Bagaimana Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil? Ini Caranya!

Pernahkah kamu mengalami sering buang air kecil? Di Indonesia juga sering disebut dengan istilah beser, sering buang air kecil merupakan sebuah kondisi yang tidak wajar kecuali jika kamu adalah lansia, mengalami pembengkakan prostat atau sedang mengandung.1 

Jika tidak mengalami salah satu kondisi di atas, maka bisa jadi sering pipis disebabkan oleh ISK atau Infeksi Saluran Kemih yang merupakan penyebab paling umum.1 Tapi tenang, beser bukanlah penyakit yang tidak bisa diobati. Lalu, bagaimana cara mengatasi sering buang air kecil? Berikut ini adalah serba-serbi mengenai penyebab dan cara mengatasi sering kencing yang bisa kamu coba.

Penyebab Sering Buang Air Kecil

Sebelum masuk ke cara mengobati pipis terus menerus, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu hal-hal yang mungkin menjadi penyebabnya. Normalnya, orang sehat akan pipis sekitar 4 hingga 8 kali sehari.1,2 Namun, pada beberapa orang, frekuensi kencing ini meningkat karena kondisi tertentu misalnya kehamilan, usia lanjut, pelebaran prostat dan mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak.1 Itu artinya, jika kamu berada dalam salah satu kondisi tersebut, beser merupakan hal yang dianggap wajar.

Namun, yang tidak wajar adalah ketika kamu tidak hamil, bukan lansia dan tidak minum banyak air namun pipis lebih dari 8 kali sehari. Bisa jadi itu adalah tanda bahwa ada gangguan kesehatan yang sedang terjadi pada tubuh. Beberapa penyebab umum sering buang air kecil adalah:

  1. Infeksi Saluran Kemih

Penyebab pertama dan paling umum dari sering pipis adalah ISK atau Infeksi Saluran Kemih. ISK bisa terjadi karena adanya infeksi bakteri di saluran kemih, baik itu pada ginjal, uretra ataupun kandung kemih. Bakteri yang terus berkembang biak dapat membuat pengeluaran urin terganggu termasuk jadi sering kencing.1

  1. Diabetes

Orang yang menderita diabetes atau kencing manis juga sangat berpotensi mengalami pipis terus menerus. Alasannya adalah pengidap diabetes memiliki masalah dengan insulinnya di mana tubuh tidak bisa menggunakan insulin untuk memecah gula menjadi unit yang lebih kecil.1,2

  1. Pembengkakan prostat

Pada pria usia lanjut, sebenarnya pembengkakan prostat adalah hal yang sering terjadi. Namun, rupanya hal ini memberikan dampak salah satunya adalah sering kencing. Prostat yang membengkak memberikan tekanan pada kandung kemih sehingga kamu jadi lebih sering merasa ingin pipis.1,2 Ditambah dengan otot pelvis yang elastisitasnya berkurang karena usia, keinginan untuk kencing ini seringkali susah dikendalikan atau ditahan.2

  1. Banyak mengonsumsi kafein

Kafein utamanya ditemukan pada kopi. Jika kamu tidak terbiasa ngopi atau mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak, hal ini akan menyebabkan pipis terus-menerus atau setidaknya lebih banyak dari biasanya. Perlu diketahui bahwa kafein bersifat diuretik yang artinya merangsang produksi urin lebih dari biasanya. Saat minum kopi, kafein menghambat kelenjar pituitari untuk memproduksi hormon ADH (Anti Diuretic Hormone) yang membuat ginjal tidak menyerap air. Akhirnya, kamu jadi mudah merasa ingin kencing setelah minum kopi3

Cara Mengatasi Sering Kencing

Terlepas dari penyebab yang membuat kamu mengalami sering pipis, perlu diketahui bahwa sebenarnya kondisi ini bisa ditangani dengan beberapa cara. Jika ingin mendapatkan diagnosa yang tepat, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan sejumlah tes untuk memastikan penyebab sering kencing.1

Jika penyebabnya adalah ISK, biasanya dokter akan memberikan terapi berupa antibiotik.2 Selain itu, kamu juga bisa melakukan langkah penanganan untuk membantu mengurangi frekuensi pipis, tanpa harus melibatkan dokter. Beberapa cara yang bisa kamu coba lakukan adalah:

  • Senam Kegel. Salah satu penyebab sering pipis adalah karena otot pelvis yang lemah sehingga tidak bisa menahan pipis dengan baik. Untuk membuatnya lebih kuat dan bekerja maksimal, cobalah melakukan senam Kegel. Tidak perlu lama, cukup 5 menit saja 3 kali sehari, otot pelvis akan lebih terlatih dan terkontrol sehingga frekuensi pipis akan perlahan berkurang.4
  • Atur asupan minuman yang masuk. Terutama ketika malam hari, sebaiknya kamu minum air putih dalam jumlah banyak 2 jam sebelum tidur. Tujuannya adalah supaya ketika tidur nanti kamu tidak merasa ingin pipis terus menerus.1,2 Selain itu, jika biasanya minum kopi atau teh, pertimbangkan untuk mengurangi jumlah sajiannya per hari. Kopi dan teh mengandung kafein yang bersifat diuretik atau merangsang produksi urin.1,2,4
  • Gunakan protective pad. Terakhir, jika kamu merasa tetap sulit mengontrol keinginan pipis walaupun sudah melakukan cara sebelumnya, cobalah solusi sementara yaitu dengan menggunakan protective pad atau alas untuk melapisi tempat tidur. Cara ini memang tidak membantu mengontrol jumlah urin yang keluar. Namun, setidaknya kamu tidak harus terburu-buru ke kamar mandi saat ingin pipis karena takut kasur terkena kencing.1

Kencing terus-menerus bisa jadi wajar, namun juga mungkin merupakan masalah kesehatan yang perlu ditangani dengan benar. Apabila diperlukan, kamu bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung Ekstrak Cranberry untuk membantu menjaga kesehatan saluran kemihmu, Segera hubungi dokter jika kamu merasa pipis terus-menerus mengganggu kegiatan sehari-hari.

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Cleveland Clinic Team. Frequent Urination. Cleveland Clinic. Diakses dari https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/15533-frequent-urination.
  2. Kathleen Smith. (2022). Frequent Urination: Symptoms, Causes and Treatment. Everyday Health. Diakses dari https://www.everydayhealth.com/urine/frequent-urination-symptoms-causes-treatment/.
  3. Houston Metro Urology. (2021). Why Does Coffee Make You Pee? HMU. Diakses dari https://www.hmutx.com/does-coffee-make-you-pee#:~:text=Caffeine%20is%20a%20diuretic,kidneys%20to%20not%20reabsorb%20water.
  4. Nazia Bandukwala. (2023). Frequent Urination: Causes and Treatments. Web MD. Diakses dari https://www.webmd.com/urinary-incontinence-oab/frequent-urination-causes-and-treatments.
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *