red-fruit

Maksimalkan Kesehatan dengan Cranberry

Di negara tropis seperti Indonesia, Cranberry memang sulit ditemukan. Buah yang termasuk ke dalam jenis berry atau buni-bunian ini ternyata sarat manfaat.

Buah Cranberry banyak ditemukan di bagian utara bumi atau di daerah yang memiliki suhu subtropis. Suku Indian adalah komunitas pertama yang menyadari manfaat Cranberry ini, karena selain mengandung zat antioksidan tinggi, buah ini juga kaya akan vitamin C. Suku Indian Algongquin memanen Cranberry secara teratur dan menjadikannya sebagai obat, makanan, bahkan simbol perdamaian.

Rasa buah Cranberry segar sangat masam (Suku Indian Pequot bahkan menyebutnya sebagai ‘ibimi’ yang berarti buah yang pahit atau getir), membuat Cranberry lebih banyak ditemukan dalam bentuk jus, saus, selai atau manisan. Saus Cranberry bahkan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perayaan Thanksgiving di Amerika Serikat atau Kanada.

Kaya akan antioksidan dan vitamin C

Walaupun terasa masam, buah ini ternyata sangat kaya dengan senyawa proanthocyanidins (PAC) yang merupakan suatu antioksidan. Antioksidan berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari serangan molekul tak stabil atau radikal bebas yang dapat mengganggu kesehatan.

Senyawa proanthocyanidins di dalam Cranberry dapat mencegah perlekatan bakteri terutama E. coli pada dinding saluran kemih sehingga menurunkan risiko terjadinya ISK (infeksi saluran kemih).

Buah Cranberry juga mengandung vitamin C yang tinggi dan serat, buah ini pun terbukti rendah kalori (hanya 45 kalori per cangkir). Dalam dunia buah dan sayur, Cranberry menduduki peringkat kedua setelah Blueberry dalam kapasitas antioksidan yang dikandungnya.

Sejuta manfaat cranberry

Ada begitu banyak manfaat yang diberikan oleh buah Cranberry bagi kesehatan kita. Beberapa manfaat tersebut bahkan sangat penting bagi perempuan. Berikut adalah beberapa diantaranya:

1. Membantu menurunkan risiko terjadinya kanker

Karena kaya akan antioksidan dan juga vitamin C, buah Cranberry juga baik dikonsumsi untuk membantu mencegah munculnya beberapa jenis kanker seperti kanker usus dan payudara. Dengan antioksidan, radikal bebas dalam tubuh pun tak akan menetap lama.

2. Melindungi gigi dari kuman

Kandungan proanthocyanidins dalam Cranberry menyebabkan kuman tak dapat menempel pada gigi sehingga mengurangi kemungkinan gigi berlubang. Namun tentunya kita tetap harus rajin menggosok gigi secara teratur.

3. Mencegah terjadinya pre-eklampsia pada ibu hamil

Pre-eklampsia adalah kondisi di mana ibu hamil mengalami peningkatan tekanan darah dan protein dalam urin. Jika tidak diatasi dengan benar, pre-eklampsia dapat mengakibatkan kelahiran prematur dan hal ini tentunya berbahaya. Para ahli berpendapat bahwa dengan mengonsumsi vitamin E bersamaan dengan vitamin C akan mengurani risiko pre-eklampsia. Cranberry kaya akan vitamin C, 8 ons buah ini mengandung 25 mg vitamin C, sepertiga dari kebutuhan harian kita akan vitamin C.

4. Mempunyai efek seperti antibakteri

Buah Cranberry mengandung senyawa kimia yang berfungsi seperti antibakteri dan mencegah bakteri jahat seperti E. coli untuk menempel pada dinding saluran kemih yang dapat menyebabkan infeksi. Senyawa ini menyebabkan E. coli ikut terbuang bersamaan dengan urin yang dikeluarkan oleh tubuh.

Cukup banyak kan, manfaat Cranberry? Oleh karena itu, konsumsilah buah Cranberry secara teratur untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama untuk kaum perempuan. Jika tidak menemukan buah segarnya, kita juga bisa minum Uri-cran, ekstrak Cranberry yang dapat membantu memelihara kesehatan saluran kemih dan dapat ditemukan di apotek-apotek terdekat.

Referensi:

fruits

Nutrisi Penting Saat Menginjak Usia 30 Tahun

Seiring dengan pertambahan usia, maka tubuh kita pun mengalami perubahan metabolisme. Agar tubuh tetap berenergi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi perempuan di atas usia 30 tahun.

Menua bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah kepastian. Tak perlu merasa berkecil hati ketika usia memasuki angka 30-an. Anda hanya perlu melakukan beberapa penyesuaian dalam gaya hidup agar tubuh tetap bugar dan sehat. Penting untuk memperhatikan asupan nutrisi sehari-hari dan usahakan selalu untuk memenuhi kebutuhan harian akan vitamin dan mineral (mikronutrien).

Sedikit namun esensial

Makronutrien yang dibutuhkan tubuh adalah karbohidrat, protein dan lemak. Sedangkan mikronutrien adalah vitamin dan mineral. Walaupun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, namun mikronutrien sangat diperlukan oleh organ-organ tubuh agar dapat berfungsi secara optimal. Berikut adalah nutrisi penting yang diperlukan bagi setiap wanita terutama mereka yang sudah menginjak usia 30 tahun ke atas.

1. Zat Besi

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan rasa lelah yang berkepanjangan. Zat besi memiliki andil yang cukup besar untuk menghindari kelelahan tersebut. Zat yang banyak ditemukan pada daging merah, makanan laut, sayuran berdaun hijau seperti bayam dan serelia ini memang sangat penting dalam mencegah anemia. Zat besi membantu dalam pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah yang bertugas untuk mengikat oksigen dalam darah. Oksigen ini akan ‘dikirim’ ke seluruh organ tubuh, termasuk otak. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia dan kelelahan adalah salah satu gejalanya.

Jumlah kebutuhan zat besi setiap hari untuk wanita usia 30 tahun ke atas: 13 mg

2. Seng

Mineral yang juga dikenal sebagai zinc ini banyak ditemukan dalam makanan laut dan daging merah. Seng berperan penting dalam mengatur reaksi enzim dalam tubuh, menjaga sistem imun dan sistem reproduksi. Kekurangan seng dapat mempengaruhi kesuburan, mengacaukan kerja hormon serta membuat tubuh rentan sakit.

Jumlah kebutuhan seng setiap hari untuk wanita usia 30 tahun ke atas: 13 mg

3. Protein

Zat yang satu ini memang bukan termasuk mikronutrien, melainkan masuk ke dalam kelompok makronutrien bersama dengan karbohidrat dan lemak. Namun demikian, fungsi protein sedemikian pentingnya karena ia bertugas untuk mengatur metabolisme dalam tubuh, membangun imunitas, dan menguraikan makanan. Jika kita mengalami gangguan seperti pada otot, kulit, rambut/kuku yang mudah patah, dan gampang sakit, kemungkinan besar itu adalah salah satu akibat dari kekurangan protein. Sumber protein sebenarnya cukup banyak, kita bisa menemukannya dalam daging merah, makanan laut, telur dan kacang-kacangan.

Jumlah kebutuhan protein setiap hari untuk wanita usia 30 tahun ke atas: 57 gram.

4. Vitamin B

Vitamin ini sangat penting untuk mereka yang memiliki pola hidup aktif agar tak mudah merasa stres dan lelah. Vitamin B dibutuhkan untuk mengubah karbohidrat dari makanan yang kita makan menjadi glukosa yang merupakan ‘bahan bakar’ dalam tubuh. Kekurangan vitamin yang dapat ditemukan pada sayuran berdaun hijau, ikan, telur, susu, gandum dan kacang-kacangan ini dapat menyebabkan kita mudah stres, sulit tidur dan mengalami mood yang buruk.

Jumlah kebutuhan vitamin B setiap hari untuk wanita usia 30 tahun ke atas: 14 mg (vitamin B3); 1,3 mg (vitamin B6 dan vitamin B1).

5. Vitamin C

Perempuan sangat membutuhkan vitamin C untuk kesehatan tulang dan kulit. Vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan aktif yang melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas yang dapat merusak kolagen sehingga timbul garis halus, kekeringan dan kerutan pada kulit. Vitamin ini banyak ditemukan pada buah dan sayuran.

Jumlah kebutuhan vitamin C setiap hari untuk wanita usia 30 tahun ke atas: 90 mg.

Temukan manfaat lebih dari ekstrak Cranberry

Buah Cranberry sangat kaya akan antioksidan dan vitamin C. Dengan mengonsumsi buah Cranberry (ataupun olahannya), sistem kekebalan tubuh kita akan terjaga dan membantu kita terhindar dari penyakit. Senyawa proanthocyanidin yang dikandung dalam Cranberry, menyebabkan bakteri penyebab ISK (E. coli) tak bisa menempel pada dinding saluran kemih sehingga mencegah terjadinya infeksi pada saluran kemih.

Di negeri tropis, buah Cranberry sulit ditemukan dalam bentuk segar, namun dengan mengonsumsi Prive Uri-cran yang berisi ekstrak buah Cranberry akan membantu memelihara kesehatan saluran kemih.

Jangan lupa juga untuk mengatur pola hidup yang lebih baik, mengurangi waktu kerja atau hang out dan tidur lebih cepat, menghindari rokok dan alkohol, serta mengelola stres dengan melakukan hobi yang menyenangkan atau berlibur secara teratur. Selamat menikmati hidup sehat di usia 30-an Anda.

Referensi:

img-article-ibu-sakit-3

Ketika Ibu Harus Dirawat

Ibu memiliki peran yang sangat penting di rumah, terutama dalam mengurus kebutuhan si kecil. Apa yang terjadi kala ibu harus dirawat di rumah sakit?

Segudang tanggung jawab yang dijalankan oleh ibu membuatnya seakan-akan ‘tidak boleh’ sakit, apalagi bagi ibu yang masih memiliki anak balita. Namun, hal tersebut tentunya sulit dihindari. Ketika ibu sakit, bahkan harus dirawat di rumah sakit (opname), baik ibu maupun semua anggota keluarga tentunya perlu melakukan penyesuaian.

The show must go on

Istilah ini sangat tepat untuk menggambarkan kondisi ibu yang harus dirawat, kehidupan pun terus berjalan. Dengan berjuta kekhawatiran yang dirasakan ibu, ia harus ‘rela’ menyerahkan tanggung jawab mengurus anak dan rumah tangga kepada orang lain untuk sementara waktu. Apa saja yang perlu dipersiapkan agar segala sesuatunya tetap berjalan dengan baik?

  1. Meminta bantuan dan berikan kepercayaan. Ayah sebagai partner terpercaya tentunya dapat membantu, namun tidak semua ayah memiliki waktu yang cukup fleksibel untuk mengurusi anak dan rumah tangga karena ia pun harus bekerja. Idealnya memang ada pengasuh atau asisten rumah tangga. Namun jika tidak ada, mintalah bantuan dari orang terdekat seperti orangtua, kakak atau adik untuk membantu. Berikan kepercayaan pada mereka dan tak perlu khawatir semuanya tidak ‘sesempurna’ seperti harapan. Dengan demikian, ibu juga dapat beristirahat dan berusaha agar bisa cepat pulih kembali.
  1. Buatlah catatan penting agar dapat menjadi panduan. Karena ibu yang biasanya paling tahu segala hal yang berurusan dengan anak atau seluk beluk rumah tangga, berilah daftar penting atau pesan-pesan yang berguna bagi mereka yang akan Contohnya, makanan kesukaan anak, alergi yang diderita anak, kebiasaan tidur anak, baju-baju yang dibutuhkan, nomor-nomor penting untuk pemesanan kebutuhan rumah tangga, dan lain sebagainya.
  1. Tetap melakukan kontak dengan anak. Di era digital seperti sekarang ini, upaya untuk saling terhubung sebenarnya lebih mudah untuk dilakukan. Dengan fasilitas video call, ibu dan anak-anak masih bisa berkomunikasi dengan baik. Jelaskan pada anak dengan bahasanya, mengapa ibu mereka harus ada di rumah sakit dan kapan sekiranya ibu dapat pulang kembali.
  1. Ajak anak menjenguk ibu. Jika anak sudah cukup besar dan rumah sakit tidak memiliki aturan yang melarangnya, anak bisa diajak menjenguk dan menemani ibu. Dengan catatan, anak pun dalam kondisi sehat agar ia tak terkena kuman di rumah sakit. Karena anak mudah bosan, siapkan beberapa aktivitas yang bisa dilakukannya sambil menemani ibu, seperti mewarnai atau bermain games di gadget. Siapkan juga baju hangat karena suhu ruangan di rumah sakit biasanya lebih dingin daripada suhu kamar pada umumnya. Pastikan anak merasa nyaman dan ada tempat untuk tidur jika ia merasa lelah.
  1. Hindari rasa bersalah. Banyak ibu yang menadi emosional saat dirawat di rumah sakit karena merasa meninggalkan tugas-tugasnya. Sebenarnya, ibu dapat melihat sisi positif dari kondisi ini. Selain dapat beristirahat sejenak dari rutinitas yang dilakukan sehari-hari, ibu juga dapat belajar untuk memberikan kepercayaan pada orang lain dalam hal mengasuh anak dan merawat rumah.

Peran ayah saat ibu dirawat

Sebagai partner dalam berumah tangga, peran ayah sudah pasti sangat penting ketika ibu harus dirawat di rumah sakit. Anak membutuhkan orang dewasa yang dapat mereka percaya untuk mendampingi dan memberikan kepastian bahwa hidup mereka tidak akan ‘kacau balau’ saat ibu tidak ada. Ayah dapat memberikan penjelasan pada anak mengenai keadaan ibu dan memastikan bahwa mereka tak perlu khawatir.

Lakukanlah beberapa kegiatan yang biasa dilakukan ibu dengan anak-anak, sebisa mungkin. Jika harus berangkat kerja, berikan anak pelukan dan sampaikan pesan-pesan pada pengasuh atau asisten rumah tangga dengan jelas. Selalu ingatkan akan untuk berdoa agar ibu mereka cepat sembuh dan dorong anak untuk menyampaikan perasaannya.

Ayah atau siapapun yang membantu mengasuh anak harus memastikan semua kebutuhan anak terpenuhi. Bukan saja makanan yang sehat, tapi juga minum air yang cukup. Perhatikan juga kebersihan anak, termasuk mandi dan kebiasaannya buang air besar dan buang air kecil. Agar si kecil terhindar dari gangguan kesehatan, sesuai anjuran dokter berikan ia Prive Uri-Cran Plus, ekstrak buah cranberry dengan kombinasi probiotik dan vitamin C dapat membantu memelihara kesehatan.

Semoga ibu cepat sembuh!

Referensi:

img-article-6kesalahan

6 Kesalahpahaman Seputar ISK

Infeksi saluran kemih atau ISK adalah infeksi yang terjadi pada saluran kemih yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Sebagian besar infeksi melibatkan saluran kemih bawah yaitu kandung kemih dan uretra. ISK sering dialami perempuan akibat banyak faktor, salah satunya adalah masuknya bakteri dari anus ke saluran kemih yang disebabkan karena salah pembasuhan pada area genitalia setelah buang air besar. Namun, banyak juga kesalahpahaman yang muncul di masyarakat mengenai ISK, apa sajakah itu?

ISK sangat menyiksa penderitanya karena mereka akan mengalami kesulitan berkemih. Belum lagi gejala anyang-anyangan yang dirasakan, sangat mengganggu aktivitas sehari-hari yang dijalankan.

Ada beberapa kesalahpahaman mengenai ISK, berikut 6 diantaranya:

  1. Penderita ISK itu jorok

Mungkin ada benarnya jika penderita tidak mengganti celana dalamnya secara teratur. Namun dalam hal ini, perlakuan ‘jorok’ yang dapat menimbulkan ISK adalah jika membersihkan area genital dari arah belakang ke depan, karena dapat memindahkan bakteri dari anus ke saluran kemih (uretra) yang letaknya berdekatan dengan area genital terutama pada perempuan.

Dalam menggunakan toilet umum, sebaiknya tidak menggunakan air yang sudah ditampung di ember, tapi usahakan untuk mengambilnya dari keran. Jika pilihan tersebut tidak ada, cukup gunakan tisu untuk membersihkan area genital dengan arah dari depan ke belakang. Setelah menggunakan toilet, cucilah tangan dengan bersih.

  1. ISK hanya terjadi saat hubungan intim

Berhubungan intim dapat memicu terjadinya ISK dimana bakteri mudah terdorong masuk hingga ke uretra (saluran kemih). Faktor penyebab lain yang dapat mengakibatkan ISK adalah penggunaan beberapa alat kontraspesi seperti spermisida dan diafragma, atau adanya gangguan imun dan abnormalitas dari saluran kemih.

Untuk menghindari terjadinya ISK, sesaat setelah berhubungan intim sebaiknya Anda berkemih untuk mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk dan menempel di saluran kemih.

  1. Hanya perempuan yang dapat terkena ISK

Laki-laki juga dapat mengalami ISK, namun dengan perbandingan yang lebih kecil karena uretra laki-laki lebih panjang dibandingkan perempuan. Perempuan setidaknya pernah merasakan terkena ISK sepanjang hidupnya sebanyak 1 kali, tidak demikian dengan para lelaki. Namun demikian, ISK biasanya menjadi hal yang sering dikeluhkan oleh laki-laki di atas usia 50 tahun, turunnya imunitas tubuh atau adanya komplikasi kesehatan merupakan beberapa penyebabnya.

  1. ISK adalah salah satu penyakit menular seksual

Infeksi saluran kemih bukanlah penyakit menular seksual. Namun melakukan hubungan intim dapat menjadi salah satu faktor terjadinya ISK, walaupun bukan satu-satunya. Anda tak perlu merasa takut tertular ISK dari pasangan.

  1. Perih pada saat berkemih sudah pasti tanda ISK

Rasa perih, rasa panas terbakar ketika berkemih dapat menjadi salah satu gejala ISK, namun masih ada penyakit lain dengan gejala yang sama. Contohnya saat penderita mengalami infeksi vagina atau iritasi karena penyebab lain seperti jamur atau vaginitis.

  1. ISK akan sembuh dengan sendirinya

ISK disebabkan oleh bakteri, oleh karena itu, untuk menyembuhkannya dibutuhkan pemberian antibiotik. Dalam pengobatannya diperlukan pemeriksaan dokter untuk menentukan jenis maupun dosis antiobiotik yang diperlukan. Tentu saja tidak ada yang meninggal dunia jika tidak mengobati ISK-nya segera, namun hal ini dapat menyebabkan timbulnya komplikasi lain karena bakteri dapat menyebar ke ginjal dan ureter.

Pastikan dahulu kebenaran berita yang Anda terima karena dikhawatirkan malah dapat memunculkan pemahaman yang salah terhadap sesuatu, apalagi jika berhubungan dengan masalah kesehatan. Carilah sumber-sumber informasi yang dapat dipercaya.

Minum jus cranberry juga dapat membantu mencegah penempelan bakteri pada dinding saluran kemih, ini dikarenakan cranberry mengandung bahan aktif Proanthocyanidin. Prive-Uricran, ekstrak cranberry berbentuk kapsul untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih. Kini Uricran dapat ditemukan di apotek-apotek terdekat di sekitar Anda.

Referensi:

img-article-balita

Balita Juga Dapat Mengalami ISK

Infeksi Saluran Kemih atau ISK merupakan penyakit yang tak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak dan balita. Dengan memahami penyebab dan gejalanya, akan lebih mudah bagi kita untuk mencegah anak terkena ISK.

Berbeda dengan anak-anak yang sudah dapat berkomunikasi secara lancar, balita biasanya masih sulit menyampaikan hal-hal yang ia rasakan atau pikirkan. Hal inilah yang sering membuat orangtua terlambat menyadari adanya gejala penyakit tertentu yang diderita anak. Untuk itu, dalam memahami gejala sebuah penyakit, waspadailah gejala lain yang lebih mudah diperhatikan selain gejala-gejala umum.

Penyebab ISK pada balita

Sebelum mengenal gejalanya, mari kita pahami terlebih dahulu penyebab penyakit yang lebih sering menyerang anak perempuan dibandingkan anak laki-laki ini. ISK paling sering disebabkan karena adanya bakteri yang masuk ke uretra (saluran kemih), dan biasanya bakteri penyebab infeksi adalah yang normal ada dalam saluran pencernaan dan sering ditemukan dalam feces. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Beberapa penyebabnya antara lain:

  • Bagian bokong dan kelamin balita tidak dibersihkan secara menyeluruh setelah buang air besar.
  • Konstipasi atau sembelit
  • Tidak tuntas saat berkemih sehingga bakteri dapat berkembang biak di dalam urin.
  • Gangguan pada struktur maupun fungsi saluran kemih, misalnya masalah pada kandung kemih yang dapat menyebabkan urin berbalik kembali mengarah ke ginjal (vesicoureteral reflux) atau adanya batu pada ginjal.

Perhatikan gejalanya

Balita memang sering mengalami gejala penyakit seperti demam atau diare yang disebabkan oleh masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh. Belum sempurnanya sistem imunitas tubuh si kecil juga menjadi penyebab mengapa balita sering terkena infeksi atau sakit. Untuk dapat membedakan gejala ISK dengan penyakit lainnya, mari perhatikan beberapa tanda lainnya juga:

  • Namun gejala ini juga masih ditemukan pada penyakit lainnya.
  • Anak menangis atau menunjukkan ekspresi sakit setiap kali berkemih
  • Urin yang beraroma menyengat atau tidak biasanya. Menurut penelitian yang diadakan oleh Marie Gauthier, MD dan timnya dari Sainte-Justine University Hospital Center di Montreal, Kanada, urin dengan aroma menyengat atau berbeda dapat menjadi salah satu indikator munculnya ISK.
  • Urin yang dikeluarkan anak berwarna keruh atau berdarah
  • Rewel tanpa sebab yang jelas
  • Muntah
  • Tidak mau makan
  • Diare

Mengantisipasi si kecil terkena ISK

Mencegah tentu saja jauh lebih baik daripada mengobati. Apalagi mengingat ISK yang terlambat diobati, dapat menyerang ginjal anak. Untuk itu, kita perlu memahami cara pencegahannya.

Balita masih bergantung pada orangtua dalam hal menjaga kebersihan pribadi, terutama kebersihan setelah berkemih atau BAB. Berikut adalah beberapa tip yang perlu diketahui orangtua:

  • Selama 6 bulan pertama kehidupan si kecil, ASI bukan hanya makanan terbaik yang bisa diterimanya tapi juga menjadi pelindung dari berbagai penyakit infeksi, salah satunya ISK.
  • Setelah anak belajar buang air sendiri di toilet (potty trained), kadang mereka berkemih hanya sedikit-sedikit sehingga sering tidak mengosongkan kandung kemihnya. Pengosongan kandung kemih secara teratur membantu mengeluarkan bakteri bersama urin, oleh karena itu ajari si kecil untuk berkemih hingga tuntas, beri ia air minum yang cukup banyak sehingga ia berkemih lebih sering.
  • Berikan makanan yang kaya akan serat agar balita tidak mengalami konstipasi.
  • Gantilah popok si kecil secara teratur, segera ganti popoknya jika ia buang air besar. Pastikan ibu atau ayah membersihkan kelamin bayi dari arah depan ke belakang, bersihkan juga lipatan-lipatan di sekitarnya.
  • Untuk anak yang lebih besar, ajari ia untuk rajin menjaga kebersihan diri dengan mandi dan mengganti baju yang bersih setiap hari.
  • Biasakan anak mencuci tangan setelah bermain atau setelah menggunakan toilet.
  • Minum jus buah cranberry dapat mengurangi risiko ISK, karena mengandung bahan aktif proanthocyanidin yang dapat mencegah bakteri coli menempel pada saluran kemih. Saat ini, sudah tersedia Prive Uricran ekstrak cranberry dalam bentuk kapsul yang dapat membantu memelihara kesehatan saluran kemih.

Mari tanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini!

Referensi:

img-article-9kebiasaan

9 Kebiasaan Buruk Ini Menyebabkan ISK

Tanpa disadari kita kerap melakukan kebiasaan buruk yang memicu timbulnya infeksi saluran kemih (ISK).

Suatu hari kamu merasakan gejala anyang-anyangan, yaitu rasa ingin berkemih namun terasa tidak tuntas yang disertai rasa nyeri saat berkemih. Perut bagian bawah terasa tidak nyaman, dan setelah diperhatikan urine berwarna keruh. Ini yang disebut gejala infeksi saluran kemih (ISK).

Infeksi saluran kemih biasanya terjadi ketika bakteri memasuki saluran kemih melalui uretra dan mulai berkembang biak di kandung kemih. Sistem saluran kemih mempunyai pertahanan untuk mencegah masuknya bakteri, namun pertahanan ini terkadang gagal, dan bila itu terjadi, bakteri mungkin bertahan dan berkembang menjadi infeksi di saluran kemih.

Kebiasaan buruk yang dapat memicu terjadinya ISK

1. Kurang minum

Saat tubuh kekurangan cairan, produksi urine menjadi berkurang, dan hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih. Buang air kecil (BAK) merupakan cara terbaik untuk mengeluarkan bakteri dari saluran kemih, supaya hal ini tidak terjadi, pastikan kita minum 8 gelas air putih setiap hari.

2. Menahan buang air kecil

Semakin lama urine tertahan, kandung kemih akan menjadi tempat yang baik untuk bakteri berkembang biak yang cepat atau lambat dapat menyebabkan ISK. Bila dibiarkan infeksi bakteri tersebut dapat menyebar ke ginjal. Nah, mulai sekarang hilangkan kebiasaan menahan pipis ya.

3. Membasuh dari arah belakang ke depan

Bakteri E. coli biasanya terdapat di saluran pencernaan yang bermuara di anus. Kebiasaan membasuh vagina dari belakang ke depan setelah berkemih atau buang air besar (BAB) membuat bakteri berpotensi masuk melalui saluran uretra dan menyebar ke kandung kemih sehingga memicu infeksi saluran kemih. Agar tak terjadi infeksi, usai berkemih atau BAB sebaiknya basuh dari arah depan ke belakang.

4. Mandi berendam

Berendam air hangat di bath tub usai beraktivitas sepanjang hari memang membuat tubuh nyaman. Tapi hati-hati, ada bahaya mengincar dibalik rasa nyaman itu. Produk yang kamu pakai untuk berendam banyak mengandung bahan sintetik, yang jika didiamkan berlama-lama di dalam air dapat mengiritasi saluran kemih. Selain itu, air dapat menjadi salah satu sumber bakteri. Oleh karena itu agar lebih higienis, mandilah menggunakan air pancuran (shower). Namun jika terpaksa berendam, pastikan tidak
melakukannya terlalu sering dan berlama-lama.

5. Mengenakan pakaian terlalu ketat

Kenakan pakaian sehari-hari yang nyaman dan tidak ketat. Hindari pakaian yang terlalu ketat, terutama untuk pakaian dalam. Area seputar organ intim sebaiknya tetap kering. Celana ketat berbahan jeans dan celana dalam berbahan nilon dapat membuat daerah intim menjadi lembab, sehingga mengundang bakteri dapat mudah berkembang biak.

6. Menggunakan metode KB tertentu

Alat kontrasepsi diafragma yang digunakan oleh wanita dapat menekan uretra dan mengganggu pengosongan kandung kemih. Akibatnya, urine tertahan lebih lama di saluran kemih. Alat kontrasepsi lain yakni kondom yang mengandung spermisida juga menyebabkan perubahan pH vagina sehingga menyebabkan bakteri mudah berkembang biak.

7. Salah memilih sabun mandi

Beberapa jenis sabun dapat mengiritasi area seputar anus sehingga memungkinkan bakteri berpindah ke saluran kemih. Pilihlah sabun sesuai dengan jenis kulit dan bersahabat dengan kulit tanpa menimbulkan iritasi.

8. Minum kopi, jus, dan alkohol

Kopi dan/atau alkohol bersifat diuretik, artinya memaksa saluran kemih untuk mengeluarkan urine lebih sering sehingga dapat menyebabkan iritasi pada saluran kemih. Iritasi ini dapat menjadi peluang bakteri untuk menginfeksi saluran kemih. Sebaiknya, batasi minuman seperti di atas dan lebih disarankan untuk minum air putih lebih banyak.

9. Pakaian dalam lembab

Pakaian dalam yang lembab atau basah merupakan lingkungan yang nyaman bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak. Hal ini memperbesar risiko infeksi saluran kemih. Karenanya, disarankan untuk mengganti pakaian dalam minimal 2 kali per hari, atau ketika pakaian dalam basah atau lembab.

10. Ayo kembali ke pola hidup sehat

Jika merasa mengalami gejala-gejala ISK, konsultasikan dengan dokter dan ubahlah kebiasaan-kebiasaan buruk di atas. Lengkapi gaya hidup sehatmu dengan mengonsumsi ekstrak buah cranberry yang merupakan salah satu cara alami untuk mencegah infeksi saluran kemih berulng karena mengandung bahan aktif proanthocyanidin (PAC) yang mencegah penempelan bakteri E. coli pada epitel saluran kemih.

11. Prive Uricran mengandung ekstrak cranberry tersedia dalam bentuk kapsul yang praktis untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih, dan Prive Uricran Plus dalam bentuk powder yang enak dan menyegarkan untuk membantu memelihara kesehatan. Prive Uricran dan Prive Uricran Plus dapat diperoleh di apotek terdekat.

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447

http://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3033513/5-kebiasaan-penyebab-infeksi-saluran-kemih

https://www.blogdokter.net/2017/04/15/9-kebiasaan-buruk-yang-dapat-menyebabkan-infeksi-saluran-kemih/

https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/perawatan-kewanitaan/kenapa-wanita-sering-infeksi-saluran-kencing/

http://www.alodokter.com/infeksi-saluran-kemih/penyebab

rsz_istock-518535220

Dampak Buruk Jika Ibu Hamil Mengalami ISK

Infeksi saluran kemih atau ISK adalah kondisi di mana bakteri masuk dan kemudian menempel pada saluran kemih hingga menyebabkan infeksi. ISK pada ibu hamil ternyata dapat membahayakan janin.

Ibu hamil rentan mengalami ISK, terutama saat kehamilan memasuki minggu ke-6 hingga ke-24. Pada saat itu, rahim yang terletak tepat di atas kandung kemih mulai membesar seiring dengan perkembangan janin dan menekan kandung kemih. Kondisi ini membuat proses pengosongan kandung kemih melalui pengeluaran urine menjadi lebih sulit, urine yang terkumpul di kandung kemih dapat menyebabkan bakteri di dalam kandung kemih berkembang biak.

Kondisi yang meningkatkan risiko ISK pada ibu hamil

Selain tekanan rahim pada kandung kemih, ada beberapa kondisi lainnya yang dapat meningkatkan risiko ibu hamil lebih mudah terkena ISK.

  1. Ibu hamil mengalami peningkatan hormon progesteron selama kehamilan sehingga menambah besar dan berat rahim. Akibatnya, terjadi pengenduran pada otot polos saluran kencing. Hal ini juga mengakibatkan ibu kesulitan berkemih.
  2. Saluran kencing yang pendek pada perempuan, serta sulitnya memantau kebersihan daerah sekitar kelamin juga mempermudah ibu hamil terkena ISK.
  3. Urine pada ibu hamil menjadi lebih pekat dan mengandung hormon dan gula tertentu yang dapat meningkatkan perkembangan bakteri di dalam kandung kemih dan menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan bakteri buruk yang berusaha masuk ke dalam tubuh ibu hamil.

Efek buruk ISK pada ibu hamil dan bayinya

Infeksi apapun yang terjadi saat kehamilan tentu saja berbahaya, baik bagi ibu hamil maupun janin yang dikandung. Proses inflamasi atau peradangan menyebabkan tubuh memproduksi zat-zat yang dapat mempengaruhi kehamilan. Salah satunya adalah senyawa yang disebut prostaglandin. Prostaglandin adalah suatu hormon yang dapat menyebabkan otot rahim berkontraksi dan menyebabkan persalinan prematur (belum waktunya).

ISK yang tidak terdiagnosa atau tidak diobati secara tuntas dapat menyebabkan infeksi pada ginjal (pyelonephritis). Kondisi ini, tak hanya mendorong kemungkinan terjadinya persalinan prematur, juga menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi. Itu sebabnya ISK pada ibu hamil perlu diatasi hingga benar-benar tuntas.

Dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik yang aman bagi ibu hamil dan bayi selama 3-7 hari. Jika infeksi sudah menyebar hingga ke ginjal, antibiotik biasanya diberikan dalam bentuk intravenuous (IV/infus).

Mewaspadai ISK pada ibu hamil

Mengingat tingginya risiko yang dapat dialami oleh ibu hamil dan bayinya akibat ISK, sebaiknya kita mewaspadai gejala-gejala ISK tersebut, diantaranya:

  1. Rasa nyeri ketika sedang berkemih
  2. Urine berwarna keruh atau berdarah
  3. Rasa nyeri yang dirasakan di pinggang
  4. Sering berkemih (merasa ingin berkemih), sedangkan urine yang keluar hanya sedikit. Gejala ini disebut juga dengan anyang-anyangan
  5. Demam yang menandakan adanya infeksi dalam tubuh
  6. Muntah dan mual

Jika gejala ini muncul, segeralah datang ke dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan memastikan diagnosa ISK setelah diadakan tes urin.

Cara untuk mengurangi risiko ISK saat hamil

Walaupun ibu hamil sudah berusaha untuk menjaga kesehatannya sebaik mungkin, risiko terkena ISK akan tetap ada. Oleh kerena itu, tetap lakukan pencegahan ISK sebaik-baiknya dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Minum air putih 6-8 gelas setiap hari dan minum jus buah Prive Uricran dengan kandungan ekstrak cranberry membantu memelihara kesehatan saluran kemih, dan mudah didapat di apotek-apotek terdekat.
  • Menghindari makanan olahan (refined foods), jus buah, kafein, alkohol, dan gula.
  • Konsumsi vitamin C (250-500 mg/hari), Beta-karoten (25.000 – 50.000 IU/hari), dan Zinc atau Seng (30-50 mg/hari) untuk melawan infeksi.
  • Biasakan untuk berkemih begitu ada rasa ingin berkemih dan kosongkan kandung kemih hingga tuntas setiap Anda berkemih.
  • Berkemih sebelum dan setelah melakukan hubungan intim.
  • Hindari melakukan hubungan intim dengan suami jika sedang dalam pengobatan ISK.
  • Setiap usai berkemih, tepuk-tepuk hingga kering (jangan menggosok) vagina Anda. Pastikan untuk membersihkan area kewanitaan ini dari arah depan ke belakang.
  • Hindari penggunaan sabun yang terlalu kuat, pembersih kewanitaan (douches, spray), krim antiseptik, juga bedak.
  • Gunakan pakaian dalam maupun stocking dari bahan katun dan gantilah dengan yang bersih setiap hari.
  • Hindari mengenakan celana yang terlalu ketat.
  • Hindari berendam di bak mandi lebih dari 30 menit atau lebih dari dua kali sehari.

Semoga kehamilan Anda tetap sehat hingga saatnya melahirkan nanti.

Referensi:

img-article-waspadai

Waspadai Gejala ISK Berulang!

Infeksi saluran kemih (ISK) memang mengganggu aktivitas, rasa sering ingin berkemih namun terasa tidak tuntas disertai nyeri di bagian bawah perut. Hati-hati, ISK berulang. Ketahui pencegahannya.

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi karena adanya bakteri pada saluran kemih. Keberadaan bakteri dapat dipastikan melalui tes urine yang kemudian dikultur. Pasien yang terdiagnosa ISK, jumlah bakteri pada hasil kultur urinenya adalah 105 cfu/ml.

ISK adalah infeksi bakteri yang paling sering terjadi pada wanita, dan 50-60 persen wanita mengalami ISK di sepanjang usianya. Banyak juga yang mengalami infeksi berulang. Artinya, dua kali atau lebih mengalami infeksi dalam enam bulan, atau tiga kali atau lebih dalam satu tahun.

Gejala ISK menimbulkan rasa tidak nyaman yang dapat mengganggu aktivitas, antara lain;

  • Sering buang air kecil atau mempunyai rasa ingin selalu buang air kecil
  • Berkemih namun tidak tuntas
  • Rasa nyeri pada daerah kemaluan saat berkemih
  • Nyeri saat buang air kecil (disuria)
  • Urine berwarna keruh atau bahkan ada darah dalam urine (hematuria)
  • Air seni berbau tak sedap
  • Secara umum badan terasa tidak sehat
  • Demam (suhu > 38ºC), kadang disertai menggigil
  • Rasa mual, terasa ingin muntah

ISK yang tidak tertangani dengan baik, dapat menyebabkan ISK berulang, atau infeksi dapat mengarah ke gangguan penyakit yang lebih serius pada ginjal. Selain itu pada wanita, beberapa kondisi juga menyebabkan ISK rentan terulang kembali.

Mengapa wanita rentan mengalami ISK berulang?

  • Secara anatomis, saluran kemih (uretra) pada wanita lebih pendek serta dekat dengan anus, sehingga bakteri lebih mudah berekspansi ke saluran kemih hingga ginjal.
  • Perubahan hormon pada wanita menopause meningkatkan risiko ISK.
  • Aktif secara seksual meningkatkan risiko ISK. Ini melibatkan aktivitas seksual yang terjadi, misalnya dengan masuknya jari tangan atau alat yang dapat menjadi media penyebaran bakteri ke dalam organ intim. Ini menjawab pertanyaan mengapa disarankan buang air kecil sesudah berhubungan intim.
  • Kurang minum dapat meningkatkan risiko ISK. Kecukupan air minum, memperlancar buang air kecil dan membantu mengeluarkan bakteri dari kandung kemih.
  • Buang air besar juga dapat menyebabkan ISK berulang, apa lagi jika seseorang dalam kondisi diare, karena kotoran lebih memungkinkan untuk masuk ke uretra.

Selain faktor di atas, kebiasaan sehari-hari tanpa disadari juga menyebabkan ISK berulang, sebut saja kebiasaan menahan buang air kecil, membasuh dengan cara keliru usai buang air besar (dari belakang ke arah depan), berendam air hangat di bath tub, dan menggunakan pakaian dalam ketat.

Mengingat demikian banyak faktor penyebab ISK berulang, sebaiknya hindari faktor-faktor tersebut. Konsultasikan dengan dokter Anda, bila dalam setahun Anda mengalami ISK berulang kali. Jika mengalami dua kali atau lebih infeksi dalam enam bulan, atau tiga kali atau lebih dalam setahun Anda bisa dikategorikan sebagai penderita ISK berulang atau ISK kronis.

Tips mencegah ISK berulang:

  • Setelah buang air besar atau kecil, bersihkan organ intim dari arah depan (lubang kemih) ke arah belakang (lubang anus)
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang organ intim
  • Jangan menunda keinginan berkemih
  • Konsumsi air putih minimal 2 liter perhari
  • Disarankan untuk berkemih setiap kali berhubungan intim, dan bersihkan organ intim usai melakukan hubungan seksual. Jangan berganti-ganti pasangan.
  • Minum ekstrak buah cranberry, kandungan Proanthocyanidin (PAC) dalam cranberry mampu menghambat perlekatan bakteri E. coli pada dinding epitel saluran kemih. Itu sebabnya, sejak Desember 2004 badan otoritas keamanan makanan Perancis (AFSSA) memberikan persetujuan klaim kesehatan cranberry untuk membantu mengurangi perlekatan (adhesi) bakteri E. coli pada dinding saluran kemih. Dapatkan manfaat tersebut dalam Prive Uricran, ekstrak cranberry yang kini telah tersedia di apotek-apotek terdekat.

Referensi:

img-article-9perubahan

9 Perubahan Saat Hamil

Begitu dinyatakan positif hamil, Anda akan mendapati beberapa perubahan pada tubuh. Tentu saja ini wajar, bayangkan ada kehidupan baru di rahim Anda, si kecil yang kian hari kian bertumbuh.

Ketika hasil tes kehamilan positif, saat itu pula terjadi perubahan hormon, yang menyebabkan serangkaian perubahan pada tubuh Anda. Berikut 9 perubahan yang mungkin Anda alami:

  1. Ukuran perut yang membesar

Perut ibu hamil akan membesar seiring dengan membesarnya rahim (uterus) secara bertahap karena perkembangan janin dan bertambahnya usia kehamilan. Rasa nyeri pada perut dan kram merupakan keluhan yang paling sering dialami ibu hamil karena ligamen penahan rahim semakin rawan dengan tegangan akibat pembesaran rahim.

  1. Perubahan pada payudara

Perubahan payudara dipengaruhi adanya perubahan hormonal yang berperan mempersiapkan kelenjar susu agar menghasilkan ASI untuk proses menyusui. Pada awal usia kehamilan, Anda akan merasa payudara kesemutan, nyeri, atau lebih sensitif, terutama di area puting. Perubahan warna putting susu dan area sekitar puting (areola) menjadi lebih gelap.

  1. Denyut jantung dan volume darah

Selama trimester kedua kehamilan, jantung ibu saat istirahat bekerja 30-50% lebih keras. Denyut jantung bisa meningkat hingga 15-20% selama kehamilan. Tidak jarang denyut jantung ibu mendekati 90 -100 detak per menit pada trimester ketiga. Volume darah meningkat secara progresif selama kehamilan sampai bulan terakhir. Volume plasma meningkat 40-50% dan massa sel darah merah meningkat 20-30% sehingga tubuh membutuhkan peningkatan asupan zat besi dan asam folat.

  1. Sembelit

Peningkatan hormon progesteron selama kehamilan menyebabkan kontraksi otot saluran pencernaan melambat sehingga makanan yang masuk ke usus akan dicerna lebih lama. Selain itu, penambahan zat besi pada suplemen kehamilan juga dapat menyebabkan sembelit.

  1. Perubahan pada kulit

Perubahan warna kulit saat kehamilan dipengaruhi oleh perubahan hormon, biasanya perubahan warna akan terlihat di leher, wajah, atau bagian lainnya, berupa pigmentasi berwarna coklat atau lebih gelap. Beberapa ibu hamil merasa kulit lebih cerah saat hamil, sebagian lagi mungkin akan merasa kulitnya lebih kusam dan gelap saat hamil. Peningkatan pigmen melanin dapat memicu terjadinya perubahan warna pada wajah dan timbulnya garis lurus pada perut. Selain itu, masalah kulit yang lain selama kehamilan adalah munculnya stretchmarks.

  1. Sesak napas

Bertambah besarnya rahim karena perkembangan janin dan perubahan hormon menyebabkan gerak diafragma menjadi terbatas. Pada trimester ketiga, tubuh membutuhkan adaptasi ekstra akibat janin yang terus berkembang yang menekan diafragma, dan kapasitas paru-paru berkurang akibat tekanan rahim yang kian membesar.

  1. Gigi rapuh dan gusi berdarah

Saat hamil, cadangan kalsium ibu dalam tulang dan gigi diserap oleh janin, jika ibu tak mendapat asupan kalsium yang memadai, maka gigi dan tulang ibu hamil kemungkinan mudah rapuh. Selain itu, perubahan hormon pada ibu hamil meningkatkan peredaran darah ke gusi sehingga gusi menjadi lebih sensitif dan mudah berdarah. Ini terjadi terutama saat ibu hamil menyikat gigi, sehingga disarankan untuk menggunakan sikat gigi yang lembut dan tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kondisi gusi mudah berdarah sering terjadi di trimester kedua dan akan kembali normal setelah melahirkan.

  1. Gangguan berkemih

Rahim yang membesar memberikan tekanan pada saluran kemih terutama kandung kemih sehingga menyebabkan rasa ingin buang air kecil terus menerus. Pertumbuhan rahim   menghalangi drainase urin dari kandung kemih yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK). Kehamilan juga menyebabkan volume kandung kemih meningkat, semakin banyak urin yang tertahan dapat memudahkan bakteri berkembang dan memicu terjadinya ISK. Gejala ISK yang khas adalah ibu mengalami anyang-anyangan yaitu sering berkemih namun terasa tidak tuntas.

  1. Rambut dan kuku

Banyak wanita mengalami perubahan pertumbuhan rambut dan kuku selama kehamilan. Perubahan hormon terkadang menyebabkan rambut rontok. Tetapi banyak wanita juga mengalami pertumbuhan rambut sehingga menjadi lebih tebal selama kehamilan. Bahkan pertumbuhan rambut dapat terjadi di tempat yang tidak umum, seperti di wajah, lengan, kaki, atau punggung. Umumnya kondisi ini akan kembali normal setelah bayi lahir dan biasanya berlangsung sampai setahun pasca persalinan

Selain rambut, banyak wanita mengalami pertumbuhan kuku lebih cepat selama kehamilan. Sebagian lagi mengalami kuku yang menjadi rapuh, mudah patah, bergelombang atau keratosis (pertumbuhan keratin).

 

Tip menjaga kehamilan tetap sehat

  • Penuhi nutrisi sehat yang dibutuhkan selama kehamilan: protein, kalori, air, serat, vitamin, asam folat, mineral (zat besi, zinc, kalsium)
  • Lakukan aktivitas/olahraga, karena olahraga dapat mengurangi keluhan seperti nyeri, sembelit, dan memudahkan proses persalinan.
  • Cukup istirahat
  • Jauhi rokok dan polusi
  • Rutin kontrol ke dokter.
  • Konsumsi suplemen kesehatan Prive Uri-cran yang mengandungekstrak cranberry untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih.

Referensi:

Asian girl swimming in swimming pool catching yellow foam pad in pool

Aktivitas Anak yang Dapat Berisiko ISK

Anak-anak dalam masa pertumbuhan membutuhkan ruang untuk mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Namun, beberapa kegiatan yang mereka lakukan ternyata juga dapat menjadi ‘jalan’ munculnya infeksi saluran kemih atau ISK.

Di tahun-tahun pertama kehidupan anak, ia dapat mengalami berbagai infeksi. Selain influenza dan infeksi pernapasan lainnya, infeksi saluran kemih juga dapat menjangkiti anak-anak. ISK dapat dialami baik oleh anak perempuan (8%) maupun anak laki-laki (2%). Perempuan memiliki kemungkinan lebih besar terkena ISK karena urethra atau saluran kemihnya lebih pendek, jadi bakteri di anus (seperti E. coli) dapat lebih mudah masuk ke saluran kemih, sehingga dapat menyebabkan ISK.

Kegiatan seru anak dan ‘risikonya’

Anak-anak yang aktif biasanya menyukai berbagai kegiatan outdoor yang mendukung kebutuhannya untuk bergerak. Beberapa dari kegiatan tersebut memiliki faktor penyebab ISK lebih tinggi daripada kegiatan lain karena dapat membuat kuman lebih mudah masuk ke dalam kelamin anak. Berikut penjelasannya:

  1. Berenang. Air di tempat kita berenang seperti kolam renang, sungai, danau atau laut, dapat mengandung bakteri. Baju renang yang basah dan lembab merupakan tempat yang disukai oleh bakteri untuk menempel dan berkembang biak. Bakteri yang menempel di baju renang dapat mencari jalan masuk ke saluran kemih sehingga menyebabkan ISK. Untuk menghindari terjadinya ISK, ajak anak untuk segera mandi menggunakan sabun setelah berenang dan mengenakan baju dalam yang bersih dan kering.
  2. Berkemah. Kegiatan ini memberikan pengalaman mengasyikkan bagi anak karena mengenalkan mereka pada keindahan alam dan segala isinya. Namun kegiatan luar ruang seperti ini sering membuat anak terlalu asyik bereksplorasi dan lupa minum yang cukup. Lokasi atau kondisi sekitar juga membuat anak sering menahan diri untuk tak berkemih saat ia ingin, padahal hal tersebut dapat meningkatkan risiko terkena ISK. Selalu tanyakan pada anak, apakah mereka ingin berkemih dan temani segera. Selain itu, jangan lupa untuk selalu mengingatkan mereka untuk minum yang cukup.
  3. Bersepeda. Anak-anak sangat menyukai bersepeda, apalagi bersama teman-temannya. Gerakan mengayuh saat bersepeda menyebabkan gesekan berulang di area sekitar organ intim si upik, gesekan ini dapat mendorong bakteri untuk masuk ke saluran kemih yang dapat menyebabkan ISK. Anak perempuan lebih mungkin mengalami ini daripada anak laki-laki. Batasi waktu bersepeda anak dan minta ia segera membersihkan diri atau mandi setelah selesai bermain sepeda dan mengenakan baju dalam yang bersih dan kering.

Gejala ISK pada anak

Waspadailah jika anak-anak sudah memperlihatkan gejala berikut yang merupakan gejala awal infeksi saluran kemih:

  • Keinginan untuk berkemih yang tak tertahankan dan sering, dengan kuantitas sedikit
  • Rasa sakit ketika berkemih
  • Rasa sakit di perut bagian bawah atau di pinggang
  • Untuk anak-anak yang lebih kecil, mereka juga biasanya akan mengompol
  • Demam dan rewel
  • Air seni berwarna keruh, mungkin bercampur darah, dan memiliki bau menyengat

Jika tanda-tanda seperti ini muncul pada anak Anda, segera dibawa ke dokter anak untuk mendapatkan pengobatan. Umumnya dokter akan memberikan antibiotik berdasarkan usia dan berat badan anak selama beberapa hari hingga gejalanya hilang.

Yuk cegah ISK

Mengajarkan kebersihan pada anak memang perlu dilakukan sedini mungkin sehingga mereka memahami apa yang harus dilakukan agar tidak sakit. Demikian juga halnya dengan pencegahan ISK. Ada beberapa hal yang bisa kita ajarkan pada si kecil:

  • Untuk anak perempuan, setelah buang air besar mapun kecil, mereka harus membersihkan dari arah depan ke anus (tidak sebaliknya), sehingga bakteri tidak masuk ke daerah kewanitaan dan saluran kemih.
  • Untuk anak laki-laki, setelah berkemih, mereka diminta untuk mengucurkan air di ujung kelamin mereka untuk membuang sisa-sisa urine dan mengeringkannya.
  • Menggunakan celana dalam yang nyaman dan selalu diganti setiap hari. Berikan anak celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan memudahkan kulit ‘bernapas’, juga jangan sampai ada celana dalam yang sudah kekecilan karena akan membuat area tersebut menjadi lembab.
  • Tidak memberikan mereka sabun dengan pengharum yang dapat meningkatkan risiko terkena ISK.
  • Segera berkemih kala memang sudah ingin, jangan ditahan-tahan.
  • Minum air putih yang cukup karena dapat membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih dan menghindari konstipasi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ISK.
  • Minum jus Cranberry yang mengandung proanthocyanidins, zat yang menyebabkan bakteri sulit menempel pada saluran kemih. Saat ini juga sudah tersedia Prive Uri-Cran, ekstrak Cranberry yang membantu memelihara kesehatan saluran kemih.

Referensi: