img-article-6kesalahan

6 Kesalahpahaman Seputar ISK

Infeksi saluran kemih atau ISK adalah infeksi yang terjadi pada saluran kemih yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Sebagian besar infeksi melibatkan saluran kemih bawah yaitu kandung kemih dan uretra. ISK sering dialami perempuan akibat banyak faktor, salah satunya adalah masuknya bakteri dari anus ke saluran kemih yang disebabkan karena salah pembasuhan pada area genitalia setelah buang air besar. Namun, banyak juga kesalahpahaman yang muncul di masyarakat mengenai ISK, apa sajakah itu?

ISK sangat menyiksa penderitanya karena mereka akan mengalami kesulitan berkemih. Belum lagi gejala anyang-anyangan yang dirasakan, sangat mengganggu aktivitas sehari-hari yang dijalankan.

Ada beberapa kesalahpahaman mengenai ISK, berikut 6 diantaranya:

  1. Penderita ISK itu jorok

Mungkin ada benarnya jika penderita tidak mengganti celana dalamnya secara teratur. Namun dalam hal ini, perlakuan ‘jorok’ yang dapat menimbulkan ISK adalah jika membersihkan area genital dari arah belakang ke depan, karena dapat memindahkan bakteri dari anus ke saluran kemih (uretra) yang letaknya berdekatan dengan area genital terutama pada perempuan.

Dalam menggunakan toilet umum, sebaiknya tidak menggunakan air yang sudah ditampung di ember, tapi usahakan untuk mengambilnya dari keran. Jika pilihan tersebut tidak ada, cukup gunakan tisu untuk membersihkan area genital dengan arah dari depan ke belakang. Setelah menggunakan toilet, cucilah tangan dengan bersih.

  1. ISK hanya terjadi saat hubungan intim

Berhubungan intim dapat memicu terjadinya ISK dimana bakteri mudah terdorong masuk hingga ke uretra (saluran kemih). Faktor penyebab lain yang dapat mengakibatkan ISK adalah penggunaan beberapa alat kontraspesi seperti spermisida dan diafragma, atau adanya gangguan imun dan abnormalitas dari saluran kemih.

Untuk menghindari terjadinya ISK, sesaat setelah berhubungan intim sebaiknya Anda berkemih untuk mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk dan menempel di saluran kemih.

  1. Hanya perempuan yang dapat terkena ISK

Laki-laki juga dapat mengalami ISK, namun dengan perbandingan yang lebih kecil karena uretra laki-laki lebih panjang dibandingkan perempuan. Perempuan setidaknya pernah merasakan terkena ISK sepanjang hidupnya sebanyak 1 kali, tidak demikian dengan para lelaki. Namun demikian, ISK biasanya menjadi hal yang sering dikeluhkan oleh laki-laki di atas usia 50 tahun, turunnya imunitas tubuh atau adanya komplikasi kesehatan merupakan beberapa penyebabnya.

  1. ISK adalah salah satu penyakit menular seksual

Infeksi saluran kemih bukanlah penyakit menular seksual. Namun melakukan hubungan intim dapat menjadi salah satu faktor terjadinya ISK, walaupun bukan satu-satunya. Anda tak perlu merasa takut tertular ISK dari pasangan.

  1. Perih pada saat berkemih sudah pasti tanda ISK

Rasa perih, rasa panas terbakar ketika berkemih dapat menjadi salah satu gejala ISK, namun masih ada penyakit lain dengan gejala yang sama. Contohnya saat penderita mengalami infeksi vagina atau iritasi karena penyebab lain seperti jamur atau vaginitis.

  1. ISK akan sembuh dengan sendirinya

ISK disebabkan oleh bakteri, oleh karena itu, untuk menyembuhkannya dibutuhkan pemberian antibiotik. Dalam pengobatannya diperlukan pemeriksaan dokter untuk menentukan jenis maupun dosis antiobiotik yang diperlukan. Tentu saja tidak ada yang meninggal dunia jika tidak mengobati ISK-nya segera, namun hal ini dapat menyebabkan timbulnya komplikasi lain karena bakteri dapat menyebar ke ginjal dan ureter.

Pastikan dahulu kebenaran berita yang Anda terima karena dikhawatirkan malah dapat memunculkan pemahaman yang salah terhadap sesuatu, apalagi jika berhubungan dengan masalah kesehatan. Carilah sumber-sumber informasi yang dapat dipercaya.

Minum jus cranberry juga dapat membantu mencegah penempelan bakteri pada dinding saluran kemih, ini dikarenakan cranberry mengandung bahan aktif Proanthocyanidin. Prive-Uricran, ekstrak cranberry berbentuk kapsul untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih. Kini Uricran dapat ditemukan di apotek-apotek terdekat di sekitar Anda.

Referensi:

img-article-balita

Balita Juga Dapat Mengalami ISK

Infeksi Saluran Kemih atau ISK merupakan penyakit yang tak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak dan balita. Dengan memahami penyebab dan gejalanya, akan lebih mudah bagi kita untuk mencegah anak terkena ISK.

Berbeda dengan anak-anak yang sudah dapat berkomunikasi secara lancar, balita biasanya masih sulit menyampaikan hal-hal yang ia rasakan atau pikirkan. Hal inilah yang sering membuat orangtua terlambat menyadari adanya gejala penyakit tertentu yang diderita anak. Untuk itu, dalam memahami gejala sebuah penyakit, waspadailah gejala lain yang lebih mudah diperhatikan selain gejala-gejala umum.

Penyebab ISK pada balita

Sebelum mengenal gejalanya, mari kita pahami terlebih dahulu penyebab penyakit yang lebih sering menyerang anak perempuan dibandingkan anak laki-laki ini. ISK paling sering disebabkan karena adanya bakteri yang masuk ke uretra (saluran kemih), dan biasanya bakteri penyebab infeksi adalah yang normal ada dalam saluran pencernaan dan sering ditemukan dalam feces. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Beberapa penyebabnya antara lain:

  • Bagian bokong dan kelamin balita tidak dibersihkan secara menyeluruh setelah buang air besar.
  • Konstipasi atau sembelit
  • Tidak tuntas saat berkemih sehingga bakteri dapat berkembang biak di dalam urin.
  • Gangguan pada struktur maupun fungsi saluran kemih, misalnya masalah pada kandung kemih yang dapat menyebabkan urin berbalik kembali mengarah ke ginjal (vesicoureteral reflux) atau adanya batu pada ginjal.

Perhatikan gejalanya

Balita memang sering mengalami gejala penyakit seperti demam atau diare yang disebabkan oleh masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh. Belum sempurnanya sistem imunitas tubuh si kecil juga menjadi penyebab mengapa balita sering terkena infeksi atau sakit. Untuk dapat membedakan gejala ISK dengan penyakit lainnya, mari perhatikan beberapa tanda lainnya juga:

  • Namun gejala ini juga masih ditemukan pada penyakit lainnya.
  • Anak menangis atau menunjukkan ekspresi sakit setiap kali berkemih
  • Urin yang beraroma menyengat atau tidak biasanya. Menurut penelitian yang diadakan oleh Marie Gauthier, MD dan timnya dari Sainte-Justine University Hospital Center di Montreal, Kanada, urin dengan aroma menyengat atau berbeda dapat menjadi salah satu indikator munculnya ISK.
  • Urin yang dikeluarkan anak berwarna keruh atau berdarah
  • Rewel tanpa sebab yang jelas
  • Muntah
  • Tidak mau makan
  • Diare

Mengantisipasi si kecil terkena ISK

Mencegah tentu saja jauh lebih baik daripada mengobati. Apalagi mengingat ISK yang terlambat diobati, dapat menyerang ginjal anak. Untuk itu, kita perlu memahami cara pencegahannya.

Balita masih bergantung pada orangtua dalam hal menjaga kebersihan pribadi, terutama kebersihan setelah berkemih atau BAB. Berikut adalah beberapa tip yang perlu diketahui orangtua:

  • Selama 6 bulan pertama kehidupan si kecil, ASI bukan hanya makanan terbaik yang bisa diterimanya tapi juga menjadi pelindung dari berbagai penyakit infeksi, salah satunya ISK.
  • Setelah anak belajar buang air sendiri di toilet (potty trained), kadang mereka berkemih hanya sedikit-sedikit sehingga sering tidak mengosongkan kandung kemihnya. Pengosongan kandung kemih secara teratur membantu mengeluarkan bakteri bersama urin, oleh karena itu ajari si kecil untuk berkemih hingga tuntas, beri ia air minum yang cukup banyak sehingga ia berkemih lebih sering.
  • Berikan makanan yang kaya akan serat agar balita tidak mengalami konstipasi.
  • Gantilah popok si kecil secara teratur, segera ganti popoknya jika ia buang air besar. Pastikan ibu atau ayah membersihkan kelamin bayi dari arah depan ke belakang, bersihkan juga lipatan-lipatan di sekitarnya.
  • Untuk anak yang lebih besar, ajari ia untuk rajin menjaga kebersihan diri dengan mandi dan mengganti baju yang bersih setiap hari.
  • Biasakan anak mencuci tangan setelah bermain atau setelah menggunakan toilet.
  • Minum jus buah cranberry dapat mengurangi risiko ISK, karena mengandung bahan aktif proanthocyanidin yang dapat mencegah bakteri coli menempel pada saluran kemih. Saat ini, sudah tersedia Prive Uricran ekstrak cranberry dalam bentuk kapsul yang dapat membantu memelihara kesehatan saluran kemih.

Mari tanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini!

Referensi:

img-article-9kebiasaan

9 Kebiasaan Buruk Ini Menyebabkan ISK

Tanpa disadari kita kerap melakukan kebiasaan buruk yang memicu timbulnya infeksi saluran kemih (ISK).

Suatu hari kamu merasakan gejala anyang-anyangan, yaitu rasa ingin berkemih namun terasa tidak tuntas yang disertai rasa nyeri saat berkemih. Perut bagian bawah terasa tidak nyaman, dan setelah diperhatikan urine berwarna keruh. Ini yang disebut gejala infeksi saluran kemih (ISK).

Infeksi saluran kemih biasanya terjadi ketika bakteri memasuki saluran kemih melalui uretra dan mulai berkembang biak di kandung kemih. Sistem saluran kemih mempunyai pertahanan untuk mencegah masuknya bakteri, namun pertahanan ini terkadang gagal, dan bila itu terjadi, bakteri mungkin bertahan dan berkembang menjadi infeksi di saluran kemih.

Kebiasaan buruk yang dapat memicu terjadinya ISK

1. Kurang minum

Saat tubuh kekurangan cairan, produksi urine menjadi berkurang, dan hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih. Buang air kecil (BAK) merupakan cara terbaik untuk mengeluarkan bakteri dari saluran kemih, supaya hal ini tidak terjadi, pastikan kita minum 8 gelas air putih setiap hari.

2. Menahan buang air kecil

Semakin lama urine tertahan, kandung kemih akan menjadi tempat yang baik untuk bakteri berkembang biak yang cepat atau lambat dapat menyebabkan ISK. Bila dibiarkan infeksi bakteri tersebut dapat menyebar ke ginjal. Nah, mulai sekarang hilangkan kebiasaan menahan pipis ya.

3. Membasuh dari arah belakang ke depan

Bakteri E. coli biasanya terdapat di saluran pencernaan yang bermuara di anus. Kebiasaan membasuh vagina dari belakang ke depan setelah berkemih atau buang air besar (BAB) membuat bakteri berpotensi masuk melalui saluran uretra dan menyebar ke kandung kemih sehingga memicu infeksi saluran kemih. Agar tak terjadi infeksi, usai berkemih atau BAB sebaiknya basuh dari arah depan ke belakang.

4. Mandi berendam

Berendam air hangat di bath tub usai beraktivitas sepanjang hari memang membuat tubuh nyaman. Tapi hati-hati, ada bahaya mengincar dibalik rasa nyaman itu. Produk yang kamu pakai untuk berendam banyak mengandung bahan sintetik, yang jika didiamkan berlama-lama di dalam air dapat mengiritasi saluran kemih. Selain itu, air dapat menjadi salah satu sumber bakteri. Oleh karena itu agar lebih higienis, mandilah menggunakan air pancuran (shower). Namun jika terpaksa berendam, pastikan tidak
melakukannya terlalu sering dan berlama-lama.

5. Mengenakan pakaian terlalu ketat

Kenakan pakaian sehari-hari yang nyaman dan tidak ketat. Hindari pakaian yang terlalu ketat, terutama untuk pakaian dalam. Area seputar organ intim sebaiknya tetap kering. Celana ketat berbahan jeans dan celana dalam berbahan nilon dapat membuat daerah intim menjadi lembab, sehingga mengundang bakteri dapat mudah berkembang biak.

6. Menggunakan metode KB tertentu

Alat kontrasepsi diafragma yang digunakan oleh wanita dapat menekan uretra dan mengganggu pengosongan kandung kemih. Akibatnya, urine tertahan lebih lama di saluran kemih. Alat kontrasepsi lain yakni kondom yang mengandung spermisida juga menyebabkan perubahan pH vagina sehingga menyebabkan bakteri mudah berkembang biak.

7. Salah memilih sabun mandi

Beberapa jenis sabun dapat mengiritasi area seputar anus sehingga memungkinkan bakteri berpindah ke saluran kemih. Pilihlah sabun sesuai dengan jenis kulit dan bersahabat dengan kulit tanpa menimbulkan iritasi.

8. Minum kopi, jus, dan alkohol

Kopi dan/atau alkohol bersifat diuretik, artinya memaksa saluran kemih untuk mengeluarkan urine lebih sering sehingga dapat menyebabkan iritasi pada saluran kemih. Iritasi ini dapat menjadi peluang bakteri untuk menginfeksi saluran kemih. Sebaiknya, batasi minuman seperti di atas dan lebih disarankan untuk minum air putih lebih banyak.

9. Pakaian dalam lembab

Pakaian dalam yang lembab atau basah merupakan lingkungan yang nyaman bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak. Hal ini memperbesar risiko infeksi saluran kemih. Karenanya, disarankan untuk mengganti pakaian dalam minimal 2 kali per hari, atau ketika pakaian dalam basah atau lembab.

10. Ayo kembali ke pola hidup sehat

Jika merasa mengalami gejala-gejala ISK, konsultasikan dengan dokter dan ubahlah kebiasaan-kebiasaan buruk di atas. Lengkapi gaya hidup sehatmu dengan mengonsumsi ekstrak buah cranberry yang merupakan salah satu cara alami untuk mencegah infeksi saluran kemih berulng karena mengandung bahan aktif proanthocyanidin (PAC) yang mencegah penempelan bakteri E. coli pada epitel saluran kemih.

11. Prive Uricran mengandung ekstrak cranberry tersedia dalam bentuk kapsul yang praktis untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih, dan Prive Uricran Plus dalam bentuk powder yang enak dan menyegarkan untuk membantu memelihara kesehatan. Prive Uricran dan Prive Uricran Plus dapat diperoleh di apotek terdekat.

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447

http://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3033513/5-kebiasaan-penyebab-infeksi-saluran-kemih

https://www.blogdokter.net/2017/04/15/9-kebiasaan-buruk-yang-dapat-menyebabkan-infeksi-saluran-kemih/

https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/perawatan-kewanitaan/kenapa-wanita-sering-infeksi-saluran-kencing/

http://www.alodokter.com/infeksi-saluran-kemih/penyebab

rsz_istock-518535220

Dampak Buruk Jika Ibu Hamil Mengalami ISK

Infeksi saluran kemih atau ISK adalah kondisi di mana bakteri masuk dan kemudian menempel pada saluran kemih hingga menyebabkan infeksi. ISK pada ibu hamil ternyata dapat membahayakan janin.

Ibu hamil rentan mengalami ISK, terutama saat kehamilan memasuki minggu ke-6 hingga ke-24. Pada saat itu, rahim yang terletak tepat di atas kandung kemih mulai membesar seiring dengan perkembangan janin dan menekan kandung kemih. Kondisi ini membuat proses pengosongan kandung kemih melalui pengeluaran urine menjadi lebih sulit, urine yang terkumpul di kandung kemih dapat menyebabkan bakteri di dalam kandung kemih berkembang biak.

Kondisi yang meningkatkan risiko ISK pada ibu hamil

Selain tekanan rahim pada kandung kemih, ada beberapa kondisi lainnya yang dapat meningkatkan risiko ibu hamil lebih mudah terkena ISK.

  1. Ibu hamil mengalami peningkatan hormon progesteron selama kehamilan sehingga menambah besar dan berat rahim. Akibatnya, terjadi pengenduran pada otot polos saluran kencing. Hal ini juga mengakibatkan ibu kesulitan berkemih.
  2. Saluran kencing yang pendek pada perempuan, serta sulitnya memantau kebersihan daerah sekitar kelamin juga mempermudah ibu hamil terkena ISK.
  3. Urine pada ibu hamil menjadi lebih pekat dan mengandung hormon dan gula tertentu yang dapat meningkatkan perkembangan bakteri di dalam kandung kemih dan menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan bakteri buruk yang berusaha masuk ke dalam tubuh ibu hamil.

Efek buruk ISK pada ibu hamil dan bayinya

Infeksi apapun yang terjadi saat kehamilan tentu saja berbahaya, baik bagi ibu hamil maupun janin yang dikandung. Proses inflamasi atau peradangan menyebabkan tubuh memproduksi zat-zat yang dapat mempengaruhi kehamilan. Salah satunya adalah senyawa yang disebut prostaglandin. Prostaglandin adalah suatu hormon yang dapat menyebabkan otot rahim berkontraksi dan menyebabkan persalinan prematur (belum waktunya).

ISK yang tidak terdiagnosa atau tidak diobati secara tuntas dapat menyebabkan infeksi pada ginjal (pyelonephritis). Kondisi ini, tak hanya mendorong kemungkinan terjadinya persalinan prematur, juga menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi. Itu sebabnya ISK pada ibu hamil perlu diatasi hingga benar-benar tuntas.

Dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik yang aman bagi ibu hamil dan bayi selama 3-7 hari. Jika infeksi sudah menyebar hingga ke ginjal, antibiotik biasanya diberikan dalam bentuk intravenuous (IV/infus).

Mewaspadai ISK pada ibu hamil

Mengingat tingginya risiko yang dapat dialami oleh ibu hamil dan bayinya akibat ISK, sebaiknya kita mewaspadai gejala-gejala ISK tersebut, diantaranya:

  1. Rasa nyeri ketika sedang berkemih
  2. Urine berwarna keruh atau berdarah
  3. Rasa nyeri yang dirasakan di pinggang
  4. Sering berkemih (merasa ingin berkemih), sedangkan urine yang keluar hanya sedikit. Gejala ini disebut juga dengan anyang-anyangan
  5. Demam yang menandakan adanya infeksi dalam tubuh
  6. Muntah dan mual

Jika gejala ini muncul, segeralah datang ke dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan memastikan diagnosa ISK setelah diadakan tes urin.

Cara untuk mengurangi risiko ISK saat hamil

Walaupun ibu hamil sudah berusaha untuk menjaga kesehatannya sebaik mungkin, risiko terkena ISK akan tetap ada. Oleh kerena itu, tetap lakukan pencegahan ISK sebaik-baiknya dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Minum air putih 6-8 gelas setiap hari dan minum jus buah Prive Uricran dengan kandungan ekstrak cranberry membantu memelihara kesehatan saluran kemih, dan mudah didapat di apotek-apotek terdekat.
  • Menghindari makanan olahan (refined foods), jus buah, kafein, alkohol, dan gula.
  • Konsumsi vitamin C (250-500 mg/hari), Beta-karoten (25.000 – 50.000 IU/hari), dan Zinc atau Seng (30-50 mg/hari) untuk melawan infeksi.
  • Biasakan untuk berkemih begitu ada rasa ingin berkemih dan kosongkan kandung kemih hingga tuntas setiap Anda berkemih.
  • Berkemih sebelum dan setelah melakukan hubungan intim.
  • Hindari melakukan hubungan intim dengan suami jika sedang dalam pengobatan ISK.
  • Setiap usai berkemih, tepuk-tepuk hingga kering (jangan menggosok) vagina Anda. Pastikan untuk membersihkan area kewanitaan ini dari arah depan ke belakang.
  • Hindari penggunaan sabun yang terlalu kuat, pembersih kewanitaan (douches, spray), krim antiseptik, juga bedak.
  • Gunakan pakaian dalam maupun stocking dari bahan katun dan gantilah dengan yang bersih setiap hari.
  • Hindari mengenakan celana yang terlalu ketat.
  • Hindari berendam di bak mandi lebih dari 30 menit atau lebih dari dua kali sehari.

Semoga kehamilan Anda tetap sehat hingga saatnya melahirkan nanti.

Referensi:

img-article-waspadai

Waspadai Gejala ISK Berulang!

Infeksi saluran kemih (ISK) memang mengganggu aktivitas, rasa sering ingin berkemih namun terasa tidak tuntas disertai nyeri di bagian bawah perut. Hati-hati, ISK berulang. Ketahui pencegahannya.

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi karena adanya bakteri pada saluran kemih. Keberadaan bakteri dapat dipastikan melalui tes urine yang kemudian dikultur. Pasien yang terdiagnosa ISK, jumlah bakteri pada hasil kultur urinenya adalah 105 cfu/ml.

ISK adalah infeksi bakteri yang paling sering terjadi pada wanita, dan 50-60 persen wanita mengalami ISK di sepanjang usianya. Banyak juga yang mengalami infeksi berulang. Artinya, dua kali atau lebih mengalami infeksi dalam enam bulan, atau tiga kali atau lebih dalam satu tahun.

Gejala ISK menimbulkan rasa tidak nyaman yang dapat mengganggu aktivitas, antara lain;

  • Sering buang air kecil atau mempunyai rasa ingin selalu buang air kecil
  • Berkemih namun tidak tuntas
  • Rasa nyeri pada daerah kemaluan saat berkemih
  • Nyeri saat buang air kecil (disuria)
  • Urine berwarna keruh atau bahkan ada darah dalam urine (hematuria)
  • Air seni berbau tak sedap
  • Secara umum badan terasa tidak sehat
  • Demam (suhu > 38ºC), kadang disertai menggigil
  • Rasa mual, terasa ingin muntah

ISK yang tidak tertangani dengan baik, dapat menyebabkan ISK berulang, atau infeksi dapat mengarah ke gangguan penyakit yang lebih serius pada ginjal. Selain itu pada wanita, beberapa kondisi juga menyebabkan ISK rentan terulang kembali.

Mengapa wanita rentan mengalami ISK berulang?

  • Secara anatomis, saluran kemih (uretra) pada wanita lebih pendek serta dekat dengan anus, sehingga bakteri lebih mudah berekspansi ke saluran kemih hingga ginjal.
  • Perubahan hormon pada wanita menopause meningkatkan risiko ISK.
  • Aktif secara seksual meningkatkan risiko ISK. Ini melibatkan aktivitas seksual yang terjadi, misalnya dengan masuknya jari tangan atau alat yang dapat menjadi media penyebaran bakteri ke dalam organ intim. Ini menjawab pertanyaan mengapa disarankan buang air kecil sesudah berhubungan intim.
  • Kurang minum dapat meningkatkan risiko ISK. Kecukupan air minum, memperlancar buang air kecil dan membantu mengeluarkan bakteri dari kandung kemih.
  • Buang air besar juga dapat menyebabkan ISK berulang, apa lagi jika seseorang dalam kondisi diare, karena kotoran lebih memungkinkan untuk masuk ke uretra.

Selain faktor di atas, kebiasaan sehari-hari tanpa disadari juga menyebabkan ISK berulang, sebut saja kebiasaan menahan buang air kecil, membasuh dengan cara keliru usai buang air besar (dari belakang ke arah depan), berendam air hangat di bath tub, dan menggunakan pakaian dalam ketat.

Mengingat demikian banyak faktor penyebab ISK berulang, sebaiknya hindari faktor-faktor tersebut. Konsultasikan dengan dokter Anda, bila dalam setahun Anda mengalami ISK berulang kali. Jika mengalami dua kali atau lebih infeksi dalam enam bulan, atau tiga kali atau lebih dalam setahun Anda bisa dikategorikan sebagai penderita ISK berulang atau ISK kronis.

Tips mencegah ISK berulang:

  • Setelah buang air besar atau kecil, bersihkan organ intim dari arah depan (lubang kemih) ke arah belakang (lubang anus)
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang organ intim
  • Jangan menunda keinginan berkemih
  • Konsumsi air putih minimal 2 liter perhari
  • Disarankan untuk berkemih setiap kali berhubungan intim, dan bersihkan organ intim usai melakukan hubungan seksual. Jangan berganti-ganti pasangan.
  • Minum ekstrak buah cranberry, kandungan Proanthocyanidin (PAC) dalam cranberry mampu menghambat perlekatan bakteri E. coli pada dinding epitel saluran kemih. Itu sebabnya, sejak Desember 2004 badan otoritas keamanan makanan Perancis (AFSSA) memberikan persetujuan klaim kesehatan cranberry untuk membantu mengurangi perlekatan (adhesi) bakteri E. coli pada dinding saluran kemih. Dapatkan manfaat tersebut dalam Prive Uricran, ekstrak cranberry yang kini telah tersedia di apotek-apotek terdekat.

Referensi:

img-article-9perubahan

9 Perubahan Saat Hamil

Begitu dinyatakan positif hamil, Anda akan mendapati beberapa perubahan pada tubuh. Tentu saja ini wajar, bayangkan ada kehidupan baru di rahim Anda, si kecil yang kian hari kian bertumbuh.

Ketika hasil tes kehamilan positif, saat itu pula terjadi perubahan hormon, yang menyebabkan serangkaian perubahan pada tubuh Anda. Berikut 9 perubahan yang mungkin Anda alami:

  1. Ukuran perut yang membesar

Perut ibu hamil akan membesar seiring dengan membesarnya rahim (uterus) secara bertahap karena perkembangan janin dan bertambahnya usia kehamilan. Rasa nyeri pada perut dan kram merupakan keluhan yang paling sering dialami ibu hamil karena ligamen penahan rahim semakin rawan dengan tegangan akibat pembesaran rahim.

  1. Perubahan pada payudara

Perubahan payudara dipengaruhi adanya perubahan hormonal yang berperan mempersiapkan kelenjar susu agar menghasilkan ASI untuk proses menyusui. Pada awal usia kehamilan, Anda akan merasa payudara kesemutan, nyeri, atau lebih sensitif, terutama di area puting. Perubahan warna putting susu dan area sekitar puting (areola) menjadi lebih gelap.

  1. Denyut jantung dan volume darah

Selama trimester kedua kehamilan, jantung ibu saat istirahat bekerja 30-50% lebih keras. Denyut jantung bisa meningkat hingga 15-20% selama kehamilan. Tidak jarang denyut jantung ibu mendekati 90 -100 detak per menit pada trimester ketiga. Volume darah meningkat secara progresif selama kehamilan sampai bulan terakhir. Volume plasma meningkat 40-50% dan massa sel darah merah meningkat 20-30% sehingga tubuh membutuhkan peningkatan asupan zat besi dan asam folat.

  1. Sembelit

Peningkatan hormon progesteron selama kehamilan menyebabkan kontraksi otot saluran pencernaan melambat sehingga makanan yang masuk ke usus akan dicerna lebih lama. Selain itu, penambahan zat besi pada suplemen kehamilan juga dapat menyebabkan sembelit.

  1. Perubahan pada kulit

Perubahan warna kulit saat kehamilan dipengaruhi oleh perubahan hormon, biasanya perubahan warna akan terlihat di leher, wajah, atau bagian lainnya, berupa pigmentasi berwarna coklat atau lebih gelap. Beberapa ibu hamil merasa kulit lebih cerah saat hamil, sebagian lagi mungkin akan merasa kulitnya lebih kusam dan gelap saat hamil. Peningkatan pigmen melanin dapat memicu terjadinya perubahan warna pada wajah dan timbulnya garis lurus pada perut. Selain itu, masalah kulit yang lain selama kehamilan adalah munculnya stretchmarks.

  1. Sesak napas

Bertambah besarnya rahim karena perkembangan janin dan perubahan hormon menyebabkan gerak diafragma menjadi terbatas. Pada trimester ketiga, tubuh membutuhkan adaptasi ekstra akibat janin yang terus berkembang yang menekan diafragma, dan kapasitas paru-paru berkurang akibat tekanan rahim yang kian membesar.

  1. Gigi rapuh dan gusi berdarah

Saat hamil, cadangan kalsium ibu dalam tulang dan gigi diserap oleh janin, jika ibu tak mendapat asupan kalsium yang memadai, maka gigi dan tulang ibu hamil kemungkinan mudah rapuh. Selain itu, perubahan hormon pada ibu hamil meningkatkan peredaran darah ke gusi sehingga gusi menjadi lebih sensitif dan mudah berdarah. Ini terjadi terutama saat ibu hamil menyikat gigi, sehingga disarankan untuk menggunakan sikat gigi yang lembut dan tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kondisi gusi mudah berdarah sering terjadi di trimester kedua dan akan kembali normal setelah melahirkan.

  1. Gangguan berkemih

Rahim yang membesar memberikan tekanan pada saluran kemih terutama kandung kemih sehingga menyebabkan rasa ingin buang air kecil terus menerus. Pertumbuhan rahim   menghalangi drainase urin dari kandung kemih yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK). Kehamilan juga menyebabkan volume kandung kemih meningkat, semakin banyak urin yang tertahan dapat memudahkan bakteri berkembang dan memicu terjadinya ISK. Gejala ISK yang khas adalah ibu mengalami anyang-anyangan yaitu sering berkemih namun terasa tidak tuntas.

  1. Rambut dan kuku

Banyak wanita mengalami perubahan pertumbuhan rambut dan kuku selama kehamilan. Perubahan hormon terkadang menyebabkan rambut rontok. Tetapi banyak wanita juga mengalami pertumbuhan rambut sehingga menjadi lebih tebal selama kehamilan. Bahkan pertumbuhan rambut dapat terjadi di tempat yang tidak umum, seperti di wajah, lengan, kaki, atau punggung. Umumnya kondisi ini akan kembali normal setelah bayi lahir dan biasanya berlangsung sampai setahun pasca persalinan

Selain rambut, banyak wanita mengalami pertumbuhan kuku lebih cepat selama kehamilan. Sebagian lagi mengalami kuku yang menjadi rapuh, mudah patah, bergelombang atau keratosis (pertumbuhan keratin).

 

Tip menjaga kehamilan tetap sehat

  • Penuhi nutrisi sehat yang dibutuhkan selama kehamilan: protein, kalori, air, serat, vitamin, asam folat, mineral (zat besi, zinc, kalsium)
  • Lakukan aktivitas/olahraga, karena olahraga dapat mengurangi keluhan seperti nyeri, sembelit, dan memudahkan proses persalinan.
  • Cukup istirahat
  • Jauhi rokok dan polusi
  • Rutin kontrol ke dokter.
  • Konsumsi suplemen kesehatan Prive Uri-cran yang mengandungekstrak cranberry untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih.

Referensi:

Asian girl swimming in swimming pool catching yellow foam pad in pool

Aktivitas Anak yang Dapat Berisiko ISK

Anak-anak dalam masa pertumbuhan membutuhkan ruang untuk mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Namun, beberapa kegiatan yang mereka lakukan ternyata juga dapat menjadi ‘jalan’ munculnya infeksi saluran kemih atau ISK.

Di tahun-tahun pertama kehidupan anak, ia dapat mengalami berbagai infeksi. Selain influenza dan infeksi pernapasan lainnya, infeksi saluran kemih juga dapat menjangkiti anak-anak. ISK dapat dialami baik oleh anak perempuan (8%) maupun anak laki-laki (2%). Perempuan memiliki kemungkinan lebih besar terkena ISK karena urethra atau saluran kemihnya lebih pendek, jadi bakteri di anus (seperti E. coli) dapat lebih mudah masuk ke saluran kemih, sehingga dapat menyebabkan ISK.

Kegiatan seru anak dan ‘risikonya’

Anak-anak yang aktif biasanya menyukai berbagai kegiatan outdoor yang mendukung kebutuhannya untuk bergerak. Beberapa dari kegiatan tersebut memiliki faktor penyebab ISK lebih tinggi daripada kegiatan lain karena dapat membuat kuman lebih mudah masuk ke dalam kelamin anak. Berikut penjelasannya:

  1. Berenang. Air di tempat kita berenang seperti kolam renang, sungai, danau atau laut, dapat mengandung bakteri. Baju renang yang basah dan lembab merupakan tempat yang disukai oleh bakteri untuk menempel dan berkembang biak. Bakteri yang menempel di baju renang dapat mencari jalan masuk ke saluran kemih sehingga menyebabkan ISK. Untuk menghindari terjadinya ISK, ajak anak untuk segera mandi menggunakan sabun setelah berenang dan mengenakan baju dalam yang bersih dan kering.
  2. Berkemah. Kegiatan ini memberikan pengalaman mengasyikkan bagi anak karena mengenalkan mereka pada keindahan alam dan segala isinya. Namun kegiatan luar ruang seperti ini sering membuat anak terlalu asyik bereksplorasi dan lupa minum yang cukup. Lokasi atau kondisi sekitar juga membuat anak sering menahan diri untuk tak berkemih saat ia ingin, padahal hal tersebut dapat meningkatkan risiko terkena ISK. Selalu tanyakan pada anak, apakah mereka ingin berkemih dan temani segera. Selain itu, jangan lupa untuk selalu mengingatkan mereka untuk minum yang cukup.
  3. Bersepeda. Anak-anak sangat menyukai bersepeda, apalagi bersama teman-temannya. Gerakan mengayuh saat bersepeda menyebabkan gesekan berulang di area sekitar organ intim si upik, gesekan ini dapat mendorong bakteri untuk masuk ke saluran kemih yang dapat menyebabkan ISK. Anak perempuan lebih mungkin mengalami ini daripada anak laki-laki. Batasi waktu bersepeda anak dan minta ia segera membersihkan diri atau mandi setelah selesai bermain sepeda dan mengenakan baju dalam yang bersih dan kering.

Gejala ISK pada anak

Waspadailah jika anak-anak sudah memperlihatkan gejala berikut yang merupakan gejala awal infeksi saluran kemih:

  • Keinginan untuk berkemih yang tak tertahankan dan sering, dengan kuantitas sedikit
  • Rasa sakit ketika berkemih
  • Rasa sakit di perut bagian bawah atau di pinggang
  • Untuk anak-anak yang lebih kecil, mereka juga biasanya akan mengompol
  • Demam dan rewel
  • Air seni berwarna keruh, mungkin bercampur darah, dan memiliki bau menyengat

Jika tanda-tanda seperti ini muncul pada anak Anda, segera dibawa ke dokter anak untuk mendapatkan pengobatan. Umumnya dokter akan memberikan antibiotik berdasarkan usia dan berat badan anak selama beberapa hari hingga gejalanya hilang.

Yuk cegah ISK

Mengajarkan kebersihan pada anak memang perlu dilakukan sedini mungkin sehingga mereka memahami apa yang harus dilakukan agar tidak sakit. Demikian juga halnya dengan pencegahan ISK. Ada beberapa hal yang bisa kita ajarkan pada si kecil:

  • Untuk anak perempuan, setelah buang air besar mapun kecil, mereka harus membersihkan dari arah depan ke anus (tidak sebaliknya), sehingga bakteri tidak masuk ke daerah kewanitaan dan saluran kemih.
  • Untuk anak laki-laki, setelah berkemih, mereka diminta untuk mengucurkan air di ujung kelamin mereka untuk membuang sisa-sisa urine dan mengeringkannya.
  • Menggunakan celana dalam yang nyaman dan selalu diganti setiap hari. Berikan anak celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan memudahkan kulit ‘bernapas’, juga jangan sampai ada celana dalam yang sudah kekecilan karena akan membuat area tersebut menjadi lembab.
  • Tidak memberikan mereka sabun dengan pengharum yang dapat meningkatkan risiko terkena ISK.
  • Segera berkemih kala memang sudah ingin, jangan ditahan-tahan.
  • Minum air putih yang cukup karena dapat membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih dan menghindari konstipasi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ISK.
  • Minum jus Cranberry yang mengandung proanthocyanidins, zat yang menyebabkan bakteri sulit menempel pada saluran kemih. Saat ini juga sudah tersedia Prive Uri-Cran, ekstrak Cranberry yang membantu memelihara kesehatan saluran kemih.

Referensi:

img-article-baru

Mengatasi Rasa Tak Nyaman Saat Hamil

Perubahan yang terjadi pada tubuh ibu hamil dapat menghadirkan rasa tak nyaman. Ketidaknyamanan ini perlu diatasi agar ibu dapat melakukan berbagai aktivitas sehari-hari secara normal serta menikmati proses kehamilannya.

Kebahagiaan ibu hamil kadang terganggu oleh beberapa hal yang dapat menimbulkan rasa tak nyaman. Penyebab utama ketidaknyamanan ini umumnya adalah perubahan hormonal di dalam tubuh ibu, juga pertumbuhan janin yang semakin besar. Berikut beberapa hal yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada ibu hamil, serta cara mengatasinya:

  1. Mudah merasa lelah

Kelelahan adalah hal yang umum dirasakan oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama . Perubahan hormonal,pembentukan plasenta, metabolisme alami, dan pertumbuhan janin membutuhkan energi yang cukup besar, sehingga menimbulkan kelelahan pada ibu. Biasanya kelelahan ini berkurang memasuki trimester kedua, namun kembali muncul di trimester ketiga karena ukuran bayi sudah lebih besar.

Tips untuk mengurangi rasa lelah:

  • Usahakan untuk istirahat lebih awal di malam hari dan luangkan waktu untuk beristirahat sejenak di siang hari.
  • Makanlah makanan yang bergizi seimbang dengan porsi buah serta sayur lebih banyak.
  • Hindari dehidrasi dengan minum air putih yang cukup.
  • Mengonsumsi vitamin untuk ibu hamil sesuai yang diresepkan dokter Anda.
  • Berolahraga ringan seperti senam atau jalan kaki di pagi hari baik untuk kesehatan ibu dan janin.
  1. Keputihan

Keputihan atau white discharge (leukorrhea) juga normal terjadi pada ibu hamil, hal ini diakibatkan adanya peningkatan hormon estrogen dalam tubuh. Selain itu, aliran darah ke rahim dan jalan lahir juga meningkat 3 kali lipat selama kehamilan. Kedua hal ini membuat leher rahim (serviks) mengeluarkan cairan lebih banyak.

Tip mengatasinya:

  • Gunakan pantyliner jika ibu merasa lebih nyaman, namun hindari pantyliner yang beraroma (perfumed).
  • Saat mandi atau setelah menggunakan toilet, basuh area vagina dari arah depan ke belakang untuk menghindari infeksi dari bakteri yang ada di anus.
  • Selama keputihan tidak berbau, berwarna kuning/hijau, serta menimbulkan gatal, ibu tak perlu merasa khawatir. Segera periksakan ke dokter jika hal-hal tersebut terjadi.
  1. Nyeri ulu hati

Nyeri ulu hati pada ibu hamil dapat terjadi karena kondisi adanya perubahan kadar hormon yang mempunyai efek ke otot saluran pencernaan, intoleransi makanan, dan perkembangan janin yang membesar terutama memasuki bulan ke-4 yang menyebabkan penekanan perut bagian atas. Kondisi tersebut dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan rasa panas (heartburn).

Tips mengatasinya:

  • Makanlah dalam porsi kecil namun lebih sering, dibandingkan makan dalam porsi besar tapi hanya tiga kali sehari.
  • Hindari makanan yang dapat merangsang asam lambung seperti makanan yang asam dan pedas.
  • Berhentilah makan tiga jam sebelum waktunya tidur. Ketika tidur, sangga kepala dengan bantal sehingga posisi kepala lebih tinggi daripada kaki.
  • Hindari konstipasi dengan banyak makan makanan berserat.
  1. Sakit kepala

Perubahan hormonal juga dapat menyebabkan munculnya sakit kepala saat hamil. Selain itu, baik stres maupun kelelahan juga dapat mengakibatkan sakit kepala atau tension headache. Jika sakit kepala muncul terlalu sering, dengan intensitas yang tinggi atau ditambah dengan migrain, sebaiknya ibu segera berkonsultasi dengan dokter.

Tips mengatasinya:

  • Ketika serangan sakit kepala datang, berbaringlah dengan kompres dingin di kepala.
  • Olahraga ringan dapat membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi intensitas sakit kepala.
  • Kelola rasa stres Anda dengan melakukan relaksasi atau meditasi.
  • Makan dan beristirahatlah secara teratur.
  1. Kenaikan berat badan yang tak tekendali

Pada usia kehamilan di atas 20 minggu, umumnya ibu hamil sudah melewati masa mual-mual dan menemukan kembali nafsu makannya. Ini membuat ibu jadi makan lebih banyak sehingga berat badan pun naik tak terkendali. Ibu yang mengalami berat badan berlebih dapat mengalami diabetes gestational (diabetes selama kehamilan) dan bayi juga memiliki kecenderungan berat badan lahir lebih dari normal

Tips mencegah kenaikan berat badan berlebihan

  • Makanlah cukup sering dalam takaran/porsi yang lebih sedikit setiap kali makan.
  • Tak perlu makan dua kali lipat, cukup menambah sekitar 150 kalori di trimester pertama dan sekitar 300-500 kalori di trimester kedua setiap harinya.
  • Ganti makanan yang mengandung gula atau karbohidrat tinggi dengan sayur, buah, kacang-kacangan dan biji-bijian.
  • Hindari mengolah bahan makanan dengan menggoreng, lebih baik mengukus atau merebusnya.
  • Berolahragalah secara teratur misalnya berenang atau senam sederhana di rumah.
  1. Kaki bengkak

Perubahan bentuk tubuh ibu hamil juga menyebabkan terjadinya perubahan mekanisme tubuh dalam mengelola cairan tubuh. Kaki ibu hamil yang bengkak diakibatkan terjadinya penumpukan kelebihan cairan yang disebut dengan edema. Biasanya hal ini lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan kembar, atau pada kehamilan trimester tiga.

Tips mengurangi atau mencegah kaki bengkak selama kehamilan:

  • Hindari menyilangkan kaki saat duduk, regangkan kaki secara teratur saat duduk dalam waktu yang lama.
  • Pakailah sepatu yang nyaman dan berukuran pas.
  • Ketika sedang bekerja dan berada di posisi yang sama dalam waktu lama, lakukan peregangan dengan berjalan kaki atau melakukan senam ringan.
  • Jika memungkinkan, angkat kaki lebih tinggi dari biasanya seperti di atas kursi.
  • Hindari makanan yang tinggi garam seperti makanan cepat saji, dan perbanyak minum air mineral.
  • Konsumsi makanan sehat .
  1. Anyang-anyangan

Banyak ibu hamil juga mengalami anyang-anyangan, yaitu keinginan berkemih sering namun dengan urin hanya sedikit. Anyang-anyangan merupakan salah satu gejala dari infeksi saluran kemih (ISK). Penyebab gejala anyang-anyangan yang dirasakan ibu hamil umumnya adalah perubahan hormonal dan membesarnya janin dalam rahim sehingga rahim menekan kandung kemih.

Tips mencegah terjadinya ISK:

  • Minum air cukup banyak sehingga sering berkemih, agar dapat mengosongkan kandung kemih dan membersihkan saluran kemih.
  • Selalu membersihkan area vagina dari arah depan ke belakang untuk menghindari terjadinya infeksi bakteri dari anus ke saluran kemih.
  • Jika saat berkemih terasa sakit dan urin berbau atau berwarna kemerahan, segeralah periksakan ke dokter.
  • Minumlah jus cranberry dengan bahan aktif proanthocyanidin yang membantu mencegah bakteri menempel pada dinding saluran kemih. Saat ini juga sudah tersedia Uricran, ekstrak buah cranberry yang membantu memelihara kesehatan saluran kemih dan dapat dibeli bebas di apotik.

Selalu jaga pola hidup sehat selama kehamilan, agar ibu dapat menikmati masa-masa indah ini dengan nyaman dan tetap aktif.

Referensi:

 

rsz_istock-882305924

Kenali Gejala Dini ISK pada Anak

Cermati perubahan yang terjadi pada si buah hati, termasuk ketika suatu hari ia lebih sering keluar masuk toilet. Mungkin itu salah satu gejala infeksi saluran kemih (ISK).

 Seringkali kita tidak menyadari ISK pada anak-anak, terutama karena mereka memiliki pengetahuan yang masih terbatas. Bisa jadi kita baru menyadari gejala tersebut ketika mereka terlanjur mengompol di sekolah, suatu hal yang sangat memalukan di usia yang tidak seharusnya demikian.

Gejala di atas mungkin akibat infeksi saluran kemih (ISK) yang lambat diketahui. Sebelum separah itu, orangtua sebaiknya cermat mengenali gejala ISK lebih dini. Yuk kita kenali apa dan bagaimana ISK itu.

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang terjadi pada ginjal dan saluran kemih, salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada anak selain infeksi saluran napas atas dan diare. Pada infeksi saluran kemih (ISK), bakteri biasanya masuk melalui uretra, kemudian menuju ke saluran kemih dan menginfeksi kandung kemih (sistitis) serta ginjal (pielonefritis). Sebagian besar ISK pada anak-anak dapat sembuh dengan pemberian antibiotik yang tepat.

Infeksi saluran kemih perlu mendapat perhatian karena merupakan penyakit yang sering menyebabkan gagal ginjal pada anak, dan mengakibatkan tindakan cuci darah (dialisis) dan cangkok ginjal (transplantasi ginjal).

Kenali gejala ISK

Sebagai orangtua kita perlu mengenali dan mencermati perubahan yang terjadi pada anak. Berikut ini beberapa gejala dari ISK:

  • Sering buang air kecil, namun tidak tuntas
  • Anak cenderung tidak bisa menahan buang air kecil
  • Urin terlihat keruh
  • Anak tampak kesakitan saat buang air kecil
  • Rasa nyeri di perut bagian bawah atau sakit pinggang
  • Demam tinggi, kadang disertai menggigil
  • Mual dan muntah
  • Mengompol di luar kebiasaan anak
  • Nafsu makan berkurang.

Infeksi saluran kemih yang terjadi pada perempuan di masa anak-anak dapat menimbulkan komplikasi kelak pada saat mereka hamil. Oleh karena itu, ISK pada anak memerlukan tata laksana yang optimal. Penyebab ISK paling sering adalah kuman Escherichia coli (E. coli) yaitu sekitar 60-80 persen. Kuman ini berasal dari saluran cerna.

Sebagai orangtua, kita perlu mengajari anak:

  • Agar anak tuntas berkemih saat di toilet. Anak yang tidak mengosongkan kandung kemihnya dengan tuntas lebih berisiko terkena ISK. Sebaliknya, pengosongan kandung kemih dapat membantu menurunkan risiko ISK.
  • Biasakan anak minum cukup air putih. Minum cukup cairan berarti mengisi kandung kemih dan membantu anak mengosongkan kandung kemih lebih sering serta membantu mengeluarkan kuman bersama dengan urine.
  • Ajari anak untuk selalu menjaga kebersihan area sekitar kemaluan, dengan membilasnya dari arah depan ke belakang.

Cara lain untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih adalah dengan memberikan Prive Uri-cran kepada anak sesuai dengan anjuran dan petunjuk dokter. Suplemen ini mengandung ekstrak Cranberry, dengan bahan aktif Proantocyanidin yang dapat mencegah penempelan E.coli pada saluran kemih.

Referensi:

 

Pregnant woman holding pineapple at her belly. Dieting Concept. Healthy Lifestyle.

Mitos & Fakta Seputar Kehamilan

Maraknya berita ‘hoax’ ternyata sudah lama ditemukan juga di dunia kesehatan, termasuk kehamilan. Beredarnya berbagai info yang tidak benar atau kurang akurat ini, tentunya dapat merugikan ibu hamil.

Kehamilan adalah masa-masa yang membahagiakan, sekaligus juga penuh kekhawatiran. Bayangan komplikasi saat melahirkan atau bayi yang lahir cacat, adalah beberapa hal yang menjadi sumber kekhawatiran ibu. Belum lagi nasihat yang diberikan oleh orangtua, hal-hal yang belum dicek kebenarannya namun sudah mendarah daging diyakini dalam keluarga. Demikianlah mitos-mitos kehamilan awalnya berkembang.

Di dunia modern yang serba digital ini, ibu hamil sebaiknya melakukan fact check atau mengecek kebenaran sebuah info kehamilan sehingga tidak ‘tersesat’ dan malah merugikan diri sendiri maupun janin yang dikandungnya. Berikut adalah beberapa mitos di dunia kehamilan beserta faktanya.

Ibu hamil makan dengan porsi dua orang

Tidak seperti yang diyakini oleh orangtua zaman dahulu, ibu hamil tidak perlu makan untuk berdua. Secara ilmiah, perempuan tidak memerlukan banyak tambahan kalori ketika hamil, terutama memasuki trimester ketiga. Ibu hamil memang harus makan untuk dua orang, namun bukan berarti harus mengonsumsi dua porsi orang dewasa. Pada saat hamil, wanita dengan berat badan normal hanya membutuhkan kalori tambahan 300 kalori per hari untuk menunjang pertumbuhan janinnya.

Sebaiknya ibu hamil menghindari makan secara berlebih karena dapat menyebabkan ibu maupun bayinya kelebihan berat badan. Jika bayi yang terlalu besar, kemungkinan akan sulit melewati jalan lahir. Sedangkan ibu yang kelebihan berat badan dapat mengalami preeklampsia (tekanan darah tinggi karena kelebihan protein dalam urin). Kedua kondisi ini bisa menyebabkan ibu terpaksa melahirkan melalui bedah Caesar.

Tidak boleh berhubungan intim saat hamil

Memang benar, sperma mengandung hormon prostaglandin yang dapat memicu kontraksi rahim. Namun jika dokter menyatakan kehamilan ibu sehat dan tidak ada gangguan apapun, maka ibu hamil sesungguhnya dapat berhubungan intim. Ibu tak perlu takut janin terganggu karena ia aman dilindungi oleh kantung ketuban dan otot rahim yang kuat. Orgasme saat berhubungan intim juga tak akan menyebabkan keguguran karena kontraksi otot saat orgasme dan ketika melahirkan tidaklah sama.

Namun tetaplah waspada akan kemungkinan terkena penyakit seksual menular seperti klamidia atau herpes karena penyakit ini pun dapat menular pada janin.

Naik pesawat berbahaya bagi ibu hamil

Sama dengan berhubungan intim, naik pesawat juga diperbolehkan selama kehamilan ibu normal dan sehat. Banyak orang merasa khawatir dengan radiasi yang dipancarkan oleh alat X-ray yang ada di bandara. Alat ini memang memancarkan radiasi namun dalam tingkatan yang rendah, sehingga tak sampai menembus tubuh dan janin pun tak akan terganggu.

Jika saat memasuki pesawat (boarding) penumpang yang sedang hamil diminta melapor, ini sebenarnya dilakukan maskapai penerbangan karena harus memastikan ibu tidak mendekati saat-saat melahirkan. Melahirkan di pesawat tentunya berisiko tinggi mengingat keterbatasan alat bantu dan ketiadaan tenaga medis (kecuali ada penumpang lain yang berprofesi sebagai dokter).

Nanas menyebabkan keguguran

Mitos ini berawal karena buah tropis yang memiliki rasa asam manis ini mengandung enzim yang disebut bromelain. Bromelain memiliki fungsi memecah protein, sedangkan janin sendiri terdiri dari protein, sehingga hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa mengkonsumsi nanas dapat menyebabkan keguguran.

Faktanya, dibutuhkan 7-10 buah nanas sekali makan hingga hal tersebut dapat terjadi. Jadi, buah ini dapat dikonsumsi oleh ibu hamil jika hanya disajikan sebanyak satu buah setiap hari. Nanas baik untuk ibu hamil karena mengandung vitamin C, asam folat dan zat besi yang memang dibutuhkan di masa kehamilan.

Sering berkemih (beser) saat hamil

Ini adalah fakta. Ibu hamil akan sering berkemih (beser), hal ini merupakan respon tubuh yang normal terkait dengan perubahan hormon yang timbul selama kehamilan dan tekanan pada kandung kemih karena janin yang semakin besar dalam rahim. Gejala sering berkemih, dengan urine yang dikeluarkan tak terlalu banyak, sering disebut dengan anyang-anyangan.

Untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih, minum Uri-cran yang mengandung ekstrak cranberry.

Ibu hamil sebaiknya mencari fakta lebih dalam lagi mengenai mitos-mitos kehamilan, agar tidak menyesatkan serta merugikan kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

Referensi: