Penyebab Air Kencing Bau Menyengat dan Cara Mengatasinya

Urin atau air kencing sebagian besar terdiri dari air. Di dalamnya juga terdapat limbah metabolisme yang berasal dari ginjal. Berbagai zat yang terkandung dalam limbah metabolisme dengan jumlah yang beragam mempengaruhi aroma urin. Dalam kondisi normal, urin akan memiliki aroma yang samar dan tidak menyengat dengan warna kuning terang.1 

Umumnya, semakin pekat urin aromanya akan semakin tajam karena di dalamnya ada lebih banyak kandungan limbah. Bau yang menyengat ini juga disebabkan oleh gas amonia di dalam urin. Beberapa makanan dan obat-obatan juga dapat menyebabkan air kencing bau menyengat, contohnya setelah kamu mengonsumsi asparagus atau meminum suplemen vitamin tertentu. Perlu diingat bahwa terkadang aroma urin juga menjadi indikasi penyakit medis serius sehingga tidak boleh diabaikan begitu saja.1 Jika baunya tidak hilang dengan sendirinya atau timbul gejala tambahan, ada baiknya untuk segera hubungi dokter.2

Penyebab Urin Bau

Penyebab urin berbau cukup beragam, yaitu antara lain: 

  1. Makanan dan minuman. Beberapa jenis makanan dan minuman yang memiliki aroma kuat berpotensi membuat urin jadi berbau lebih tajam. Makanan dan minuman tersebut termasuk asparagus, adas, kubis, buah kering, nangka, bawang putih, bawang bombay, madu, kopi dan alkohol.3
  1. Vitamin. Beberapa kelompok vitamin dapat membuat urin berbau karena sifatnya larut air sehingga tidak disimpan dalam tubuh. Contohnya adalah vitamin B. Oleh karena sifatnya yang larut air, vitamin B yang berlebih akan dibuang melalui urin. Vitamin B dalam multivitamin yang diminum sering kali menjadi penyebab urin berbau.3
  1. Obat-obatan. Beberapa obat seperti antibiotik dapat membuat urin berbau tajam. Jenis antibiotik ini umumnya terbuat dari jamur dan dapat membuat air kencing beraroma seperti ragi.3
  1. Diabetes ketoasidosis. Ketoasidosis adalah komplikasi diabetes berbahaya yang terjadi ketika substansi bernama keton menumpuk di dalam darah. Kondisi ini menyebabkan gejala seperti nafas berbau seperti buah, urin berbau, rasa haus yang berlebihan, dan kelelahan.3
  1. Trimetilaminuria. Ketika mengalami Trimetilaminuria, tubuh tidak dapat memecah senyawa yang disebut trimetilamina. Bahan kimia ini sendiri berbau seperti telur busuk, ikan busuk, atau sampah. Saat trimetilamina menumpuk di dalam tubuh, keringat, napas, dan urin akan berbau busuk dan menyengat.3
  1. Infeksi saluran kemih. Juga disebut ISK, infeksi ini terjadi ketika ada bakteri di bagian manapun dari sistem saluran kemih. Infeksi ini menyebabkan urin menjadi pekat dan berbau.3
  1. Batu ginjal. Kristal yang terbuat dari limbah metabolisme dan mineral dapat menumpuk di ginjal dan mengeras, yang dapat menyebabkan urin berbau tajam. Beberapa gejala lain mungkin juga dirasakan adalah mual, nyeri yang datang dan pergi, dan kencing berdarah.3

Cara Mengatasi Air Kencing Bau Busuk

Penyebab urin berbau cukup beragam dan untuk mendapatkan diagnosa akurat, pemeriksaan dokter dibutuhkan. Biasanya, dokter akan melihat faktor gaya hidup, perubahan kesehatan terkini, dan kapan bau tak sedap mulai muncul. Dokter akan melakukan kultur urin untuk memeriksa bakteri dan tanda-tanda infeksi lainnya.2

Jika pola makan menyebabkan bau, penyebab akan ditentukan berdasarkan gejalanya. Namun, ada kalanya dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut pada saluran kemih atau ginjal untuk menemukan alasan urin beraroma tajam. Bukan tidak mungkin juga pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat kondisi kesehatan lainnya.2

Sementara itu, jika urin berbau tiba-tiba muncul ada beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah untuk menguranginya, bahkan membuat aroma menyengatnya hilang. Kamu bisa:2

  • Menghindari mengonsumsi makanan yang menyebabkan urin berbau, terutama asparagus.
  • Mengganti suplemen jika kadar thiamin atau kolin yang tinggi kemungkinan besar menjadi penyebabnya.
  • Minum banyak air untuk mendukung hidrasi dan kesehatan ginjal dan saluran kemih.
  • Pergi ke kamar kamar mandi segera setelah keinginan buang air kecil muncul.
  • Menangani segala kondisi medis kronis seperti diabetes secermat mungkin dengan arahan dan pengawasan dokter.
  • Jika terbiasa minum alkohol, sebisa mungkin kurangi jumlahnya atau berhenti sama sekali.

Urin yang berbau tidak sedap dan menyengat memang mengkhawatirkan, tetapi mungkin hanya berlangsung sebentar apalagi jika tidak berkaitan dengan kondisi medis tertentu. Minum lebih banyak air putih dapat membantu menghilangkan aroma tersebut dengan lebih cepat. Apabila kamu tidak habis makan makanan pemicu kencing berbau namun aromanya masih tidak sedap, ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter agar masalah kesehatan apapun dapat segera terdeteksi dan ditangani dengan tepat.2

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. MayoClinic. Urine Odor (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://www.mayoclinic.org/symptoms/urine-odor/basics/causes/sym-20050704.
  2. Medical News Today. What causes smelly urine? (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/smelly-urine.
  3. WebMD. What to Know About Unusual Smell of Urine (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://www.webmd.com/urinary-incontinence-oab/what-to-know-about-unusual-smell-of-urine.

Manfaat Cranberry Untuk Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi pada bagian manapun dari sistem saluran kemih. Sistem saluran kemih meliputi ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Sebagian besar infeksi melibatkan saluran kemih bagian bawah yaitu kandung kemih dan uretra. Gejala ISK meliputi sensasi panas terbakar saat kencing, keinginan kencing yang lebih sering daripada biasanya hingga nyeri ketika buang air kecil.1,2

Berbagai gejala ini umumnya bisa disembuhkan dengan pemberian antibiotik.1 Namun, perlu diketahui bahwa kekambuhan ISK juga cukup umum terjadi2 sehingga dibutuhkan cara pencegahan yang tepat. Katanya, mengonsumsi buah cranberry bisa menjadi salah satu solusi.2,3,4 Benar tidak ya? Yuk, simak informasinya di bawah ini.

Mengenal Cranberry dan Manfaatnya

Cranberry berasal dari Amerika Utara dan sekarang menyebar terutama ke Chili dan Kanada. Banyak orang menganggap cranberry sebagai makanan super karena kandungan nutrisi dan antioksidannya yang tinggi. Berikut adalah penjelasan mengenai manfaat cranberry:

  • Cranberry diyakini mampu mendukung kesehatan tubuh misalnya dengan mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler, memperlambat pertumbuhan sel kanker, dan mendukung kesehatan mulut.5
  • Cranberry mengandung vitamin C, yang bermanfaat sebagai antioksidan untuk mencegah efek buruk radikal bebas dan menjaga kekuatan sistem imun tubuh. Selain itu, cranberry mengandung serat tinggi yang dapat membantu mengurangi risiko beberapa penyakit antara lain penyakit jantung, diabetes dan obesitas.5
  • Cranberry mengandung vitamin E yang membantu mendukung sistem imun tubuh dan menurunkan risiko atau menunda progresifitas beberapa penyakit yang terkait dengan radikal bebas, antara lain kanker, katarak, Alzheimer dan Arthritis.5

Manfaat Cranberry untuk Miss V dan Mencegah ISK

Cranberry adalah obat klasik untuk ISK yang telah digunakan sejak lama2,3. Riset menemukan bahwa cranberry mengandung zat yang bernama A-type proanthocyanidins (PACs)4 yang dapat mencegah bakteri menempel pada dinding kandung kemih. Ini dapat membantu mengurangi terjadinya infeksi kandung kemih dan jenis ISK lainnya. 

Namun, hal lain yang perlu diingat adalah mengonsumsi cranberry tidak bisa untuk menyembuhkan infeksi ISK yang sudah terjadi atau dialami, namun hanya bisa mencegahnya.2 Apabila infeksi terlanjur menjangkiti, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Tips Mencegah ISK

Selain dengan mengonsumsi cranberry baik dalam bentuk jus, kapsul atau suplemen lainnya, ISK dapat dicegah atau diminimalkan dengan cara sebagai berikut.

  1. Jaga tubuh tetap terhidrasi. Minum banyak air akan menambah volume urin dan membantu memastikan kamu sering buang air kecil. Hidrasi tubuh yang baik juga membantu mengencerkan dan membuang bakteri penyebab ISK.2
  1. Bersihkan area intim dengan benar. Jika bakteri dari rektum berpindah ke vagina atau uretra, hal ini dapat menyebabkan infeksi. Menyeka dari depan ke belakang dapat membantu mencegah terjadinya perpindahan bakteri tersebut.2
  1. Biasakan buang air kecil setelah berhubungan seks. Minum segelas air dan buang air kecil dapat membantu menghilangkan bakteri yang menempel pada dinding kandung kemih. Meskipun bukti pendukung mengenai cara ini cukup terbatas, setidaknya layak dicoba karena tidak memberikan risiko apapun.2
  1. Normalkan pH vagina. Menopause dapat mempengaruhi pH vagina, sehingga bakteri baik lebih sulit bertahan hidup dan bakteri penyebab ISK lebih mudah berkembang. Jika kamu berada dalam fase pasca menopause dan sering mengalami ISK, tanyakan kepada dokter barangkali estrogen vagina diperlukan untuk mengembalikan tingkat keasaman yang seharusnya.2
  1. Ubah alat kontrasepsi. Kondom yang mengandung spermisida dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan. Jika sering terkena ISK dan menggunakan alat kontrasepsi ini, pertimbangkan memilih opsi yang lain atas saran dan petunjuk dokter.2

ISK bisa diobati namun akan jauh lebih baik jika dapat dicegah sebelum terjadi mengingat gejalanya membuat kita tidak nyaman. Perlunya mengubah beberapa kebiasaan hidup agar bisa terhindar dari risiko ISK. Apabila diperlukan, kamu bisa menerapkannya sambil rutin mengonsumsi ekstrak cranberry karena terdapat zat PACs yang dapat membantu mengurangi terjadinya infeksi saluran kemih.

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. MayoClinic. Urinary tract infection (UTI) (Internet). (Cited March 2024). Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447.
  2. Houston Methodist. UTI Home Remedies: Does Cranberry Juice Really Help? (Internet). (Cited March 2024). Available from: https://www.houstonmethodist.org/blog/articles/2021/nov/uti-home-remedies-does-cranberry-juice-really-help/.
  3. National Library of Medicine. Cranberries for preventing urinary tract infections (Internet). (Cited March 2024). Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7027998/.
  4. Medical News Today. Cranberries help urinary tract infections, but not as juice (Internet). (Cited March 2024). Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/306498#Cranberry-juice-will-not-do-the-trick.
  5. Medical News Today. What to know about cranberries (Internet). (Cited March 2024). Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/269142.

Kenali Infeksi Saluran Kemih Pada Anak dan Cara Mengatasinya Sejak Dini

Infeksi saluran kemih (ISK) pada anak membuat si Kecil tidak nyaman dan paling fatal berpotensi mengalami kerusakan ginjal permanen. ISK pada anak paling sering terjadi di tahun pertama kehidupannya baik pada anak laki-laki maupun perempuan dan akan menurun drastis seiring bertambahnya usia buah hati.1

Walaupun tidak semua, namun buah hati yang usianya 2 bulan atau lebih muda rentan mengalami demam yang tidak diketahui alasannya. Ketika demam seperti ini terjadi, pemeriksaan medis harus mencakup kemungkinan infeksi saluran kemih karena kenaikan suhu tubuh drastis adalah salah satu gejalanya.1 Berikut ini adalah informasi seputar infeksi saluran kemih pada anak dan cara mengatasinya. 

Infeksi Saluran Kemih Pada Anak

Infeksi saluran kemih adalah peradangan pada sistem pengeluaran urin dari tubuh. Infeksi ini sebagian besar disebabkan oleh bakteri. Saluran kemih meliputi kedua ginjal yang membuang limbah cair dari darah dalam bentuk urin. Proses pengeluaran urin dimulai dari ureter yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih. Saat kandung kemih dikosongkan, urin mengalir melalui saluran yang disebut uretra dan keluar dari tubuh. Bakteri penyebab ISK pada anak dapat menginfeksi bagian manapun dari sistem ini.2

Urin normal mengandung air, garam, dan produk limbah tanpa adanya mikroba (seperti bakteri, virus dan  jamur). Infeksi terjadi ketika mikroba memasuki uretra, menyebar ke kandung kemih, ureter, dan ginjal, dan mulai berkembang biak di sana. Kebanyakan infeksi disebabkan oleh bakteri dari saluran pencernaan dan yang paling umum adalah bakteri Escherichia coli (E. coli) yang hidup di usus besar.2

ISK lebih sering terjadi pada anak perempuan karena uretra mereka lebih pendek. ISK bisa terjadi pada anak laki-laki jika ada bagian saluran kemih yang tersumbat. Selain itu, anak laki-laki yang tidak disunat juga lebih berisiko terkena ISK. Itulah sebabnya, selain karena alasan agama sunat atau sirkumsisi pada anak laki-laki disarankan agar saluran kemih lebih sehat.2

Gejala ISK Pada Anak

Riwayat ISK bervariasi sesuai usia pasien dan diagnosis spesifiknya. Tidak ada tanda atau gejala spesifik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi ISK pada bayi dan anak.1 Namun, biasanya anak dengan ISK akan mengalami beberapa keluhan berikut ini yang dibagi menjadi dua kelompok, bayi dan anak-anak.

Pada bayi, gejala ISK meliputi:2

  • Demam.
  • Urin berbau menyengat dan tidak sedap.
  • Mudah marah atau rewel.
  • Menangis.
  • Muntah.
  • Menurunnya nafsu makan.
  • Diare.

Pada anak-anak, gejala ISK meliputi:2

  • Tiba-tiba ingin buang air kecil.
  • Intensitas buang air kecil meningkat.
  • Hilangnya kendali urin (inkontinensia).
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Nyeri di atas tulang kemaluan.
  • Terdapat darah dalam urin.
  • Urine berbau tidak sedap.
  • Mual dan muntah.
  • Demam.
  • Panas dingin.
  • Nyeri di punggung atau samping di bawah tulang rusuk.
  • Kelelahan.

Diagnosa ISK Pada Anak

Untuk mengetahui apakah buah hati menderita ISK atau tidak, biasanya penyedia layanan kesehatan akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan anak. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan gejala ISK. Beberapa tes juga mungkin dilakukan2, seperti:

  1. Tes urin. Tes ini juga disebut dengan urinalisis. Sampel urin anak akan dikirim ke laboratorium untuk memeriksa sel darah merah, sel darah putih, bakteri, protein, dan tanda-tanda infeksi. Urin juga akan dikirim untuk kultur dan sensitivitas bakteri. Hal ini dilakukan guna mengetahui jenis bakteri yang menyebabkan infeksi dan obat terbaik untuk mengatasinya.2
  1. USG ginjal. Merupakan tes pencitraan tanpa rasa sakit. USG ginjal menggunakan gelombang suara dan komputer untuk menciptakan gambar pembuluh darah, jaringan, dan organ. Tes ini dapat menunjukkan organ dalam sebagaimana fungsinya dan menganalisa aliran darah melalui pembuluh. Anak laki-laki dengan ISK atau anak perempuan di bawah usia 5 atau 6 tahun mungkin memerlukan tes ini.2
  1. Voiding cystourethrogram (VCUG). Merupakan jenis rontgen saluran kemih. Prosesnya adalah tabung tipis dan fleksibel (kateter) dimasukkan ke dalam tabung yang mengalirkan urin dari kandung kemih ke luar tubuh (uretra). Kandung kemih diisi dengan pewarna cair. Gambar X-ray diambil saat kandung kemih terisi dan kosong. Gambar tersebut akan menunjukkan apakah ada aliran balik urin ke ureter dan ginjal.2

Terapi dan Pencegahan ISK Pada Anak

Terapi yang diberikan untuk ISK akan berbeda antara penderita yang satu dengan yang lain tergantung dari gejala, usia, kesehatan umum anak dan seberapa parah kondisinya. Terapi yang dilakukan antara lain:2

  • Pemberian obat antibiotik.
  • Pemberian bantalan pemanas atau obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit.
  • Minum banyak air.

Setelah terapi pertama dokter biasanya akan melakukan observasi lanjutan untuk melihat efektivitas terapi yang diberikan di tahap awal. PIlihan terapi selanjutnya dilakukan berdasarkan hasil terapi yang sebelumnya. Jangan lupa untuk berdiskusi dengan dokter mengenai risiko, manfaat, dan kemungkinan efek samping dari semua terapi ISK pada anak.2

Sementara itu, sebenarnya infeksi saluran kemih pada anak dapat dicegah dengan melakukan beberapa kebiasaan baik. Ajarkan buah hati untuk:2

  • Minum banyak cairan terutama air putih setiap hari.
  • Mengosongkan kandung kemih sepenuhnya saat buang air kecil.
  • Menyeka dari depan ke belakang setelah pergi ke kamar mandi, bagi anak perempuan.
  • Memenuhi asupan serat harian supaya anak tidak sembelit.

ISK pada anak dapat dihindari dengan melakukan kebiasaan baik tersebut. Namun, jika anak terlanjur mengalami berbagai gejala infeksi yang sudah dipaparkan, segera hubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan terapi yang tepat.

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Medscape. Pediatric Urinary Tract Infection (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://emedicine.medscape.com/article/969643-overview?form=fpf.
  2. Johns Hopkins Medicine. Urinary Tract Infections (UTI) in Children (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/urinary-tract-infections/urinary-tract-infections-uti-in-children.

Begini Posisi Tidur Saat Infeksi Saluran Kemih Agar Lebih Nyaman

Infeksi saluran kemih (ISK) bisa menyerang siapa saja terutama wanita karena saluran kemihnya lebih pendek dibandingkan pria. Penelitian menunjukkan bahwa prevalensi ISK meningkat seiring bertambahnya usia yang berarti semakin tua seseorang, kemungkinan terkena infeksi saluran kemih akan semakin meningkat. ISK seringkali bersifat kronis.1 

Bahkan dengan pengobatan terbaik, kekambuhan sering terjadi. Hal ini tentunya menyebabkan banyak ketidaknyamanan termasuk salah satunya adalah gangguan tidur. Di bawah ini adalah informasi seputar ISK dan rekomendasi posisi tidur saat infeksi saluran kemih terjadi supaya istirahat lebih baik dan nyaman.1

Apa Itu ISK?

ISK atau Infeksi Saluran Kemih adalah infeksi mikroba yang terjadi di mana saja di sistem saluran kemih yang terdiri dari uretra, kandung kemih, ureter, dan ginjal.1,2 Meskipun infeksi pada kandung kemih yang paling sering terjadi, kasus ISK pada saluran atas yakni ureter dan ginjal juga mungkin terjadi, dan biasanya sangat parah. ISK disebut sistitis jika terjadi di kandung kemih, uretritis jika terjadi di uretra, dan pielonefritis jika terjadi di ginjal.2

ISK adalah infeksi mikroba yang berarti disebabkan oleh mikroba (bakteri, jamur, dan virus). Kendati bakteri patogen seperti E. coli adalah penyebab utama ISK (> 85%), mikroba lain juga berkontribusi terhadap terjadinya ISK. E. coli sendiri adalah bakteri yang ditemukan di usus dan secara alami terdapat dalam tinja.2

Gejala ISK

Sistem saluran kemih sebenarnya sudah mengeluarkan E. coli, namun terkadang bakteri ini dapat masuk ke uretra melalui sejumlah kecil kotoran. Begitu bakteri mencapai saluran bawah (kandung kemih dan uretra), bakteri mulai berkembang biak.2 ISK seringkali menyerang tanpa gejala. Jika ada gejala biasanya cukup ringan sehingga sulit untuk mengenali kondisinya.1 Beberapa tanda dan gejala umum ISK adalah1:

  • Keinginan untuk buang air kecil yang terus-menerus dan kuat yang tidak kunjung hilang bahkan setelah buang air kecil.
  • Lebih sering ingin buang air kecil terutama malam hari, sehingga menyebabkan gangguan tidur.
  • Sensasi terbakar atau iritasi parah saat buang air kecil, menyebabkan ketidaknyamanan 
  • Perubahan warna urin, seperti menjadi keruh.
  • Beberapa orang mungkin mengeluarkan darah melalui urin, yang mungkin membuat urin tampak berwarna merah muda atau merah.
  • Bau urin yang tidak sedap.
  • Wanita mungkin mengalami nyeri panggul, terutama saat menderita sistitis.
  • Infeksi kandung kemih atau sistitis juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada perut.
  • Dalam kasus infeksi ginjal, seseorang mungkin mengalami demam, gemetar, menggigil, mual, dan muntah.

Gejala ISK bisa memburuk di malam hari, meski tidak pada semua kasus. Hal ini mungkin terjadi karena gejala ISK biasanya cukup ringan sehingga mudah dialihkan dengan kegiatan yang dilakukan di siang hari. Namun, ketika malam hari, kamu akan fokus beristirahat sehingga gejala lebih terasa dan menyakitkan. Ini tidak boleh diabaikan karena pada akhirnya, gejala ISK yang makin terasa membuat tidur jadi terganggu1.

Posisi Tidur Saat Infeksi Saluran Kemih

Jika kamu mengalami infeksi saluran kemih, sulit menemukan posisi tidur yang nyaman. Infeksi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan terbakar saat buang air kecil, serta peningkatan frekuensi dan urgensi buang air kecil. Gejala-gejala ini dapat membuat penderitanya sulit tertidur, dan bahkan lebih sulit lagi untuk tetap tertidur.3

Namun, ada beberapa posisi tidur yang dapat membantu meringankan ketidaknyamanan dan memungkinkanmu mendapatkan istirahat malam yang nyenyak antara lain: 

  • Terlentang dengan bantal di bawah lutut, atau 
  • Miring dengan bantal di antara kedua kaki. 

Kedua posisi tersebut membantu mengurangi tekanan pada kandung kemih sehingga memberi kesempatan terbaik untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak.3

Tips Meringankan Nyeri ISK di Malam Hari

Tidur dengan nyeri ISK akan sulit dilakukan karena adanya keinginan terus-menerus untuk buang air kecil dan rasa sakit yang menyertainya. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meringankan ketidaknyamanan dan membuat tidur jadi lebih mudah, antara lain:3

  1. Hindari Kafein dan Minuman Lain yang Dapat Mengiritasi Kandung Kemih 

Meskipun ada banyak cara untuk meredakan nyeri ISK, salah satu yang terpenting adalah menghindari minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih. Ini termasuk kafein dan stimulan lainnya serta minuman manis atau asam. Alkohol juga dapat memperburuk gejala ISK, jadi sebaiknya hindari sama sekali.3

  1. Minum Banyak Air Putih

Minum banyak air putih membantu meringankan ISK dengan dua cara. Pertama, membuat kamu lebih sering buang air kecil dan membantu menghilangkan bakteri penyebab infeksi. Kedua, minum air putih akan mengurangi konsentrasi atau kepekatan urin dan membuatnya lebih encer sehingga dapat membantu mengurangi rasa nyeri ketika buang air kecil.3

  1. Gunakan Bantalan Pemanas atau Botol Air Panas

Jika ingin meredakan nyeri dengan cepat, bantal pemanas atau botol air panas bisa menjadi pilihan bagus. Panasnya membantu meredakan peradangan dan nyeri yang berhubungan dengan ISK. Cukup tempelkan sumber panas ke perut bagian bawah atau punggung selama 10-15 menit setiap kalinya.3

  1. Kosongkan Kandung Kemih Sebelum Tidur

Salah satu cara paling sederhana dan efektif untuk meredakan ketidaknyamanan ISK di malam hari adalah dengan mengosongkan kandung kemih sebelum tidur. Ini akan membantu menghilangkan bakteri dan mengurangi risiko infeksi lebih lanjut.3

  1. Mandi Air Hangat

Cara lainnya adalah mandi air hangat. Gunakan suhu air yang paling nyaman bagimu. Ini akan membantu menghilangkan rasa sakit sebelum berbaring untuk tidur malam.3

Walaupun beberapa posisi tidur saat infeksi saluran kemih di atas bisa membuat penderita ISK lebih nyaman, namun gejala infeksi yang terjadi tetap harus ditangani dengan benar. Segera periksakan diri ke dokter ketika merasa tidak nyaman saat kencing atau mendapati gejala ISK lainnya.3

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Bens Natural Health. How To Sleep With UTI Discomfort (internet). (Cited February 2024). Available from https://www.bensnaturalhealth.com/blog/how-to-sleep-with-uti-discomfort/.
  2. e-Surgery. How To Relieve UTI Pain At Night? (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://e-surgery.com/how-to-relieve-uti-pain-at-night/#:~:text=Best%20UTI%20Sleeping%20Position%3F,back%2C%20spreading%20your%20legs%20apart.
  3. DrHouse. How to Sleep With UTI Discomfort? (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://drhouse.com/learn/uti/how-to-sleep-with-uti-discomfort/#What-Are-the-Best-UTI-Sleeping-Positions

Bisa Infeksi, Ini Akibat Menahan Buang Air Kecil Terlalu Sering

Buang air kecil adalah kebutuhan semua orang. Sayangnya, ketika sedang berada di luar rumah, ketersediaan toilet yang bersih tidak selalu ada yang menyebabkan kamu menahan kencing. Dalam kebanyakan kasus, menahan kencing dalam waktu singkat memang tidak berbahaya. Namun, jika dilakukan terlalu sering dan dalam jangka waktu lama hingga mengabaikan keinginan untuk buang air kecil, ini dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti infeksi saluran kemih.1 

Oleh karena itu, penting untuk tidak menahannya lebih lama dari yang diperlukan. Mengosongkan kandung kemih secara teratur bisa menjadi solusi yang baik untuk kesehatan serta membantu menghindari bahaya menahan kencing.1

​Seberapa Sering Kencing yang Normal?

Kandung kemih orang dewasa dapat menampung sekitar 2 gelas/cangkir cairan yang setara dengan 450 ml.2 Seberapa cepat kandung kemih terisi bergantung pada sejumlah faktor, dan oleh karena itu, tidak ada aturan pasti tentang seberapa sering intensitas ke kamar mandi. Namun dalam sebagian besar kasus, orang dewasa akan kencing setiap sekitar 3 hingga 4 jam sekali.1 

Intensitas urinasi ini dipengaruhi terutama oleh jenis dan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh, misalnya minum air dalam jumlah banyak dalam waktu singkat atau minum minuman berkafein. Saat keinginan untuk kencing timbul, jangan menahannya terlalu lama.1

Apakah Menahan Kencing Berbahaya?

Jika sistem saluran kemih dalam keadaan sehat, menahan buang air kecil secara umum tidak berbahaya. Bahkan bila kandung kemih terlalu aktif, menahan kencing justru menjadi bagian penting dari latihan kandung kemih. Latihan secara teratur dapat membantu mengatur “jadwal” buang air kecil supaya kamu lebih nyaman.3

Sebenarnya, tidak ada pedoman pasti berapa lama boleh menahan kencing sebab ini bervariasi pada setiap orang tergantung dari berbagai faktor. Namun, perlu dicatat bahwa dalam keadaan tertentu, menahan kencing dalam waktu lama dan terlalu sering bisa berbahaya.3 Jika mempunyai kondisi seperti yang disebutkan, menahan kencing dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih atau penyakit ginjal:3 

  • Pembesaran prostat.
  • Kandung kemih neurogenik.
  • Gangguan ginjal.
  • Retensi urin.
  • Hamil, wanita hamil lebih rentan mengalami ISK.

Akibat Menahan Buang Air Kecil

Pada orang dengan tubuh sehat, menahan kencing dapat menyebabkan efek samping antara lain:2

  1. Nyeri pada kandung kemih

Saat sedang buang air kecil, biasanya terasa nyeri atau sakit. Otot-otot di sekitar panggul juga dalam posisi terkepal sebagian setelah buang air kecil, yang dapat menyebabkan kram panggul.2

  1. Infeksi saluran kemih

Orang yang tidak minum cukup cairan lebih rentan terkena ISK karena kandung kemih jadi tidak dapat mengirimkan sinyal ke otak untuk kencing. Air seni yang tidak segera dikeluarkan seperti ini bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak dan akhirnya menyebabkan infeksi. Gejala ISK meliputi2:

  • Perasaan terbakar atau perih saat buang air kecil.
  • Nyeri di panggul atau perut bagian bawah.
  • Dorongan terus-menerus untuk mengosongkan kandung kemih.
  • Urin yang berbau kuat atau busuk.
  • Urin keruh dan tidak berwarna.
  • Urin berwarna gelap secara konsisten.
  • Urin berdarah.
  1. Peregangan kandung kemih

Dalam jangka panjang, menahan buang air kecil dapat menyebabkan kandung kemih meregang. Hal ini membuat kandung kemih sulit atau tidak mungkin berkontraksi dan mengeluarkan air seni secara normal. Ketika kandung kemih meregang, tindakan tambahan seperti pemasangan kateter mungkin diperlukan.2

  1. Cedera otot dasar panggul

Sering menahan kencing dapat membahayakan otot dasar panggul. Salah satu otot tersebut adalah sphincter uretra yang menjaga uretra tetap tertutup untuk mencegah kebocoran urin. Kerusakan otot ini dapat menyebabkan inkontinensia urin. Melakukan latihan dasar panggul seperti senam Kegel dapat membantu memperkuat otot-otot tersebut dan mencegah cedera otot.2

  1. Batu ginjal

Menahan buang air kecil dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal pada orang dengan riwayat penyakit tersebut atau yang memiliki kandungan mineral tinggi dalam urinnya. Kencing seringkali mengandung mineral seperti asam urat dan kalsium oksalat yang jika “ditimbun” dalam waktu lama dan tidak segera dikeluarkan akan mengeras dan membentuk batu ginjal.2

Sesekali menahan kencing sebenarnya tidak berbahaya. Namun, melakukannya terlalu sering hingga menjadi kebiasaan dapat meningkatkan risiko infeksi atau komplikasi lainnya. Agar tidak harus menahan kencing akibat kamar mandi yang tidak memadai atau alasan lain, akan membantu jika mempunyai kebiasaan buang air kecil secara berkala dan teratur. Bila merasa buang air kecil terlalu banyak atau sering, jangan ragu untuk menghubungi dokter.2

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Very Well Health. Is It Dangerous to Hold Your Urine? (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://www.verywellhealth.com/is-it-dangerous-to-hold-your-urine-4154358.
  2. Medical News Today. Is it safe to hold your pee? Five possible complications (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/321408.
  3. Healthline. Is It Safe to Hold Your Pee? (Internet). (Cited February 2024). Available from: https://www.healthline.com/health/holding-pee#is-it-safe.

Penyebab Buang Air Kecil Tidak Tuntas, Jangan Anggap Sepele

Buang air kecil tidak tuntas atau retensi urin adalah sebuah kondisi ketika kandung kemih tidak bisa kosong sempurna setelah kamu buang air kecil.1,2,3 Kandung kemih bisa diibaratkan seperti tangki yang menampung urin dari ginjal. Ketika tangki ini penuh, maka urin akan dikeluarkan dari tubuh. Buang air kecil tidak tuntas terbagi menjadi dua yaitu akut dan kronis.1 

Akut artinya terjadi secara tiba-tiba dan kemungkinan dalam tahap parah. Sedangkan kronis adalah terjadi dalam waktu lama. Maka dari itu, jika kamu tiba-tiba mengalami retensi urin padahal sebelumnya baik-baik saja, segera periksakan diri ke dokter. Di sisi lain, retensi urin kronis biasanya terjadi jangka panjang pada orang lanjut usia, terutama wanita.1

Penyebab Kencing Tidak Tuntas

BAK tidak tuntas bisa disebabkan oleh beberapa hal, termasuk adanya sumbatan, konsumsi obat-obatan tertentu, masalah saraf, serta infeksi dan pembengkakan.1 Masing-masing akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

  1. Penyumbatan1,3

Jika sesuatu menyumbat aliran kencing yang melalui kandung kemih dan uretra, maka kencing tidak tuntas sangat mungkin terjadi. Pada pria, sumbatan bisa terjadi ketika kelenjar prostat membengkak sehingga menekan uretra. Kondisi seperti inilah yang menyebabkan retensi kronis pada pria. 

Pada wanita sumbatan bisa terjadi karena adanya benjolan menekan dinding belakang vagina sehingga saluran kencing menyempit dan akhirnya aliran kencing terhambat. Selain dua hal di atas, sumbatan pada saluran kemih juga bisa disebabkan oleh kencing batu.

  1. Konsumsi obat-obatan2,3

Percaya atau tidak, ternyata konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa memicu terjadinya buang air kecil terhambat. Obat-obatan antihistamin dapat mempengaruhi kerja otot kandung kemih sehingga pipis jadi tidak tuntas. Jenis obat-obatan lainnya yang juga mempengaruhi kerja kandung kemih adalah antikolinergik, penurun tekanan darah, antipsikotik dan hormon.

  1. Gangguan sistem saraf2,3

Pengeluaran urin dari tubuh terjadi ketika otak memberikan komando pada otot kandung kemih untuk mengerut sehingga urin terdorong keluar. Kemudian, otak memerintahkan otot spincter di sekitar uretra untuk relaksasi sehingga urin bisa mengalir lancar keluar tubuh. Semua perintah dari otak ini disampaikan oleh sistem saraf. 

Jika terjadi masalah pada sistem saraf, pipis tidak tuntas bisa terjadi. Gangguan sistem saraf tersebut bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti mengalami stroke, diabetes, multipel sklerosis, trauma pada tulang belakang hingga proses melahirkan pervaginam.

  1. Infeksi dan pembengkakan2

Pada pria, infeksi pada prostat dapat memicu pembengkakan. Pembengkakan yang terjadi menekan uretra sehingga menyumbat aliran urin yang keluar tubuh. selain itu, ISK juga berpotensi menyebabkan pembengkakan pada uretra atau kandung kemih melemah dimana kedua kondisi tersebut menyebabkan kencing tidak tuntas. Penyakit menular seksual juga bisa menyebabkan pembengkakan di saluran kemih yang berujung pada pipis tidak tuntas.

Gejala Buang Air Kecil Tidak Tuntas

Sama seperti penyakit lainnya, pipis yang tidak tuntas juga menunjukkan beberapa gejala. Di bawah ini adalah informasinya yang terbagi menjadi dua yaitu retensi urinasi akut dan kronis.

  • Gejala pipis tidak tuntas akut, meliputi keinginan untuk kencing namun tidak ada urin yang keluar, nyeri yang berat di perut bawah, dan pembengkakan pada kandung kemih karena urin yang tertahan di dalamnya.2
  • Gejala pipis tidak tuntas kronis, meliputi rasa ingin pipis yang tidak tertahankan, kencing lebih dari 8 kali sehari, pipis terasa tertahan di tengah proses keluarnya, kencing terus menerus di malam hari, urin keluar sendirinya di siang hari, dan rasa tidak nyaman di pinggul seperti ada yang mengganjal.2

Penanganan dan Pencegahan BAK Tidak Tuntas

Penanganan terhadap kencing tidak tuntas dimulai dari proses diagnosis dokter untuk mengetahui penyebabnya. Pasalnya, penanganan yang diberikan harus sesuai dengan penyebab. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, meliputi tes prostat pada pria dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan bagi pria dan wanita.3

Setelah diagnosis dilakukan, pasien akan diberikan beberapa jenis pengobatan tergantung pada kondisinya, seperti:2

  • Pemberian antibiotik jika ISK menjadi penyebabnya,
  • Terapi fisik untuk malfungsi pelvis,
  • Penggantian obat jika retensi disebabkan oleh konsumsi obat-obatan,
  • Pemasangan kateter untuk mengosongkan kandung kemih,
  • Operasi pada uretra yang menyempit,
  • Operasi untuk mengangkat jaringan prostat yang membengkak,
  • Pemasangan stent untuk mencegah sumbatan pada uretra.

Kabar baiknya, jika belum terjadi retensi urin ini sebenarnya bisa dicegah dengan memperhatikan lifestyle sehari-hari. Biasakan minum air putih secara berkala supaya produksi urin tidak berlebihan dan keinginan pipis dapat dikontrol serta lakukan olahraga seperti senam kegel untuk memperkuat otot spincter.2 Apabila diperlukan, kamu bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung Ekstrak Cranberry untuk kesehatan saluran kemihmu. Salam sehat!  

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Cleveland Clinic Team. Urinary Retention. Cleveland Clinic. Diakses dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15427-urinary-retention.
  2. Tim Jewell. (2021). What Causes Urinary Retention, and How Is It Treated? Healthline. Diakses dari https://www.healthline.com/health/urinary-retention.
  3. Shilpa Amin. (2020). What to know about urinary retention. Medical News Today. Diakses dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/327417.

Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil, Berbahayakah?

ISK atau Infeksi Saluran Kemih adalah salah satu jenis infeksi yang sering terjadi pada ibu hamil.1 Gejala ISK biasanya meliputi sensasi panas dan nyeri ketika buang air kecil, sering kencing dan mengalami demam1,2 

Pada orang yang tidak hamil ISK kadang bisa mereda dengan sendirinya asalkan menjaga kebersihan diri dengan baik dan banyak minum air putih. Namun, risiko utama ISK pada ibu hamil adalah bahwa ISK berbahaya untuk janinnya. Sehingga pemeriksaan dokter sangat diperlukan supaya bisa mendapatkan penanganan yang tepat, salah satunya pemberian antibiotik yang aman.3 Hal ini penting dilakukan untuk mencegah infeksi naik ke ginjal yang lebih berbahaya.2 

Mengenal ISK Saat Hamil

Infeksi saluran kemih saat hamil disebabkan oleh bakteri yang menyerang beberapa atau salah satu bagian dari sistem urinasi, seperti ginjal, kandung kemih, ureter atau uretra.2 Sebenarnya, siapapun bisa mengalami infeksi ini, namun ibu hamil memang lebih rentan mengalaminya2 karena selama kehamilan saluran kemih mengalami perubahan.4 Bahkan, disebutkan bahwa satu dari tiga wanita hamil terkena infeksi kandung kemih.4 Mengingat ISK merupakan infeksi yang acap dialami wanita hamil, sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter begitu gejala umumnya terasa.

Kenapa Saat Hamil Rentan Terkena ISK?

  • Ginjal membesar, ureter dan kandung kemih tertekan. Seperti yang sudah disebutkan, wanita hamil akan mengalami beberapa perubahan pada saluran kemih. Perubahan ini termasuk ginjal yang membesar dan ureter serta kandung kemih yang semakin tertekan seiring dengan berkembangnya uterus saat hamil.4 Tekanan inilah yang membuatmu sulit pipis hingga tuntas dan menyisakan urin di kandung kemih.4 

Alhasil, bakteri dalam urin berkembang biak di sana dan menyebabkan infeksi. Di sisi lain, kenaikan hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan ikut mempengaruhi kondisi kandung kemih dan ureter.4

  • Keasaman urin menurun. Kehamilan juga memberikan dampak pada kondisi urin dimana keasamannya menurun serta terdapat peningkatan kadar protein, hormon dan gula.4 Seperti yang diketahui, kandungan gula dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan inilah yang menyebabkan wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih.4 Untuk itu, kamu disarankan untuk melakukan tes urin di awal masa kehamilan untuk mendeteksi keberadaan bakteri sedini mungkin.4 

Ciri-Ciri Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

ISK pada ibu hamil memberikan beberapa gejala yang sebenarnya bisa langsung dilihat dan ditindaklanjuti. Beberapa gejala tersebut meliputi:5

  • Sensasi nyeri dan panas saat kencing,
  • Air kencing keruh atau berwarna kemerahan,
  • Nyeri di punggung bawah,
  • Lebih sering kencing,
  • Selalu merasa ingin pipis,
  • Mual dan muntah,
  • Demam. 

Bahaya ISK Pada Kehamilan

Infeksi apapun yang terjadi selama masa kehamilan harus segera ditangani karena bisa berbahaya baik bagi sang ibu maupun janinnya.5 Tentunya hal ini juga termasuk infeksi saluran kemih. Perlu diketahui bahwa ISK bisa dengan cepat menyebar hingga ke ginjal dimana hal ini sangat berbahaya jika terjadi pada wanita hamil. Pasalnya, infeksi tersebut dapat memicu masalah pernafasan dan sepsis. Kondisi tersebut bahkan juga memicu kelahiran prematur pada bayi.4

Terlepas dari kemungkinannya menyebabkan kelahiran prematur, ISK selama kehamilan dapat memicu kelahiran dengan berat badan rendah. Kemungkinan mengalami preeklampsia atau tekanan darah tinggi selama kehamilan juga meningkat sebanyak 1.3 kali, menurut riset.4 Dengan berbagai resiko yang mengintai, ISK pada saat hamil tidak boleh diremehkan dan harus segera mendapatkan penanganan dari dokter.

Penanganan ISK Saat Hamil

Selanjutnya, bagaimana penanganan ISK saat hamil mengingat wanita hamil tidak boleh sembarangan minum obat? Pada umumnya, ISK dapat ditangani dengan pemberian antibiotik.4 Namun, pemilihan antibiotik harus berhati-hati dan memilih antibiotik yang terbukti aman selama kehamilan.5 Dokter lebih tahu mengenai antibiotik yang aman untuk wanita hamil namun tetap efektif membunuh bakteri. Ikuti petunjuk dokter untuk konsumsi antibiotik tersebut supaya bakteri lekas pergi dan tidak kembali lagi.

Di samping itu, kamu juga bisa melakukan beberapa kebiasaan yang membantu mencegah terjadinya infeksi saluran kemih saat hamil, diantaranya:5

  • Biasakan untuk kencing sebelum dan sesudah berhubungan seksual untuk membuang bakteri yang ada di saluran kemih.
  • Gunakanlah celana dalam yang menyerap keringat, misalnya yang berbahan katun.
  • Hindari penggunaan bahan kimia berlebihan di area genital, termasuk pengharum atau parfum.
  • Hindari penggunaan sabun pembersih yang keras terutama di area genital.
  • Banyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi dan membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih lewat urin.

Mengingat ada resiko yang mungkin terjadi baik pada calon ibu maupun janin, ISK tidak boleh dibiarkan begitu saja. Periksakan diri ke dokter sejak awal kehamilan untuk mengetahui keberadaan bakteri dalam urin. Jangan lupa juga lakukan kebiasaan di atas, apabila diperlukan bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung Ekstrak Cranberry untuk mengurangi kemungkinan kamu mengalami infeksi saluran kemih saat hamil.

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Pregnancy Birth Baby Team. (2023). Urinary Tract Infections (UTIs) During Pregnancy. Pregnancy Birth Baby. Diakses dari https://www.pregnancybirthbaby.org.au/urinary-tract-infections-utis-during-pregnancy#:~:text=During%20pregnancy%2C%20changes%20that%20occur,and%20lead%20to%20an%20infection.
  2. Web MD Team. (2022). UTIs During Pregnancy. Web MD. Diakses dari https://www.webmd.com/women/pregnancy-urinary-tract-infection.
  3. Tommys Team. Painful Urination in Pregnancy. Tommys. Diakses dari https://www.tommys.org/pregnancy-information/pregnancy-symptom-checker/painful-urination-pregnancy.
  4. Holly Pevzner. (2023). Urinary Tract Infections During Pregnancy: Symptoms, Treatment, and Common Questions. Everyday Health. Diakses dari https://www.everydayhealth.com/urinary-tract-infection/utis-pregnancy-symptoms-treatment-common-qs/.
  5. Chaunie Brusie. (2017). How to Treat a UTI During Pregnancy #Sypmtoms – #Treatment. Healthline. Diakses dari https://www.healthline.com/health/pregnancy/treat-a-uti#What-are-the-symptoms?.

Bagaimana Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil? Ini Caranya!

Pernahkah kamu mengalami sering buang air kecil? Di Indonesia juga sering disebut dengan istilah beser, sering buang air kecil merupakan sebuah kondisi yang tidak wajar kecuali jika kamu adalah lansia, mengalami pembengkakan prostat atau sedang mengandung.1 

Jika tidak mengalami salah satu kondisi di atas, maka bisa jadi sering pipis disebabkan oleh ISK atau Infeksi Saluran Kemih yang merupakan penyebab paling umum.1 Tapi tenang, beser bukanlah penyakit yang tidak bisa diobati. Lalu, bagaimana cara mengatasi sering buang air kecil? Berikut ini adalah serba-serbi mengenai penyebab dan cara mengatasi sering kencing yang bisa kamu coba.

Penyebab Sering Buang Air Kecil

Sebelum masuk ke cara mengobati pipis terus menerus, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu hal-hal yang mungkin menjadi penyebabnya. Normalnya, orang sehat akan pipis sekitar 4 hingga 8 kali sehari.1,2 Namun, pada beberapa orang, frekuensi kencing ini meningkat karena kondisi tertentu misalnya kehamilan, usia lanjut, pelebaran prostat dan mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak.1 Itu artinya, jika kamu berada dalam salah satu kondisi tersebut, beser merupakan hal yang dianggap wajar.

Namun, yang tidak wajar adalah ketika kamu tidak hamil, bukan lansia dan tidak minum banyak air namun pipis lebih dari 8 kali sehari. Bisa jadi itu adalah tanda bahwa ada gangguan kesehatan yang sedang terjadi pada tubuh. Beberapa penyebab umum sering buang air kecil adalah:

  1. Infeksi Saluran Kemih

Penyebab pertama dan paling umum dari sering pipis adalah ISK atau Infeksi Saluran Kemih. ISK bisa terjadi karena adanya infeksi bakteri di saluran kemih, baik itu pada ginjal, uretra ataupun kandung kemih. Bakteri yang terus berkembang biak dapat membuat pengeluaran urin terganggu termasuk jadi sering kencing.1

  1. Diabetes

Orang yang menderita diabetes atau kencing manis juga sangat berpotensi mengalami pipis terus menerus. Alasannya adalah pengidap diabetes memiliki masalah dengan insulinnya di mana tubuh tidak bisa menggunakan insulin untuk memecah gula menjadi unit yang lebih kecil.1,2

  1. Pembengkakan prostat

Pada pria usia lanjut, sebenarnya pembengkakan prostat adalah hal yang sering terjadi. Namun, rupanya hal ini memberikan dampak salah satunya adalah sering kencing. Prostat yang membengkak memberikan tekanan pada kandung kemih sehingga kamu jadi lebih sering merasa ingin pipis.1,2 Ditambah dengan otot pelvis yang elastisitasnya berkurang karena usia, keinginan untuk kencing ini seringkali susah dikendalikan atau ditahan.2

  1. Banyak mengonsumsi kafein

Kafein utamanya ditemukan pada kopi. Jika kamu tidak terbiasa ngopi atau mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak, hal ini akan menyebabkan pipis terus-menerus atau setidaknya lebih banyak dari biasanya. Perlu diketahui bahwa kafein bersifat diuretik yang artinya merangsang produksi urin lebih dari biasanya. Saat minum kopi, kafein menghambat kelenjar pituitari untuk memproduksi hormon ADH (Anti Diuretic Hormone) yang membuat ginjal tidak menyerap air. Akhirnya, kamu jadi mudah merasa ingin kencing setelah minum kopi3

Cara Mengatasi Sering Kencing

Terlepas dari penyebab yang membuat kamu mengalami sering pipis, perlu diketahui bahwa sebenarnya kondisi ini bisa ditangani dengan beberapa cara. Jika ingin mendapatkan diagnosa yang tepat, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan sejumlah tes untuk memastikan penyebab sering kencing.1

Jika penyebabnya adalah ISK, biasanya dokter akan memberikan terapi berupa antibiotik.2 Selain itu, kamu juga bisa melakukan langkah penanganan untuk membantu mengurangi frekuensi pipis, tanpa harus melibatkan dokter. Beberapa cara yang bisa kamu coba lakukan adalah:

  • Senam Kegel. Salah satu penyebab sering pipis adalah karena otot pelvis yang lemah sehingga tidak bisa menahan pipis dengan baik. Untuk membuatnya lebih kuat dan bekerja maksimal, cobalah melakukan senam Kegel. Tidak perlu lama, cukup 5 menit saja 3 kali sehari, otot pelvis akan lebih terlatih dan terkontrol sehingga frekuensi pipis akan perlahan berkurang.4
  • Atur asupan minuman yang masuk. Terutama ketika malam hari, sebaiknya kamu minum air putih dalam jumlah banyak 2 jam sebelum tidur. Tujuannya adalah supaya ketika tidur nanti kamu tidak merasa ingin pipis terus menerus.1,2 Selain itu, jika biasanya minum kopi atau teh, pertimbangkan untuk mengurangi jumlah sajiannya per hari. Kopi dan teh mengandung kafein yang bersifat diuretik atau merangsang produksi urin.1,2,4
  • Gunakan protective pad. Terakhir, jika kamu merasa tetap sulit mengontrol keinginan pipis walaupun sudah melakukan cara sebelumnya, cobalah solusi sementara yaitu dengan menggunakan protective pad atau alas untuk melapisi tempat tidur. Cara ini memang tidak membantu mengontrol jumlah urin yang keluar. Namun, setidaknya kamu tidak harus terburu-buru ke kamar mandi saat ingin pipis karena takut kasur terkena kencing.1

Kencing terus-menerus bisa jadi wajar, namun juga mungkin merupakan masalah kesehatan yang perlu ditangani dengan benar. Apabila diperlukan, kamu bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung Ekstrak Cranberry untuk membantu menjaga kesehatan saluran kemihmu, Segera hubungi dokter jika kamu merasa pipis terus-menerus mengganggu kegiatan sehari-hari.

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Cleveland Clinic Team. Frequent Urination. Cleveland Clinic. Diakses dari https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/15533-frequent-urination.
  2. Kathleen Smith. (2022). Frequent Urination: Symptoms, Causes and Treatment. Everyday Health. Diakses dari https://www.everydayhealth.com/urine/frequent-urination-symptoms-causes-treatment/.
  3. Houston Metro Urology. (2021). Why Does Coffee Make You Pee? HMU. Diakses dari https://www.hmutx.com/does-coffee-make-you-pee#:~:text=Caffeine%20is%20a%20diuretic,kidneys%20to%20not%20reabsorb%20water.
  4. Nazia Bandukwala. (2023). Frequent Urination: Causes and Treatments. Web MD. Diakses dari https://www.webmd.com/urinary-incontinence-oab/frequent-urination-causes-and-treatments.

Penyebab Pipis Keluar Darah yang Perlu Diwaspadai

Normalnya, pipis atau urin berwarna kekuningan atau bening.1 Namun, pada beberapa kasus warna urin bisa berubah menjadi merah muda, merah atau pekat seperti kola. Kondisi ini disebut dengan kencing berdarah atau hematuria. Dalam banyak kasus, kencing berdarah atau hematuria tidak berbahaya.2 Namun, bukan berarti kondisi ini bisa dibiarkan karena bagaimanapun juga, perubahan warna urin yang tidak biasa mengindikasikan ada masalah pada kesehatan saluran kemih.1,2

Secara umum, hematuria dibagi menjadi dua. Pertama adalah gross hematuria di mana warna kencing keluar darah atau benar-benar berubah menjadi lebih merah karena jumlah darah yang “merembes” ke saluran kemih tergolong banyak. 

Bercak darah pada jenis hematuria ini dapat dilihat dengan mata telanjang. Kedua adalah hematuria mikroskopik yaitu kondisi kencing berdarah yang rembesan darahnya tidak bisa dilihat kecuali dengan bantuan mikroskop. Hal ini terjadi karena jumlah darah yang masuk ke urin sangat sedikit. Untuk bisa mengetahuinya, kamu harus melakukan cek laboratorium.3

Mengenal Pipis Berdarah

Pasti mengejutkan saat menemukan warna pipis yang biasanya kekuningan berubah menjadi kemerahan. Kondisi ini dikenal dengan nama kencing berdarah atau secara medis disebut hematuria. Kendati dalam banyak kasus hematuria bukan merupakan penyakit berbahaya, namun ini tidak boleh dibiarkan karena bisa saja itu merupakan gejala gangguan kesehatan seperti infeksi saluran kemih atau ISK.2

Umumnya, pengidap hematuria tidak mengalami rasa nyeri ketika buang air kecil karena jumlah darah yang merembes ke saluran urin tidak banyak. Akan tetapi, ada kejadian gumpalan darah ikut masuk ke saluran kemih dan ini menyebabkan rasa sakit ketika pipis.2

Mengingat hematuria bisa saja berbahaya, adalah langkah yang bijak untuk langsung memeriksakan diri ke dokter begitu kamu mengetahui ada bercak kemerahan pada urin. Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan juga cek lab untuk memastikan penyebab dan juga tingkat keparahannya. Pengobatan yang diberikan oleh dokter juga tergantung dari penyebabnya.4

Faktor dan Penyebab Pipis Berdarah

Hampir sama dengan nyeri ketika kencing, kencing berdarah sebenarnya juga bukan merupakan penyakit tunggal namun lebih kepada tanda penyakit tertentu.2 Hematuria bisa dipicu oleh beberapa masalah kesehatan, di antaranya adalah:

  1. ISK atau Infeksi Saluran Kemih

Gejala utama ISK adalah rasa panas dan nyeri ketika buang air kecil. Namun, ada kalanya urin juga jadi berwarna kemerahan. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui uretra kemudian berkembang biak di kandung kemih. Selain menyebabkan perubahan warna pada urin, bakteri penyebab ISK juga membuat aroma kencing jadi lebih menyengat.2,5

  1. Infeksi ginjal. Serupa dengan ISK, bakteri dari uretra juga bisa masuk ke organ dalam seperti ginjal. Ketika bakteri berkembang biak dalam ginjal, salah satu efeknya adalah urin menjadi lebih pekat dengan warna yang cenderung kemerahan atau kecoklatan. Selain itu, infeksi ginjal juga memberikan gejala khas seperti nyeri di punggung, selangkangan dan juga demam tinggi.5
  1. Batu ginjal. Mineral dalam urin dapat mengendap dan mengeras hingga membentuk seperti batu kecil yang disebut dengan batu ginjal. Walaupun biasanya tidak menyebabkan sakit, namun ketika batu ginjal masuk ke dalam saluran kemih, nyeri yang parah tidak akan tertahankan. Selain itu, batu ginjal juga dapat “melukai” saluran kemih sehingga membuat kamu mengalami kencing berdarah.5
  1. Obat-obatan. Percaya atau tidak, mengonsumsi obat-obatan tertentu juga bisa membuat kamu mengalami hematuria. Obat-obatan yang mengencerkan darah seperti heparin misalnya, membuat darah lebih encer sehingga mudah untuk merembes hingga ke urin.2

Faktor Lain Penyebab Pipis Berdarah 

Selain beberapa sebab di atas, ada beberapa faktor yang membuat kamu lebih rentan mengalami kencing darah. Faktor-faktor buang air kecil berdarah adalah:2

  • Usia. Semakin tua usia, terutama pria, semakin tinggi kemungkinannya mengalami kencing berdarah karena terjadi pembengkakan kelenjar prostat.
  • Keturunan. Jika dalam keluarga diketahui ada riwayat sakit ginjal, besar kemungkinan kamu juga akan mengalami masalah saluran kemih termasuk hematuria.
  • Pengobatan. Terapi obat yang diberikan dokter kadang juga membuat kamu lebih rentan terhadap kencing darah. Apalagi jika yang dikonsumsi adalah obat pengencer darah, penghilang nyeri dan antibiotik.
  • Olahraga berat. Olahraga berat dalam waktu yang lama dapat memicu terjadinya kencing berdarah, salah satunya adalah lari maraton.

Penanganan Kencing Darah

Pengobatan kencing darah atau hematuria dilakukan berdasarkan penyebabnya. Misalnya saja, penyebab dari kencing berdarah adalah infeksi bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik tertentu yang sesuai.4 Sedangkan bila kencing darah terjadi akibat adanya batu ginjal, dokter akan memberikan obat untuk membantu meluruhkan endapan kristal batu ginjal sehingga berukuran lebih kecil dan dapat dikeluarkan dengan mudah melalui urin.4

Sebelum terjadi, kamu bisa mencegah kencing berdarah dengan menerapkan pola hidup sehat. Perbanyak minum air putih, berhenti merokok dan kurangi asupan garam harian. Apabila diperlukan, kamu bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung Ekstrak Cranberry supaya saluran kemih tetap sehat.6

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Mayo Clinic Team. Urine Color. Mayo Clinic. Diakses dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urine-color/symptoms-causes/syc-20367333#:~:text=Regular%20urine%20color%20ranges%20from,as%20orange%20or%20greenish%2Dblue.
  2. Mayo Clinic Team. Blood in Urine (Hematuria). Mayo Clinic. Diakses dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/blood-in-urine/symptoms-causes/syc-20353432.
  3. Mary Ellen. (2023). Why Is There Blood in My Urine? Healthline. Diakses dari https://www.healthline.com/health/urine-bloody.
  4. Mary Ellen. (2023). Why Is There Blood in My Urine? #Treatment. Healthline. Diakses dari https://www.healthline.com/health/urine-bloody#treatment.
  5. Mary Ellen. (2023). Why Is There Blood in My Urine? #Causes. Healthline. Diakses dari https://www.healthline.com/health/urine-bloody#causes.
  6. Mary Ellen. (2023). Why Is There Blood in My Urine? #Prevention. Healthline. Diakses dari https://www.healthline.com/health/urine-bloody#prevention.

Kenapa Kencing Sakit? Bisa Jadi Tanda ISK

Sakit saat kencing atau disuria adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebut gangguan saluran kemih yang ditandai dengan rasa tidak nyaman, nyeri dan panas saat buang air kecil.1,2 Disuria bisa dialami oleh siapa saja kendati memang lebih umum dirasakan oleh wanita.2

Namun, bukan berarti pria tidak bisa mengalaminya terutama jika sudah berusia lanjut.2 Alih-alih merupakan gangguan kesehatan tunggal, disuria sebenarnya lebih pada gejala dari penyakit tertentu yang harus ditangani secara tepat.3 

Nah, salah satu penyakit yang memiliki gejala disuria ini adalah infeksi saluran kemih atau ISK, yang dalam bahasa medis lebih dikenal dengan nama Urinary Tract Infection (UTI).2 Untuk mengetahui lebih jauh mengenai kenapa kencing sakit termasuk hubungannya dengan ISK, simak informasi di bawah ini.

Penyebab Nyeri Saat Buang Air Kecil

Kenapa kencing sakit? Nyeri saat buang air kecil bukanlah sesuatu yang normal karena biasanya terjadi masalah pada saluran kemih. Mengingat kencing sakit bisa dialami oleh pria dan wanita,2 kamu harus hati-hati ketika merasakan sensasi sakit dan panas ketika buang air kecil. 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sakit saat kencing atau disuria umumnya merupakan gejala dari masalah kesehatan yang berkaitan dengan saluran kemih. di bawah Ini adalah penyebab umum yang membuat kencing sakit.2

  1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Penyebab pertama dan paling umum bagi kencing sakit adalah adanya infeksi, terutama infeksi saluran kemih atau ISK. Infeksi ini bisa menyerang salah satu atau semua bagian saluran kemih, mulai dari ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra. Penyebab umum dari infeksi ini adalah bakteri yang masuk melalui uretra. Beberapa faktor yang meningkatkan potensi terkena infeksi saluran kemih ini adalah:2

  • Wanita,
  • Mengidap diabetes,
  • Orang usia lanjut (lansia),
  • Pembengkakan pada prostat,
  • Batu ginjal,
  • Kehamilan,
  • Mengenakan kateter.

Jika kamu terkena infeksi saluran kemih atau ISK, selain nyeri saat kencing ada beberapa gejala lainnya yang mungkin dirasakan antara lain:2

  • Demam,
  • Kencing berdarah atau keruh,
  • Aroma kencing lebih tajam,
  • Sering buang air kecil,
  • Nyeri di bagian kandung kemih.

Jika merasakan salah satu atau semua dari gejala ISK di atas, segeralah periksakan diri ke dokter spesialis supaya mendapatkan diagnosa yang tepat dan penanganan yang dibutuhkan.

  1. Infeksi Jamur Vagina

Selain ISK, ternyata ada juga jenis infeksi lainnya yang mungkin menjadi penyebab nyeri saat kencing terutama pada wanita, yaitu infeksi jamur pada vagina. Jika mengalami infeksi vagina karena jamur, selain rasa nyeri saat kencing gejala lain yang mungkin terlihat adalah mengalami keputihan dan aroma tidak sedap. Beberapa gejala tambahan yang umumnya dirasakan karena infeksi jamur ini adalah rasa panas saat berkemih, gatal di kemaluan serta muncul bintik berair.2

  1. Inflamasi dan iritasi

Inflamasi dan iritasi pada saluran kemih juga menjadi alasan dibalik rasa sakit ketika pipis. Inflamasi dan iritasi bisa dipicu oleh beberapa kondisi, diantaranya adalah batu ginjal, iritasi uretra karena hubungan seksual, menopause dan kegiatan yang menekan area alat vital, misalnya naik kuda atau bersepeda.2

Hubungan Antara Kenapa Kencing Sakit dan ISK

Meskipun bukan satu-satunya penyebab, namun ISK (Infeksi Saluran Kemih) merupakan alasan paling umum penyebab rasa sakit ketika kencing. ISK terjadi karena bakteri yang masuk melalui uretra, lalu menginfeksi saluran kemih. Namun, infeksi juga dapat menyebar dari saluran kemih melalui ureter dan akhirnya menginfeksi ginjal.4 

Sehingga dapat dikatakan bahwa infeksi pada organ vital baik pria dan wanita, jika lokasi organ berdekatan dengan saluran kemih bisa memicu terjadinya ISK. Berikut beberapa gejala ISK yang akan dirasakan secara intens, meliputi:5

  • Sakit atau nyeri ketika buang air kecil (disuria).
  • Sensasi panas ketika kencing,
  • Lebih sering kencing, terutama di malam hari.
  • Warna pipis keruh.
  • Pipis berdarah.
  • Nyeri di bagian pinggang atau perut bawah.
  • Demam, atau suhu tubuh turun drastis.

Penanganan ISK (Infeksi Saluran Kemih)

Jika mengalami salah satu atau beberapa dari gejala di atas, kemungkinan besar sakit saat kencing yang kamu rasakan adalah karena ISK. Namun, untuk mendapatkan diagnosa yang tepat kamu sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan kamu benar-benar terkena ISK kemudian terapi antibiotik akan diberikan sesuai dengan penyebab ISK yang diderita.4,5

Untuk penanganan yang bisa dilakukan sendiri di rumah, perbanyaklah minum air putih agar bakteri yang bersarang di saluran kemih segera keluar. Perbanyaklah istirahat dan hindari hubungan seksual hingga infeksi benar-benar sembuh.5 Apabila diperlukan, kamu bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung Ekstrak Cranberry yang bisa membantu menangani infeksi saluran kemih.6,7 

Artikel ini ditinjau oleh:

Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Brian Wu. (2023). What Causes Painful Urination? Healthline. Diakses dari https://www.healthline.com/health/urination-painful#_noHeaderPrefixedContent.
  2. Annie Stuart. (2022). Dysuria (Painful Urination). Web MD. Diakses dari https://www.webmd.com/women/dysuria-causes-symptoms.
  3. Cleveland Clinic Team. Dysuria (Painful Urination). Cleveland Clinic. Diakses dari https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/15176-dysuria-painful-urination.
  4. Cleveland Clinic Team. Urinary Tract Infections. Cleveland Clinic. Diakses dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9135-urinary-tract-infections.
  5. NHS Team. Urinary Tract Infections. NHS. Diakses dari https://www.nhs.uk/conditions/urinary-tract-infections-utis/#:~:text=Check%20if%20it’s%20a%20urinary,usual%20during%20the%20night%20(nocturia).
  6. M., Lynch Darren. (2004). Cranberry for Prevention of Urinary Tract Infections.  Am Fam Physician. 2004;70(11):2175-2177. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2004/1201/p2175.html.
  7. Carolyn Kay MD. (2023). UTI in pregnancy: Everything you need to know. Diakses dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/327148#complications.