinya

Urin atau air kencing sebagian besar terdiri dari air. Di dalamnya juga terdapat limbah metabolisme yang berasal dari ginjal. Berbagai zat yang terkandung dalam limbah metabolisme dengan jumlah yang beragam mempengaruhi aroma urin. Dalam kondisi normal, urin akan memiliki aroma yang samar dan tidak menyengat dengan warna kuning terang.1 

Umumnya, semakin pekat urin aromanya akan semakin tajam karena di dalamnya ada lebih banyak kandungan limbah. Bau yang menyengat ini juga disebabkan oleh gas amonia di dalam urin. Beberapa makanan dan obat-obatan juga dapat menyebabkan air kencing bau menyengat, contohnya setelah kamu mengonsumsi asparagus atau meminum suplemen vitamin tertentu. Perlu diingat bahwa terkadang aroma urin juga menjadi indikasi penyakit medis serius sehingga tidak boleh diabaikan begitu saja.1 Jika baunya tidak hilang dengan sendirinya atau timbul gejala tambahan, ada baiknya untuk segera hubungi dokter.2

Penyebab Urin Bau

Penyebab urin berbau cukup beragam, yaitu antara lain: 

  1. Makanan dan minuman. Beberapa jenis makanan dan minuman yang memiliki aroma kuat berpotensi membuat urin jadi berbau lebih tajam. Makanan dan minuman tersebut termasuk asparagus, adas, kubis, buah kering, nangka, bawang putih, bawang bombay, madu, kopi dan alkohol.3
  1. Vitamin. Beberapa kelompok vitamin dapat membuat urin berbau karena sifatnya larut air sehingga tidak disimpan dalam tubuh. Contohnya adalah vitamin B. Oleh karena sifatnya yang larut air, vitamin B yang berlebih akan dibuang melalui urin. Vitamin B dalam multivitamin yang diminum sering kali menjadi penyebab urin berbau.3
  1. Obat-obatan. Beberapa obat seperti antibiotik dapat membuat urin berbau tajam. Jenis antibiotik ini umumnya terbuat dari jamur dan dapat membuat air kencing beraroma seperti ragi.3
  1. Diabetes ketoasidosis. Ketoasidosis adalah komplikasi diabetes berbahaya yang terjadi ketika substansi bernama keton menumpuk di dalam darah. Kondisi ini menyebabkan gejala seperti nafas berbau seperti buah, urin berbau, rasa haus yang berlebihan, dan kelelahan.3
  1. Trimetilaminuria. Ketika mengalami Trimetilaminuria, tubuh tidak dapat memecah senyawa yang disebut trimetilamina. Bahan kimia ini sendiri berbau seperti telur busuk, ikan busuk, atau sampah. Saat trimetilamina menumpuk di dalam tubuh, keringat, napas, dan urin akan berbau busuk dan menyengat.3
  1. Infeksi saluran kemih. Juga disebut ISK, infeksi ini terjadi ketika ada bakteri di bagian manapun dari sistem saluran kemih. Infeksi ini menyebabkan urin menjadi pekat dan berbau.3
  1. Batu ginjal. Kristal yang terbuat dari limbah metabolisme dan mineral dapat menumpuk di ginjal dan mengeras, yang dapat menyebabkan urin berbau tajam. Beberapa gejala lain mungkin juga dirasakan adalah mual, nyeri yang datang dan pergi, dan kencing berdarah.3

Cara Mengatasi Air Kencing Bau Busuk

Penyebab urin berbau cukup beragam dan untuk mendapatkan diagnosa akurat, pemeriksaan dokter dibutuhkan. Biasanya, dokter akan melihat faktor gaya hidup, perubahan kesehatan terkini, dan kapan bau tak sedap mulai muncul. Dokter akan melakukan kultur urin untuk memeriksa bakteri dan tanda-tanda infeksi lainnya.2

Jika pola makan menyebabkan bau, penyebab akan ditentukan berdasarkan gejalanya. Namun, ada kalanya dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut pada saluran kemih atau ginjal untuk menemukan alasan urin beraroma tajam. Bukan tidak mungkin juga pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat kondisi kesehatan lainnya.2

Sementara itu, jika urin berbau tiba-tiba muncul ada beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah untuk menguranginya, bahkan membuat aroma menyengatnya hilang. Kamu bisa:2

  • Menghindari mengonsumsi makanan yang menyebabkan urin berbau, terutama asparagus.
  • Mengganti suplemen jika kadar thiamin atau kolin yang tinggi kemungkinan besar menjadi penyebabnya.
  • Minum banyak air untuk mendukung hidrasi dan kesehatan ginjal dan saluran kemih.
  • Pergi ke kamar kamar mandi segera setelah keinginan buang air kecil muncul.
  • Menangani segala kondisi medis kronis seperti diabetes secermat mungkin dengan arahan dan pengawasan dokter.
  • Jika terbiasa minum alkohol, sebisa mungkin kurangi jumlahnya atau berhenti sama sekali.

Urin yang berbau tidak sedap dan menyengat memang mengkhawatirkan, tetapi mungkin hanya berlangsung sebentar apalagi jika tidak berkaitan dengan kondisi medis tertentu. Minum lebih banyak air putih dapat membantu menghilangkan aroma tersebut dengan lebih cepat. Apabila kamu tidak habis makan makanan pemicu kencing berbau namun aromanya masih tidak sedap, ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter agar masalah kesehatan apapun dapat segera terdeteksi dan ditangani dengan tepat.2

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. MayoClinic. Urine Odor (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://www.mayoclinic.org/symptoms/urine-odor/basics/causes/sym-20050704.
  2. Medical News Today. What causes smelly urine? (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/smelly-urine.
  3. WebMD. What to Know About Unusual Smell of Urine (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://www.webmd.com/urinary-incontinence-oab/what-to-know-about-unusual-smell-of-urine.

Manfaat Cranberry Untuk Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi pada bagian manapun dari sistem saluran kemih. Sistem saluran kemih meliputi ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Sebagian besar infeksi melibatkan saluran kemih bagian bawah yaitu kandung kemih dan uretra. Gejala ISK meliputi sensasi panas terbakar saat kencing, keinginan kencing yang lebih sering daripada biasanya hingga nyeri ketika buang air kecil.1,2

Berbagai gejala ini umumnya bisa disembuhkan dengan pemberian antibiotik.1 Namun, perlu diketahui bahwa kekambuhan ISK juga cukup umum terjadi2 sehingga dibutuhkan cara pencegahan yang tepat. Katanya, mengonsumsi buah cranberry bisa menjadi salah satu solusi.2,3,4 Benar tidak ya? Yuk, simak informasinya di bawah ini.

Mengenal Cranberry dan Manfaatnya

Cranberry berasal dari Amerika Utara dan sekarang menyebar terutama ke Chili dan Kanada. Banyak orang menganggap cranberry sebagai makanan super karena kandungan nutrisi dan antioksidannya yang tinggi. Berikut adalah penjelasan mengenai manfaat cranberry:

  • Cranberry diyakini mampu mendukung kesehatan tubuh misalnya dengan mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler, memperlambat pertumbuhan sel kanker, dan mendukung kesehatan mulut.5
  • Cranberry mengandung vitamin C, yang bermanfaat sebagai antioksidan untuk mencegah efek buruk radikal bebas dan menjaga kekuatan sistem imun tubuh. Selain itu, cranberry mengandung serat tinggi yang dapat membantu mengurangi risiko beberapa penyakit antara lain penyakit jantung, diabetes dan obesitas.5
  • Cranberry mengandung vitamin E yang membantu mendukung sistem imun tubuh dan menurunkan risiko atau menunda progresifitas beberapa penyakit yang terkait dengan radikal bebas, antara lain kanker, katarak, Alzheimer dan Arthritis.5

Manfaat Cranberry untuk Miss V dan Mencegah ISK

Cranberry adalah obat klasik untuk ISK yang telah digunakan sejak lama2,3. Riset menemukan bahwa cranberry mengandung zat yang bernama A-type proanthocyanidins (PACs)4 yang dapat mencegah bakteri menempel pada dinding kandung kemih. Ini dapat membantu mengurangi terjadinya infeksi kandung kemih dan jenis ISK lainnya. 

Namun, hal lain yang perlu diingat adalah mengonsumsi cranberry tidak bisa untuk menyembuhkan infeksi ISK yang sudah terjadi atau dialami, namun hanya bisa mencegahnya.2 Apabila infeksi terlanjur menjangkiti, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Tips Mencegah ISK

Selain dengan mengonsumsi cranberry baik dalam bentuk jus, kapsul atau suplemen lainnya, ISK dapat dicegah atau diminimalkan dengan cara sebagai berikut.

  1. Jaga tubuh tetap terhidrasi. Minum banyak air akan menambah volume urin dan membantu memastikan kamu sering buang air kecil. Hidrasi tubuh yang baik juga membantu mengencerkan dan membuang bakteri penyebab ISK.2
  1. Bersihkan area intim dengan benar. Jika bakteri dari rektum berpindah ke vagina atau uretra, hal ini dapat menyebabkan infeksi. Menyeka dari depan ke belakang dapat membantu mencegah terjadinya perpindahan bakteri tersebut.2
  1. Biasakan buang air kecil setelah berhubungan seks. Minum segelas air dan buang air kecil dapat membantu menghilangkan bakteri yang menempel pada dinding kandung kemih. Meskipun bukti pendukung mengenai cara ini cukup terbatas, setidaknya layak dicoba karena tidak memberikan risiko apapun.2
  1. Normalkan pH vagina. Menopause dapat mempengaruhi pH vagina, sehingga bakteri baik lebih sulit bertahan hidup dan bakteri penyebab ISK lebih mudah berkembang. Jika kamu berada dalam fase pasca menopause dan sering mengalami ISK, tanyakan kepada dokter barangkali estrogen vagina diperlukan untuk mengembalikan tingkat keasaman yang seharusnya.2
  1. Ubah alat kontrasepsi. Kondom yang mengandung spermisida dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan. Jika sering terkena ISK dan menggunakan alat kontrasepsi ini, pertimbangkan memilih opsi yang lain atas saran dan petunjuk dokter.2

ISK bisa diobati namun akan jauh lebih baik jika dapat dicegah sebelum terjadi mengingat gejalanya membuat kita tidak nyaman. Perlunya mengubah beberapa kebiasaan hidup agar bisa terhindar dari risiko ISK. Apabila diperlukan, kamu bisa menerapkannya sambil rutin mengonsumsi ekstrak cranberry karena terdapat zat PACs yang dapat membantu mengurangi terjadinya infeksi saluran kemih.

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. MayoClinic. Urinary tract infection (UTI) (Internet). (Cited March 2024). Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447.
  2. Houston Methodist. UTI Home Remedies: Does Cranberry Juice Really Help? (Internet). (Cited March 2024). Available from: https://www.houstonmethodist.org/blog/articles/2021/nov/uti-home-remedies-does-cranberry-juice-really-help/.
  3. National Library of Medicine. Cranberries for preventing urinary tract infections (Internet). (Cited March 2024). Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7027998/.
  4. Medical News Today. Cranberries help urinary tract infections, but not as juice (Internet). (Cited March 2024). Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/306498#Cranberry-juice-will-not-do-the-trick.
  5. Medical News Today. What to know about cranberries (Internet). (Cited March 2024). Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/269142.

Kenali Infeksi Saluran Kemih Pada Anak dan Cara Mengatasinya Sejak Dini

Infeksi saluran kemih (ISK) pada anak membuat si Kecil tidak nyaman dan paling fatal berpotensi mengalami kerusakan ginjal permanen. ISK pada anak paling sering terjadi di tahun pertama kehidupannya baik pada anak laki-laki maupun perempuan dan akan menurun drastis seiring bertambahnya usia buah hati.1

Walaupun tidak semua, namun buah hati yang usianya 2 bulan atau lebih muda rentan mengalami demam yang tidak diketahui alasannya. Ketika demam seperti ini terjadi, pemeriksaan medis harus mencakup kemungkinan infeksi saluran kemih karena kenaikan suhu tubuh drastis adalah salah satu gejalanya.1 Berikut ini adalah informasi seputar infeksi saluran kemih pada anak dan cara mengatasinya. 

Infeksi Saluran Kemih Pada Anak

Infeksi saluran kemih adalah peradangan pada sistem pengeluaran urin dari tubuh. Infeksi ini sebagian besar disebabkan oleh bakteri. Saluran kemih meliputi kedua ginjal yang membuang limbah cair dari darah dalam bentuk urin. Proses pengeluaran urin dimulai dari ureter yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih. Saat kandung kemih dikosongkan, urin mengalir melalui saluran yang disebut uretra dan keluar dari tubuh. Bakteri penyebab ISK pada anak dapat menginfeksi bagian manapun dari sistem ini.2

Urin normal mengandung air, garam, dan produk limbah tanpa adanya mikroba (seperti bakteri, virus dan  jamur). Infeksi terjadi ketika mikroba memasuki uretra, menyebar ke kandung kemih, ureter, dan ginjal, dan mulai berkembang biak di sana. Kebanyakan infeksi disebabkan oleh bakteri dari saluran pencernaan dan yang paling umum adalah bakteri Escherichia coli (E. coli) yang hidup di usus besar.2

ISK lebih sering terjadi pada anak perempuan karena uretra mereka lebih pendek. ISK bisa terjadi pada anak laki-laki jika ada bagian saluran kemih yang tersumbat. Selain itu, anak laki-laki yang tidak disunat juga lebih berisiko terkena ISK. Itulah sebabnya, selain karena alasan agama sunat atau sirkumsisi pada anak laki-laki disarankan agar saluran kemih lebih sehat.2

Gejala ISK Pada Anak

Riwayat ISK bervariasi sesuai usia pasien dan diagnosis spesifiknya. Tidak ada tanda atau gejala spesifik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi ISK pada bayi dan anak.1 Namun, biasanya anak dengan ISK akan mengalami beberapa keluhan berikut ini yang dibagi menjadi dua kelompok, bayi dan anak-anak.

Pada bayi, gejala ISK meliputi:2

  • Demam.
  • Urin berbau menyengat dan tidak sedap.
  • Mudah marah atau rewel.
  • Menangis.
  • Muntah.
  • Menurunnya nafsu makan.
  • Diare.

Pada anak-anak, gejala ISK meliputi:2

  • Tiba-tiba ingin buang air kecil.
  • Intensitas buang air kecil meningkat.
  • Hilangnya kendali urin (inkontinensia).
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Nyeri di atas tulang kemaluan.
  • Terdapat darah dalam urin.
  • Urine berbau tidak sedap.
  • Mual dan muntah.
  • Demam.
  • Panas dingin.
  • Nyeri di punggung atau samping di bawah tulang rusuk.
  • Kelelahan.

Diagnosa ISK Pada Anak

Untuk mengetahui apakah buah hati menderita ISK atau tidak, biasanya penyedia layanan kesehatan akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan anak. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan gejala ISK. Beberapa tes juga mungkin dilakukan2, seperti:

  1. Tes urin. Tes ini juga disebut dengan urinalisis. Sampel urin anak akan dikirim ke laboratorium untuk memeriksa sel darah merah, sel darah putih, bakteri, protein, dan tanda-tanda infeksi. Urin juga akan dikirim untuk kultur dan sensitivitas bakteri. Hal ini dilakukan guna mengetahui jenis bakteri yang menyebabkan infeksi dan obat terbaik untuk mengatasinya.2
  1. USG ginjal. Merupakan tes pencitraan tanpa rasa sakit. USG ginjal menggunakan gelombang suara dan komputer untuk menciptakan gambar pembuluh darah, jaringan, dan organ. Tes ini dapat menunjukkan organ dalam sebagaimana fungsinya dan menganalisa aliran darah melalui pembuluh. Anak laki-laki dengan ISK atau anak perempuan di bawah usia 5 atau 6 tahun mungkin memerlukan tes ini.2
  1. Voiding cystourethrogram (VCUG). Merupakan jenis rontgen saluran kemih. Prosesnya adalah tabung tipis dan fleksibel (kateter) dimasukkan ke dalam tabung yang mengalirkan urin dari kandung kemih ke luar tubuh (uretra). Kandung kemih diisi dengan pewarna cair. Gambar X-ray diambil saat kandung kemih terisi dan kosong. Gambar tersebut akan menunjukkan apakah ada aliran balik urin ke ureter dan ginjal.2

Terapi dan Pencegahan ISK Pada Anak

Terapi yang diberikan untuk ISK akan berbeda antara penderita yang satu dengan yang lain tergantung dari gejala, usia, kesehatan umum anak dan seberapa parah kondisinya. Terapi yang dilakukan antara lain:2

  • Pemberian obat antibiotik.
  • Pemberian bantalan pemanas atau obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit.
  • Minum banyak air.

Setelah terapi pertama dokter biasanya akan melakukan observasi lanjutan untuk melihat efektivitas terapi yang diberikan di tahap awal. PIlihan terapi selanjutnya dilakukan berdasarkan hasil terapi yang sebelumnya. Jangan lupa untuk berdiskusi dengan dokter mengenai risiko, manfaat, dan kemungkinan efek samping dari semua terapi ISK pada anak.2

Sementara itu, sebenarnya infeksi saluran kemih pada anak dapat dicegah dengan melakukan beberapa kebiasaan baik. Ajarkan buah hati untuk:2

  • Minum banyak cairan terutama air putih setiap hari.
  • Mengosongkan kandung kemih sepenuhnya saat buang air kecil.
  • Menyeka dari depan ke belakang setelah pergi ke kamar mandi, bagi anak perempuan.
  • Memenuhi asupan serat harian supaya anak tidak sembelit.

ISK pada anak dapat dihindari dengan melakukan kebiasaan baik tersebut. Namun, jika anak terlanjur mengalami berbagai gejala infeksi yang sudah dipaparkan, segera hubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan terapi yang tepat.

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Medscape. Pediatric Urinary Tract Infection (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://emedicine.medscape.com/article/969643-overview?form=fpf.
  2. Johns Hopkins Medicine. Urinary Tract Infections (UTI) in Children (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/urinary-tract-infections/urinary-tract-infections-uti-in-children.

Begini Posisi Tidur Saat Infeksi Saluran Kemih Agar Lebih Nyaman

Infeksi saluran kemih (ISK) bisa menyerang siapa saja terutama wanita karena saluran kemihnya lebih pendek dibandingkan pria. Penelitian menunjukkan bahwa prevalensi ISK meningkat seiring bertambahnya usia yang berarti semakin tua seseorang, kemungkinan terkena infeksi saluran kemih akan semakin meningkat. ISK seringkali bersifat kronis.1 

Bahkan dengan pengobatan terbaik, kekambuhan sering terjadi. Hal ini tentunya menyebabkan banyak ketidaknyamanan termasuk salah satunya adalah gangguan tidur. Di bawah ini adalah informasi seputar ISK dan rekomendasi posisi tidur saat infeksi saluran kemih terjadi supaya istirahat lebih baik dan nyaman.1

Apa Itu ISK?

ISK atau Infeksi Saluran Kemih adalah infeksi mikroba yang terjadi di mana saja di sistem saluran kemih yang terdiri dari uretra, kandung kemih, ureter, dan ginjal.1,2 Meskipun infeksi pada kandung kemih yang paling sering terjadi, kasus ISK pada saluran atas yakni ureter dan ginjal juga mungkin terjadi, dan biasanya sangat parah. ISK disebut sistitis jika terjadi di kandung kemih, uretritis jika terjadi di uretra, dan pielonefritis jika terjadi di ginjal.2

ISK adalah infeksi mikroba yang berarti disebabkan oleh mikroba (bakteri, jamur, dan virus). Kendati bakteri patogen seperti E. coli adalah penyebab utama ISK (> 85%), mikroba lain juga berkontribusi terhadap terjadinya ISK. E. coli sendiri adalah bakteri yang ditemukan di usus dan secara alami terdapat dalam tinja.2

Gejala ISK

Sistem saluran kemih sebenarnya sudah mengeluarkan E. coli, namun terkadang bakteri ini dapat masuk ke uretra melalui sejumlah kecil kotoran. Begitu bakteri mencapai saluran bawah (kandung kemih dan uretra), bakteri mulai berkembang biak.2 ISK seringkali menyerang tanpa gejala. Jika ada gejala biasanya cukup ringan sehingga sulit untuk mengenali kondisinya.1 Beberapa tanda dan gejala umum ISK adalah1:

  • Keinginan untuk buang air kecil yang terus-menerus dan kuat yang tidak kunjung hilang bahkan setelah buang air kecil.
  • Lebih sering ingin buang air kecil terutama malam hari, sehingga menyebabkan gangguan tidur.
  • Sensasi terbakar atau iritasi parah saat buang air kecil, menyebabkan ketidaknyamanan 
  • Perubahan warna urin, seperti menjadi keruh.
  • Beberapa orang mungkin mengeluarkan darah melalui urin, yang mungkin membuat urin tampak berwarna merah muda atau merah.
  • Bau urin yang tidak sedap.
  • Wanita mungkin mengalami nyeri panggul, terutama saat menderita sistitis.
  • Infeksi kandung kemih atau sistitis juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada perut.
  • Dalam kasus infeksi ginjal, seseorang mungkin mengalami demam, gemetar, menggigil, mual, dan muntah.

Gejala ISK bisa memburuk di malam hari, meski tidak pada semua kasus. Hal ini mungkin terjadi karena gejala ISK biasanya cukup ringan sehingga mudah dialihkan dengan kegiatan yang dilakukan di siang hari. Namun, ketika malam hari, kamu akan fokus beristirahat sehingga gejala lebih terasa dan menyakitkan. Ini tidak boleh diabaikan karena pada akhirnya, gejala ISK yang makin terasa membuat tidur jadi terganggu1.

Posisi Tidur Saat Infeksi Saluran Kemih

Jika kamu mengalami infeksi saluran kemih, sulit menemukan posisi tidur yang nyaman. Infeksi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan terbakar saat buang air kecil, serta peningkatan frekuensi dan urgensi buang air kecil. Gejala-gejala ini dapat membuat penderitanya sulit tertidur, dan bahkan lebih sulit lagi untuk tetap tertidur.3

Namun, ada beberapa posisi tidur yang dapat membantu meringankan ketidaknyamanan dan memungkinkanmu mendapatkan istirahat malam yang nyenyak antara lain: 

  • Terlentang dengan bantal di bawah lutut, atau 
  • Miring dengan bantal di antara kedua kaki. 

Kedua posisi tersebut membantu mengurangi tekanan pada kandung kemih sehingga memberi kesempatan terbaik untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak.3

Tips Meringankan Nyeri ISK di Malam Hari

Tidur dengan nyeri ISK akan sulit dilakukan karena adanya keinginan terus-menerus untuk buang air kecil dan rasa sakit yang menyertainya. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meringankan ketidaknyamanan dan membuat tidur jadi lebih mudah, antara lain:3

  1. Hindari Kafein dan Minuman Lain yang Dapat Mengiritasi Kandung Kemih 

Meskipun ada banyak cara untuk meredakan nyeri ISK, salah satu yang terpenting adalah menghindari minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih. Ini termasuk kafein dan stimulan lainnya serta minuman manis atau asam. Alkohol juga dapat memperburuk gejala ISK, jadi sebaiknya hindari sama sekali.3

  1. Minum Banyak Air Putih

Minum banyak air putih membantu meringankan ISK dengan dua cara. Pertama, membuat kamu lebih sering buang air kecil dan membantu menghilangkan bakteri penyebab infeksi. Kedua, minum air putih akan mengurangi konsentrasi atau kepekatan urin dan membuatnya lebih encer sehingga dapat membantu mengurangi rasa nyeri ketika buang air kecil.3

  1. Gunakan Bantalan Pemanas atau Botol Air Panas

Jika ingin meredakan nyeri dengan cepat, bantal pemanas atau botol air panas bisa menjadi pilihan bagus. Panasnya membantu meredakan peradangan dan nyeri yang berhubungan dengan ISK. Cukup tempelkan sumber panas ke perut bagian bawah atau punggung selama 10-15 menit setiap kalinya.3

  1. Kosongkan Kandung Kemih Sebelum Tidur

Salah satu cara paling sederhana dan efektif untuk meredakan ketidaknyamanan ISK di malam hari adalah dengan mengosongkan kandung kemih sebelum tidur. Ini akan membantu menghilangkan bakteri dan mengurangi risiko infeksi lebih lanjut.3

  1. Mandi Air Hangat

Cara lainnya adalah mandi air hangat. Gunakan suhu air yang paling nyaman bagimu. Ini akan membantu menghilangkan rasa sakit sebelum berbaring untuk tidur malam.3

Walaupun beberapa posisi tidur saat infeksi saluran kemih di atas bisa membuat penderita ISK lebih nyaman, namun gejala infeksi yang terjadi tetap harus ditangani dengan benar. Segera periksakan diri ke dokter ketika merasa tidak nyaman saat kencing atau mendapati gejala ISK lainnya.3

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Bens Natural Health. How To Sleep With UTI Discomfort (internet). (Cited February 2024). Available from https://www.bensnaturalhealth.com/blog/how-to-sleep-with-uti-discomfort/.
  2. e-Surgery. How To Relieve UTI Pain At Night? (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://e-surgery.com/how-to-relieve-uti-pain-at-night/#:~:text=Best%20UTI%20Sleeping%20Position%3F,back%2C%20spreading%20your%20legs%20apart.
  3. DrHouse. How to Sleep With UTI Discomfort? (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://drhouse.com/learn/uti/how-to-sleep-with-uti-discomfort/#What-Are-the-Best-UTI-Sleeping-Positions

Bisa Infeksi, Ini Akibat Menahan Buang Air Kecil Terlalu Sering

Buang air kecil adalah kebutuhan semua orang. Sayangnya, ketika sedang berada di luar rumah, ketersediaan toilet yang bersih tidak selalu ada yang menyebabkan kamu menahan kencing. Dalam kebanyakan kasus, menahan kencing dalam waktu singkat memang tidak berbahaya. Namun, jika dilakukan terlalu sering dan dalam jangka waktu lama hingga mengabaikan keinginan untuk buang air kecil, ini dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti infeksi saluran kemih.1 

Oleh karena itu, penting untuk tidak menahannya lebih lama dari yang diperlukan. Mengosongkan kandung kemih secara teratur bisa menjadi solusi yang baik untuk kesehatan serta membantu menghindari bahaya menahan kencing.1

​Seberapa Sering Kencing yang Normal?

Kandung kemih orang dewasa dapat menampung sekitar 2 gelas/cangkir cairan yang setara dengan 450 ml.2 Seberapa cepat kandung kemih terisi bergantung pada sejumlah faktor, dan oleh karena itu, tidak ada aturan pasti tentang seberapa sering intensitas ke kamar mandi. Namun dalam sebagian besar kasus, orang dewasa akan kencing setiap sekitar 3 hingga 4 jam sekali.1 

Intensitas urinasi ini dipengaruhi terutama oleh jenis dan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh, misalnya minum air dalam jumlah banyak dalam waktu singkat atau minum minuman berkafein. Saat keinginan untuk kencing timbul, jangan menahannya terlalu lama.1

Apakah Menahan Kencing Berbahaya?

Jika sistem saluran kemih dalam keadaan sehat, menahan buang air kecil secara umum tidak berbahaya. Bahkan bila kandung kemih terlalu aktif, menahan kencing justru menjadi bagian penting dari latihan kandung kemih. Latihan secara teratur dapat membantu mengatur “jadwal” buang air kecil supaya kamu lebih nyaman.3

Sebenarnya, tidak ada pedoman pasti berapa lama boleh menahan kencing sebab ini bervariasi pada setiap orang tergantung dari berbagai faktor. Namun, perlu dicatat bahwa dalam keadaan tertentu, menahan kencing dalam waktu lama dan terlalu sering bisa berbahaya.3 Jika mempunyai kondisi seperti yang disebutkan, menahan kencing dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih atau penyakit ginjal:3 

  • Pembesaran prostat.
  • Kandung kemih neurogenik.
  • Gangguan ginjal.
  • Retensi urin.
  • Hamil, wanita hamil lebih rentan mengalami ISK.

Akibat Menahan Buang Air Kecil

Pada orang dengan tubuh sehat, menahan kencing dapat menyebabkan efek samping antara lain:2

  1. Nyeri pada kandung kemih

Saat sedang buang air kecil, biasanya terasa nyeri atau sakit. Otot-otot di sekitar panggul juga dalam posisi terkepal sebagian setelah buang air kecil, yang dapat menyebabkan kram panggul.2

  1. Infeksi saluran kemih

Orang yang tidak minum cukup cairan lebih rentan terkena ISK karena kandung kemih jadi tidak dapat mengirimkan sinyal ke otak untuk kencing. Air seni yang tidak segera dikeluarkan seperti ini bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak dan akhirnya menyebabkan infeksi. Gejala ISK meliputi2:

  • Perasaan terbakar atau perih saat buang air kecil.
  • Nyeri di panggul atau perut bagian bawah.
  • Dorongan terus-menerus untuk mengosongkan kandung kemih.
  • Urin yang berbau kuat atau busuk.
  • Urin keruh dan tidak berwarna.
  • Urin berwarna gelap secara konsisten.
  • Urin berdarah.
  1. Peregangan kandung kemih

Dalam jangka panjang, menahan buang air kecil dapat menyebabkan kandung kemih meregang. Hal ini membuat kandung kemih sulit atau tidak mungkin berkontraksi dan mengeluarkan air seni secara normal. Ketika kandung kemih meregang, tindakan tambahan seperti pemasangan kateter mungkin diperlukan.2

  1. Cedera otot dasar panggul

Sering menahan kencing dapat membahayakan otot dasar panggul. Salah satu otot tersebut adalah sphincter uretra yang menjaga uretra tetap tertutup untuk mencegah kebocoran urin. Kerusakan otot ini dapat menyebabkan inkontinensia urin. Melakukan latihan dasar panggul seperti senam Kegel dapat membantu memperkuat otot-otot tersebut dan mencegah cedera otot.2

  1. Batu ginjal

Menahan buang air kecil dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal pada orang dengan riwayat penyakit tersebut atau yang memiliki kandungan mineral tinggi dalam urinnya. Kencing seringkali mengandung mineral seperti asam urat dan kalsium oksalat yang jika “ditimbun” dalam waktu lama dan tidak segera dikeluarkan akan mengeras dan membentuk batu ginjal.2

Sesekali menahan kencing sebenarnya tidak berbahaya. Namun, melakukannya terlalu sering hingga menjadi kebiasaan dapat meningkatkan risiko infeksi atau komplikasi lainnya. Agar tidak harus menahan kencing akibat kamar mandi yang tidak memadai atau alasan lain, akan membantu jika mempunyai kebiasaan buang air kecil secara berkala dan teratur. Bila merasa buang air kecil terlalu banyak atau sering, jangan ragu untuk menghubungi dokter.2

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Very Well Health. Is It Dangerous to Hold Your Urine? (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://www.verywellhealth.com/is-it-dangerous-to-hold-your-urine-4154358.
  2. Medical News Today. Is it safe to hold your pee? Five possible complications (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/321408.
  3. Healthline. Is It Safe to Hold Your Pee? (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://www.healthline.com/health/holding-pee#is-it-safe.

Penyebab Buang Air Kecil Tidak Tuntas, Jangan Anggap Sepele

Buang air kecil tidak tuntas atau retensi urin adalah sebuah kondisi ketika kandung kemih tidak bisa kosong sempurna setelah kamu buang air kecil.1,2,3 Kandung kemih bisa diibaratkan seperti tangki yang menampung urin dari ginjal. Ketika tangki ini penuh, maka urin akan dikeluarkan dari tubuh. Buang air kecil tidak tuntas terbagi menjadi dua yaitu akut dan kronis.1 

Akut artinya terjadi secara tiba-tiba dan kemungkinan dalam tahap parah. Sedangkan kronis adalah terjadi dalam waktu lama. Maka dari itu, jika kamu tiba-tiba mengalami retensi urin padahal sebelumnya baik-baik saja, segera periksakan diri ke dokter. Di sisi lain, retensi urin kronis biasanya terjadi jangka panjang pada orang lanjut usia, terutama wanita.1

Penyebab Kencing Tidak Tuntas

BAK tidak tuntas bisa disebabkan oleh beberapa hal, termasuk adanya sumbatan, konsumsi obat-obatan tertentu, masalah saraf, serta infeksi dan pembengkakan.1 Masing-masing akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

  1. Penyumbatan1,3

Jika sesuatu menyumbat aliran kencing yang melalui kandung kemih dan uretra, maka kencing tidak tuntas sangat mungkin terjadi. Pada pria, sumbatan bisa terjadi ketika kelenjar prostat membengkak sehingga menekan uretra. Kondisi seperti inilah yang menyebabkan retensi kronis pada pria. 

Pada wanita sumbatan bisa terjadi karena adanya benjolan menekan dinding belakang vagina sehingga saluran kencing menyempit dan akhirnya aliran kencing terhambat. Selain dua hal di atas, sumbatan pada saluran kemih juga bisa disebabkan oleh kencing batu.

  1. Konsumsi obat-obatan2,3

Percaya atau tidak, ternyata konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa memicu terjadinya buang air kecil terhambat. Obat-obatan antihistamin dapat mempengaruhi kerja otot kandung kemih sehingga pipis jadi tidak tuntas. Jenis obat-obatan lainnya yang juga mempengaruhi kerja kandung kemih adalah antikolinergik, penurun tekanan darah, antipsikotik dan hormon.

  1. Gangguan sistem saraf2,3

Pengeluaran urin dari tubuh terjadi ketika otak memberikan komando pada otot kandung kemih untuk mengerut sehingga urin terdorong keluar. Kemudian, otak memerintahkan otot spincter di sekitar uretra untuk relaksasi sehingga urin bisa mengalir lancar keluar tubuh. Semua perintah dari otak ini disampaikan oleh sistem saraf. 

Jika terjadi masalah pada sistem saraf, pipis tidak tuntas bisa terjadi. Gangguan sistem saraf tersebut bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti mengalami stroke, diabetes, multipel sklerosis, trauma pada tulang belakang hingga proses melahirkan pervaginam.

  1. Infeksi dan pembengkakan2

Pada pria, infeksi pada prostat dapat memicu pembengkakan. Pembengkakan yang terjadi menekan uretra sehingga menyumbat aliran urin yang keluar tubuh. selain itu, ISK juga berpotensi menyebabkan pembengkakan pada uretra atau kandung kemih melemah dimana kedua kondisi tersebut menyebabkan kencing tidak tuntas. Penyakit menular seksual juga bisa menyebabkan pembengkakan di saluran kemih yang berujung pada pipis tidak tuntas.

Gejala Buang Air Kecil Tidak Tuntas

Sama seperti penyakit lainnya, pipis yang tidak tuntas juga menunjukkan beberapa gejala. Di bawah ini adalah informasinya yang terbagi menjadi dua yaitu retensi urinasi akut dan kronis.

  • Gejala pipis tidak tuntas akut, meliputi keinginan untuk kencing namun tidak ada urin yang keluar, nyeri yang berat di perut bawah, dan pembengkakan pada kandung kemih karena urin yang tertahan di dalamnya.2
  • Gejala pipis tidak tuntas kronis, meliputi rasa ingin pipis yang tidak tertahankan, kencing lebih dari 8 kali sehari, pipis terasa tertahan di tengah proses keluarnya, kencing terus menerus di malam hari, urin keluar sendirinya di siang hari, dan rasa tidak nyaman di pinggul seperti ada yang mengganjal.2

Penanganan dan Pencegahan BAK Tidak Tuntas

Penanganan terhadap kencing tidak tuntas dimulai dari proses diagnosis dokter untuk mengetahui penyebabnya. Pasalnya, penanganan yang diberikan harus sesuai dengan penyebab. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, meliputi tes prostat pada pria dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan bagi pria dan wanita.3

Setelah diagnosis dilakukan, pasien akan diberikan beberapa jenis pengobatan tergantung pada kondisinya, seperti:2

  • Pemberian antibiotik jika ISK menjadi penyebabnya,
  • Terapi fisik untuk malfungsi pelvis,
  • Penggantian obat jika retensi disebabkan oleh konsumsi obat-obatan,
  • Pemasangan kateter untuk mengosongkan kandung kemih,
  • Operasi pada uretra yang menyempit,
  • Operasi untuk mengangkat jaringan prostat yang membengkak,
  • Pemasangan stent untuk mencegah sumbatan pada uretra.

Kabar baiknya, jika belum terjadi retensi urin ini sebenarnya bisa dicegah dengan memperhatikan lifestyle sehari-hari. Biasakan minum air putih secara berkala supaya produksi urin tidak berlebihan dan keinginan pipis dapat dikontrol serta lakukan olahraga seperti senam kegel untuk memperkuat otot spincter.2 Apabila diperlukan, kamu bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung Ekstrak Cranberry untuk kesehatan saluran kemihmu. Salam sehat!  

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Cleveland Clinic Team. Urinary Retention. Cleveland Clinic. Diakses dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15427-urinary-retention.
  2. Tim Jewell. (2021). What Causes Urinary Retention, and How Is It Treated? Healthline. Diakses dari https://www.healthline.com/health/urinary-retention.
  3. Shilpa Amin. (2020). What to know about urinary retention. Medical News Today. Diakses dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/327417.