iStock-1139226248

Pentingnya Menjaga Kebersihan Setelah Buang Air Kecil

Perhatikan selalu kebersihan organ intim setiap usai berkemih, bila tidak ingin terserang infeksi saluran kemih (ISK).

 

Infeksi saluran kemih (ISK) bukan hanya membuat aktivitas terusik, namun dapat menyebabkan masalah lebih serius jika tidak ditangani dengan tuntas. Nyatanya, 60% wanita berisiko mengalami ISK dan lebih dari 15% pria pun mengalaminya. Dengan kata lain, wanita 4 kali lebih rentan mengalami ISK.

 

Infeksi saluran kemih umum terjadi pada wanita, dan banyak wanita mengalami ISK lebih dari satu kali selama hidup mereka. Gejalanya sangat mengganggu, yaitu: ditandai dengan berkemih lebih sering, sensasi terbakar saat buang air kecil, urine keruh dan berbau tajam, kadang disertai nyeri panggul dan nyeri pada bagian perut bawah.

 

Mengapa wanita lebih berisiko?

Anatomi tubuh wanita penyebabnya. Seorang wanita memiliki uretra lebih pendek daripada pria, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih dan berkembang biak. Bakteri potensial yang dapat menimbulkan infeksi biasanya berasal dari anus, dimana bakteri dapat berpindah akibat salah pembasuhan dan kurangnya menjaga kebersihan setelah buang air.

 

Risiko ISK pada wanita lebih besar juga karena pengaruh bakteri alami di vagina. Bakteri Lactobacillus “baik” yang ditemukan dalam flora vagina membantu menjaga kondisi keasaman yang ideal (pH 3,8 – 4,5) untuk ‘mengawal’ bakteri berbahaya tetap terkondisi. Mengganggu keseimbangan ini dapat meningkatkan risiko ISK.

 

Lakukan ini setelah berkemih

Upaya mencegah terjadinya ISK antara lain adalah menjaga kebersihan setelah buang air kecil dan/atau buang air besar. Berikut yang harus diperhatikan:

  • Hindari douching karena akan menghilangkan flora normal vagina sehingga menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan bakteri.
  • Hindari sabun yang keras atau beraroma wangi. Produk beraroma apa pun dapat mengiritasi vagina, termasuk produk feminine hygiene, produk bubble bath, bath oils yang wangi, tampon beraroma, dan pembalut beraroma.
  • Usai berkemih dan/atau buang air besar basuh dengan arah dari depan ke belakang. Ini akan membantu mencegah bakteri di seputar anus menyebar ke vagina dan uretra. Untuk memastikan kebersihan, usai membilas keringkan area seputar vagina dan anus dengan tisu bersih.

 

Mencegah lebih baik

Selain menjaga kebersihan setelah buang air, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan  untuk mengurangi risiko ISK:

 

  • Minum air putih, minimal 8 gelas sehari. Air putih membantu mengencerkan urin dan membuat Anda buang air kecil lebih sering, sehingga memungkinkan bakteri untuk keluar dari saluran kemih Anda bersama urin sebelum menginfeksi.
  • Minum jus buah cranberry. Kandungan bahan aktif Proanthocyanidin (PAC) dalam cranberry dapat mencegah bakteri E. coli menempel di epitel saluran kemih. Prive Uri-cran dengan kandungan ekstrak cranberry dalam kemasan praktis dapat diperoleh di apotek terdekat dapat membantu memelihara saluran kemih.
  • Kosongkan kandung kemih segera setelah berhubungan intim. Jangan lupa minum segelas air putih untuk membantu membilas bakteri dari saluran kemih.
  • Tinggalkan metode kontrasepsi jenis diafragma atau kondom yang mengandung spermisida, karena semuanya dapat meningkatkan risiko berkembang biaknya bakteri. Diafragma dapat mendorong pertumbuhan bakteri coliform seperti E. coli. Pertimbangkan untuk beralih ke bentuk kontrasepsi lain seperti pil atau kondom.
  • Kenakan celana dalam berbahan katun. Sebaliknya hindari yang berbahan sintetis karena membuat suasana lembab sehingga menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri.
  • Jangan biasakan menahan buang air kecil, karena hal ini akan menahan urine lebih lama, dan mengundang bakteri.
  • Menjaga kebersihan area kewanitaan dengan mandi secara teratur, dan kenakan pakaian yang nyaman agar seputar organ intim tidak lembab.

 

Referensi:

 

 

 

iStock-1037983732

Cara Mudah Buang Air Kecil bagi Wanita Hamil

Ketahui manajemen berkemih yang baik saat hamil, agar Anda terhindar dari infeksi saluran kemih (ISK)

 

Saat hamil, terjadi serangkaian perubahan pada tubuh wanita. Perubahan ini rentan mengundang beberapa masalah, salah satunya infeksi saluran kemih. Mengapa ISK rentan terjadi selama kehamilan?

 

Begini penjelasannya. Pada trimester pertama, terjadi beberapa perubahan hormon dalam tubuh. Hormon tersebut merangsang ginjal untuk menghasilkan lebih banyak urine. Selain itu, janin yang semakin tumbuh besar, menekan saluran kemih terutama kandung kemih, sehingga menyebabkan ibu sering merasakan ingin buang air kecil, dan sulit mengendalikan urin.

Selama kehamilan terjadi pelebaran ureter yang diikuti dengan meningkatnya volume kandung kemih dan menurunnya tonus kandung kemih menyebabkan urine terus berada di uretra sehingga bakteri lebih mudah berkembang. Selain itu, adanya perubahan hormon yang memungkinkan daya tahan tubuh menurun menyebabkan bakteri lebih mudah berkembang.

Manajemen berkemih saat hamil

Jadilah ibu hamil yang cerdas, salah satunya dengan memahami hal-hal yang berkenaan dengan masalah buang air kecil.

  • Ketika buang air kecil condongkan tubuh ke depan agar Anda lebih mudah mengosongkan kandung kemih dengan maksimal.
  • Supaya tidur lebih nyenyak dan Anda tidak bolak balik ke toilet, disarankan untuk tidak minum sebelum tidur
  • Hindari makanan/minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, kola atau minuman bersoda, karena akan membuat Anda lebih sering buang air kecil.
  • Lakukan latihan Kegel untuk menguatkan otot-otot dasar panggul. Latihan ini membantu mencegah inkontinensia (rembes) saat Anda batuk, bersin, atau tertawa.
  • Pertahankan berat badan sesuai usia kehamilan. Meskipun hamil, berat badan perlu dijaga agar tidak overweight. Kehamilan bukan berarti stop berkegiatan, termasuk berolahraga. Biasanya dokter akan memberi saran tentang pola makan serta olahraga yang aman Anda lakukan.
  • Konsumsi Prive Uri-cran, ekstrak cranberry yang terkandung di dalamnya dapat membantu memelihara kesehatan saluran kemih.
  • Cermati perubahan yang terjadi pada urine, misalnya dalam hal warna dan frekuensi. Jika urine Anda berwarna kuning tua atau oranye, ini mungkin merupakan tanda dehidrasi. Atau jika frekuensi berkemih berkurang. Cobalah untuk menambah asupan cairan Anda sampai urin kembali menjadi kuning pucat normal.
  • Saat bepergian ke sebuah tempat, pastikan dimana posisi toilet terdekat. Agar ketika keinginan berkemih muncul, Anda tak panik mencari-cari tempat untuk berkemih.
  • Kenali irama tubuh Anda saat hamil, termasuk ketika frekuensi berkemih tiba-tiba menjadi lebih sering dan Anda merasa lebih sering haus. Ada kondisi yang disebut dengan diabetes gestasional, yang dapat terjadi pada kehamilan. Konsultasikan dengan dokter.

 

Sering buang air kecil selama awal kehamilan adalah umum dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Tetaplah minum delapan gelas air sehari, agar tubuh terhidrasi dengan baik. Mungkin Anda merasa terganggu karena ingin berkemih terus-menerus. Percayalah itu akan mereda setelah bayi Anda lahir.

 

Referensi:

https://www.healthline.com/health/pregnancy/treat-a-uti#1

https://www.alodokter.com/sering-pipis-saat-hamil-ini-trik-mudah-mengatasinya

https://bidanku.com/tips-mengontrol-buang-air-kecil-saat-hamil

https://nakita.grid.id/read/02210733/sering-buang-air-kecil-selama-hamil-begini-cara-mengatasinya-moms?page=all

https://www.popmama.com/pregnancy/third-trimester/sarrah-ulfah/penyebab-pengobatan-ciri-infeksi-saluran-kencing-saat-hamil-tua/full

https://www.liputan6.com/health/read/4000425/ibu-hamil-sering-buang-air-kecil-itu-normal

 

iStock-973917568

Posisi Berkemih bagi Perempuan

Cara berkemih yang tidak tepat dapat menyebabkan urin tidak keluar secara keseluruhan, hal ini tentunya dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Bagaimana cara berkemih yang benar bagi perempuan? Baca terus artikel ini.

 

Entah berawal sejak kapan, namun di zaman moderen ini, sudah menjadi sebuah kesepakatan bersama bahwa perempuan buang air kecil atau berkemih dengan cara duduk di kloset, sedangkan kaum laki-laki berdiri menghadap urinoir. Padahal, menurut beberapa artikel/referensi, ada cara lain yang efektif untuk berkemih dan dapat mencegah beberapa penyakit.

 

Menguras kandung kemih dengan lebih baik

Berdiri, duduk, atau jongkok? Hal ini sering menjadi perbincangan di kalangan para pemerhati kesehatan. Berkemih dengan cara berdiri memang dianggap lebih memudahkan bagi para lelaki. Hingga kemudian di tahun 2012, seorang politikus Swedia bernama Viggo Hansen mendukung peraturan bagi kaum laki-laki untuk berkemih dengan cara duduk. Alasannya, karena lebih higienis dan urin tidak terciprat ke mana-mana.

 

Di tahun yang sama, Stephen Seng, seorang environmentalist, mengatakan bahwa berkemih dengan cara duduk bagi laki-laki selain lebih higienis juga baik bagi kesehatan.

 

Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Leiden University Medical Center di Belanda. Dari 14 penelitian yang mereka jalankan, ditemukan bahwa berkemih dengan cara duduk dapat menuntaskan berkemih sehingga tidak tersisa. Selain itu, posisi berkemih duduk juga sangat membantu bagi para penderita penyakit saluran kemih bagian bawah atau LUTS (lower urinary tract infection).

 

Posisi berkemih terbaik

Bagi perempuan, ternyata ada cara berkemih yang efektif yaitu dengan cara jongkok. Cara yang di zaman nenek-kakek kita dulu sudah biasa dilakukan karena penggunaan kloset belum menjadi hal yang umum. Berjongkok dapat memperpanjang dan memperkuat otot-otot panggul. Hal ini juga berarti memperkuat panggul dan membantu kinerja usus dan kandung kemih, menstabilkan sendi pinggul, serta meningkatkan sirkulasi darah di area panggul.

 

Buang air kecil dalam posisi jongkok, terutama bagi perempuan, disarankan karena dapat menghindari inkonsistensi saluran kemih, infeksi saluran kemih dan masalah yang berhubungan dengan kandungan (ginekologis). ISK atau infeksi saluran kemih ditandai dengan gejala anyang-anyangan (frekuensi ingin berkemih yang lebih sering, namun hanya sedikit urin yang ke luar), rasa perih dan sakit saat buang air kecil, urin keruh, urin berwarna kemerahan karena bercampur darah, beraroma tajam dan tidak jernih, serta sakit di perut bagian bawah.

 

Membersihkan daerah kewanitaan dengan benar

Selain posisi berkemih yang benar, membersihkan area kewanitaan setelah berkemih juga sangat penting untuk diperhatikan. Sebuat riset yang dilakukan Tap Warehouse di Inggris membuktikan banyak 33% perempuan yang masih membersihkan area kewanitaan setelah buang air dengan cara yang salah. Padahal, kesalahan ini dapat mengakibatkan risiko kesehatan di masa mendatang.
Letak anus dan saluran kemih (uretra) perempuan sangat dekat, sehingga arah membersihkan kemaluan yang baik sebaiknya dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Jika bakteri yang berada di anus tersapu dan sampai di uretra, bakteri dapat naik terus ke saluran kemih dan berkembang biak di sana. Sehingga menyebabkan berbagai gejala yang tak menyenangkan dari ISK.

 

Agar hal tersebut tak terjadi, sebaiknya kita menjaga kebersihan area kewanitaan dan sekitarnya, serta mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan. Salah satunya adalah buah Cranberry dengan bahan aktif proanthocyanidins yang memiliki sifat anti-adhesi, yaitu mencegah penempelan bakteri di dinding epitel salurang kemih.

Prive Uricran dengan kandungan ekstrak Cranberry dapat membantu memelihara kesehatan saluran kemih. Sediaan Prive Uricran praktis dan dapat ditemukan di berbagai apotek di daerah Anda.

 

Referensi:

Beautiful young woman smiling while holding a glass of water at home. Lifestyle concept.

Sering Minum, Kok Jadi Beser?

Mengonsumsi air minum sebanyak dua liter setiap hari adalah saran yang perlu diperhatikan, kalau tak ingin mengalami dehidrasi. Jika Anda termasuk yang sering berkemih alias ‘beser’, sebaiknya jangan sampai mengurangi asupan cairan, ya.

 

Anjuran para ahli kesehatan untuk minum delapan gelas sehari, atau setara dengan dua liter cairan, bukan sekadar omong kosong. Cairan sejumlah ini memang dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh secara normal. Urin merupakan salah satu bentuk pembuangan proses tersebut. Jika fungsi ginjal normal, kita rata-rata akan berkemih sebanyak 800 ml hingga dua liter urin per hari. Jumlah urin di bawah 400 ml dalam waktu 24 jam menunjukkan bahwa tubuh kira kekurangan cairan atau dehidrasi.

 

Jika berkemih terlalu sering

Untuk menjaga kesehatan tubuh, sebaiknya kita minum air putih setiap 1 jam sekali, dimulai dari saat bangun tidur. Jangan tunggu hingga merasa haus. Asupan cairan yang cukup akan menghindarkan kita dari berbagai penyakit yang mengganggu saluran kemih seperti gagal ginjal, kencing batu, atau ISK (infeksi saluran kemih).

 

Umumnya, dengan asupan cairan cukup serta tidak adanya gangguan pada sistem ekskresi atau saluran kemih, maka otak akan memberikan sinyal untuk berkemih sebanyak delapan hingga 10 kali dalam sehari. Jika berkemih lebih sering dari itu, tandanya Anda mengalami beser atau kondisi sering berkemih yang disebabkan oleh kondisi fisik tertentu atau dalam cuaca dingin.

 

Mekanisme atau penjelasan mengapa kita mengalami beser adalah, tubuh sedang melakukan penyeimbangan cairan. Volume air yang masuk harus sama dengan volume yang dikeluarkan. Dalam cuaca dingin, kita sering tak berkeringat, tentu saja hal ini membuat pengeluaran cairan melalui urin pun akan lebih banyak dari biasanya.

 

Beberapa penyebab beser

Ada beberapa kondisi fisik atau kesehatan seseorang yang dapat menyebabkan beser, antara lain:

 

  1. Kapasitas kandung kemih. Ada beberapa orang yang memiliki kandung kemih dengan kapasitas lebih kecil dibandingkan kapasitas normal. Hal ini tentu saja menyebabkan ia sering berkemih karena daya tampung dari kandung kemihnya pun lebih sedikit, hanya sekitar satu atau satu setengah gelas saja.
  2. Diabetes. Mereka yang mengalami penyakit gula atau DM (diabetes mellitus) juga sering mengalami poliuria alias beser. Dalam keadan normal, gula dalam darah akan disaring oleh ginjal dan diserap kembali ke dalam darah (tidak dibuang melalui urin). Pada kasus penderita DM, kadar gula darah yang berlebih membuat ginjal tidak dapat menyerap semua gula kembali ke dalam darah, sehingga ada sebagian gula yang keluar melalui urin. Gula ini bersifat osmotik atau menarik lebih banyak air, itu sebabnya penderita DM juga mengalami beser.

 

  1. Batu ginjal. Jika Anda tidak mengalami diabetes namun sering beser, salah satu kemungkinan lainnya adalah terkena batu ginjal. Namun penyakit ini juga memiliki gejala penyerta seperti rasa sakit saat berkemih, nyeri punggung bagian bawah sampai pinggang dan daerah panggul.

 

  1. Tekanan darah rendah. Sering berkemih merupakan salah satu gejala terkanan darah rendah dengan gejala penyerta yaitu pusing, mati rasa di bagian ujung tubuh, kelelahan yang berlebihan, dan lainnya.

 

  1. Otot dasar panggul (pelvic floor) lemah. Hal ini bisa diatasi dengan senam Kegel (menahan dan mengendurkan otot pelvis) yang dapat memperkuat otot dasar panggul jika dilakukan secara rutin.

 

  1. Efek mengonsumsi obat. Beberapa obat memberikan efek sering berkemih pada mereka yang mengonsumsinya, misalnya obat untuk tekanan darah tinggi, alergi, depresi, dan lainnya.

 

  1. ISK. Hampir mirip dengan yang dialami oleh pasien batu ginjal, ISK juga menyebabkan penderitanya beser disertai dengan rasa sakit ketika berkemih, sakit di perut bagian bawah sampai di sekitar panggul. Yang membedakan hanya penyebabnya. Jika batu ginjal diakibatkan endapan mineral di ginjal, ISK disebabkan infeksi bakteri yang menempel pada epitel dinding saluran kemih. Untuk menghindari beser akibat ISK, lakukan pengobatan hingga tuntas.

 

Agar gejala ISK tidak berulang, konsumsilah makanan yang kaya akan antioksidan seperti buah Cranberry. Uniknya, bahan aktif proanthocyanidins pada Cranberry dapat mencegah bakteri menempel pada epitel dinding saluran kemih. Sekarang sudah ada ekstrak buah Cranberry yang dikemas lebih praktis yaitu Prive Uri-cran untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih, dan Anda pun bisa menemukannya di apotek terdekat.

 

Penting untuk diingat, sebaiknya kita tidak mengurangi asupan cairan saat mengalami beser. Tentunya karena hal ini dapat memicu dehidrasi yang dapat membahayakan. Minumlah dalam jumlah sedang setiap satu jam, daripada minum sekaligus dalam jumlah banyak namun jarang. Selain itu, segera periksakan diri ke dokter jika kondisi beser disertai dengan gejala lainnya.

 

Referensi:

Close up of a woman with hands holding her crotch, isolated in green

Ada Apa di Balik Urine yang Beraroma Menyengat?

Suatu hari saat berkemih Anda mendapati urine lebih berbau, tak seperti biasa. Hati-hati, ini bisa menjadi pertanda ada sesuatu yang tidak beres di tubuh Anda.

 

Jika peduli pada kesehatan, cobalah untuk memperhatikan warna serta aroma urine Anda saat berkemih. Urine merupakan produk buangan yang terdiri dari berbagai zat yang tidak diperlukan oleh tubuh yang berasal dari makanan/minuman yang kita konsumsi. Meski sebagai cairan buangan, warna, jumlah serta bau urine dapat menjadi indikator kesehatan seseorang.

 

Urine memiliki warna yang berbeda-beda tergantung berapa banyak air yang dikonsumsi. Semakin banyak air putih yang dikonsumsi, semakin jernih warna urine yang dikeluarkan tubuh. Jumlah dan konsentrasi berbagai produk limbah yang dikeluarkan oleh ginjal yang menyebabkan bau. Sebaliknya, urine yang mengandung banyak air dan beberapa produk limbah memiliki sedikit bau. Jika urin berwarna gelap, itu artinya produk limbah tinggi dan kandungan air sedikit, urin memiliki bau amonia yang kuat.

 

Mengapa urine beraroma tajam?

Faktor penyebab urine berubah warna dan aroma amat beragam, bisa diakibatkan oleh makanan/minuman dan obat-obatan. Makanan seperti asparagus atau vitamin tertentu, dapat menyebabkan bau urine yang khas. Namun jangan sepelekan, terkadang aroma urine yang tidak biasa menunjukkan adanya komplikasi kesehatan atau penyakit tertentu, seperti: infeksi saluran kemih (ISK), dehidrasi, diabetes, dan lain-lain.

 

Yuk kita cermati satu persatu;

 

  1. Dehidrasi
    Merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan cairan. Akibatnya volume urine menjadi berkurang dan konsentrasi zat kimia semakin tinggi. Kondisi dehidrasi biasanya ditandai dengan warna urine yang keruh (pekat), yakni kuning tua menuju oranye. Bukan hanya itu, aroma amonia urine pun menjadi lebih kuat.

 

  1. Infeksi saluran kemih (urinary tract infection)
    Kondisi ini merupakan penyebab umum urine berbau pada perempuan, meskipun beberapa laki-laki juga bisa terkena infeksi. Bakteri yang masuk ke saluran kemih menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK). Gejala dari ISK ditandai dengan urine yang berbau menyengat disertai dengan rasa ingin buang air kecil terus menerus serta merasa nyeri saat buang air kecil—biasa disebut anyang-anyangan.

 

  1. Diabetes
    Ini terjadi terutama pada diabetes mellitus tipe 2 yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi. Konsekuensinya, selain frekuensi buang air kecil yang meningkat, juga membuat bau urine yang khas. Penderita diabetes memiliki urine dengan bau keton. Keton adalah produk yang dihasilkan dari pembakaran lemak dan otot. Tubuh terpaksa memecah lemak dan otot menjadi energi karena sel tidak mendapatkan gula untuk diolah menjadi energi. Keton yang merupakan sisa metabolisme ini akan dikeluarkan bersama urine, dengan bau yang khas. Ginjal akan mengeluarkan kelebihan gula melalui urine, jika kadar gula darah di atas 180mg/dl.

 

Selain tiga faktor di atas, penyebab urine berbau juga dapat disebabkan oleh makanan (misalnya asparagus, lobak, bawang putih), kelebihan multivitamin, terlalu lama menahan pipis, dan sebagainya.

 

Tip menjaga kesehatan saluran kemih

Ada sejumlah langkah yang dapat Anda lakukan agar urin tidak berbau, yakni dengan menjaga kesehatan saluran kemih. Caranya?

  • Perbanyak minum air putih, minimal 2 liter per hari (8 – 10 gelas)
  • Jangan biasakan menahan pipis
  • Pastikan tuntas saat berkemih, jangan terburu-buru
  • Buang air kecil normalnya 5 – 7 kali sehari. Jika kurang dari itu tambah porsi minum
  • Usai berkemih, basuh dengan arah dari depan ke belakang, bukan sebaliknya
  • Konsumsi cranberry yang mengandung bahan aktif proanthocyanidins yang dapat mencegah bakteri menempel pada saluran kemih. Prive Uri-cran mengandung extract cranberry untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih. Prive Uri-cran dapat Anda peroleh di apotek-apotek terdekat.

 

Referensi:

https://www.womenshealthmag.com/health/a19931057/causes-of-smelly-urine/

https://www.mayoclinic.org/symptoms/urine-odor/basics/causes/sym-20050704

https://www.alodokter.com/kencing-bau-menyengat-bisa-jadi-pertanda-penyakit

https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/urinalysis/about/pac-20384907

https://www.guesehat.com/kenali-gejala-diabetes-dari-bau-urine-kamu

https://lifestyle.bisnis.com/read/20170207/106/626580/urine-anda-berbau-tajam-waspadai-7-penyebab-berikut-ini

 

 

The photo of heart is on the woman's body, Severe heartache, Having heart attack or Painful cramps, Heart disease, Pressing on chest with painful expression.

Benarkah Malas Berkemih di Malam Hari Memicu Sakit Jantung?

 

Keinginan untuk berkemih di malam hari umumnya dialami oleh mereka yang lanjut usia atau mengalami gangguan kesehatan. Ketika beredar informasi mengenai malas berkemih di malam hari yang dapat memicu sakit jantung, hal ini perlu diluruskan.

 

Sempat tersebar sebuah informasi kesehatan di media sosial mengenai dampak kebiasaan malas bangun di malam hari untuk berkemih, yang bisa menyebabkan penyakit jantung. Tentu saja hal ini menimbulkan keresahan karena tak sedikit yang sering menahan keinginan berkemih di malam hari agar bisa tidur lebih lama. Selain itu, informasi dalam sebaran berita tersebut juga belum jelas kebenarannya.

 

Mengapa ingin berkemih di malam hari?

Jika kita bangun satu kali di malam hari karena merasa harus berkemih, hal ini masih dianggap normal. Namun bagi para lansia atau penderita penyakit tertentu, mereka dapat bolak-balik ke toilet antara dua hingga enam kali dalam semalam. Kondisi yang disebut nokturia ini memang lebih sering ditemukan pada para lansia.

 

Pada sebuah polling yang dilakukan oleh National Sleep Foundation di tahun 2003 dengan responden berusia 55 hingga 84 tahun, ditemukan bahwa hampir dua pertiganya menyatakan mengalami nokturia. Mereka bangun lebih sering untuk berkemih, setidaknya beberapa malam dalam seminggu. Penyebabnya karena di usia lanjut, produksi hormon antidiuretik dalam tubuh mengalami penurunan sehingga kemampuan menahan berkemih juga berkurang.

 

Nokturia juga dapat menjadi gejala gangguan kesehatan pada saluran kemih seperti ISK (infeksi saluran kemih), adanya tumor di kandung kemih atau prostat, dan gangguan lain yang berhubungan dengan kemampuan menahan berkemih. Penderita diabetes, wanita hamil, dan mereka yang mengalami gangguan jantung atau hati juga dapat mengalami nokturia.

 

Penderita ISK selain mengalami gejala sering berkemih namun hanya sedikit-sedikit (anyang-anyangan), mereka juga merasa sakit setiap berkemih, serta rasa nyeri di bagian bawah perut dan pinggang. Salah satu cara untuk mencegah ISK berulang adalah dengan mengonsumsi buah Cranberry yang mengandung bahan aktif yang dapat mencegah penempelan bakteri penyebab ISK  pada epitel saluran kemih. Prive Uri-cran mengandung ekstrak buah Cranbery dengan sediaan yang praktis dikonsumsi keluarga untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih.

 

Benarkah menahan berkemih berdampak pada fungsi jantung?

Sesungguhnya, tidak ada hubungan antara berkemih di malam hari dan penurunan fungsi jantung seperti yang dituliskan dalam informasi yang tersebar di media sosial tersebut. Penurunan fungsi jantung lebih mungkin disebabkan oleh serangan jantung, aritmia atau detak jantung tak beraturan, darah tinggi, penyakit katup jantung, dan lain sebagainya.

 

Sedangkan penuaan fungsi jantung dapat dijelaskan sebagai penyakit penuaan (degeneratif) secara umum, seperti pengapuran (kalsifikasi) pada katup-katup jantung. Dan hal ini pun tak ada hubungannya dengan menahan berkemih di malam hari.

 

Pertanda hipertensi

Menahan berkemih di malam hari memang tak ada hubungannya dengan sakit jantung maupun penuaan jantung. Namun melalui beberapa penelitian, nokturia dinyatakan cukup besar kaitannya dengan penyakit darah tinggi (hipertensi), dan tingginya asupan garam ke dalam tubuh.

 

Salah satu penelitian tersebut dilakukan di Jepang pada tahun 2017. Sekelompok ilmuwan di Watari, Jepang, meneliti 3.749 warga kota yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Data yang dikumpulkan dan dianalisis menemukan bahwa 40% dari mereka yang mengalami nokturia, juga mengalami tekanan darah tinggi. Semakin sering bangun untuk berkemih di malam hari, risiko hipertensi juga semakin tinggi. Penelitian ini disampaikan dalam Pertemuan Ilmiah ke-83, The Japanese Circulation Society.

 

Kondisi nokturia dan darah tinggi juga sebenarnya dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk gaya hidup, asupan garam, latar belakang etnis dan genetik. Namun demikian, jika kita mengalami nokturia akibat hipertensi, waspadalah. Lebih dari satu milyar penduduk dunia mengalami hipertensi, bahkan pada tahun 2015 dinyatakan sebagai penyebab kematian prematur (orang muda) nomor satu di dunia, karena telah menjadi penyebab 10 juta orang meninggal di tahun tersebut.

 

ESC (European Society of Cardiology) memberikan panduan saran pengobatan untuk mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung akibat hipertensi. Hal ini termasuk mengadopsi pola hidup sehat, seperti menjaga asupan garam, mengurangi konsumsi alkohol, makan makanan sehat, berolahraga teratur, menjaga berat badan, dan berhenti merokok.

 

Referensi:

Woman stretching

Mengatasi ‘Beser’, Tanpa Khawatir terjadi ISK

Minum air putih 8 gelas sehari atau setara dengan 2 liter sangat disarankan oleh para ahli, agar tubuh kita tetap terhidrasi dengan baik. Namun ada kalanya hal ini membuat kita jadi sering berkemih alias ‘beser’. Berikut cara mengatasinya.

 

Tubuh kita mengeluarkan zat-zat racun berbahaya dalam tubuh atau sisa metabolisme melalui saluran ekskresi. Salah satunya adalah ginjal yang kemudian mengeluarkan urin dan ditampung di kandung kemih. Normalnya, orang akan berkemih tak lama setelah ia minum segelas air. Namun ada juga yang mengalami ‘beser’ atau berkemih lebih sering dari 8 kali sehari. Bagaimana cara mengatasinya?

 

  1. Membatasi minuman berkafein

Hindari minum kopi, teh, atau minuman lain yang berkafein seperti kola karena  bersifat diuretik atau membuat kita sering berkemih. Sebaiknya tetap memenuhi kebutuhan akan air dengan minum air putih dalam jumlah yang sesuai.

 

  1. Hindari makanan yang pedas dan asam

Makanan jenis ini ternyata dapat mengakibatkan iritasi pada kandung kemih, membuat kondisi beser semakin parah. Ada beberapa buah yang dapat mengakibatkan kita lebih sering berkemih, misalnya jeruk, nenas, tomat, dan lainnya. Makan dan minum juga sebaiknya sudah dihentikan dua jam sebelum tidur, agar waktu tidur kita berkualitas dan tak perlu sering bangun untuk berkemih.

 

  1.  Latihan menahan keinginan berkemih

Ada satu jenis latihan yang disebut senam Kegel yang dapat membantu kita untuk mengatasi masalah beser. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Berusahalah untuk fokus dan santai
  • Kuatkan otot dasar panggul dan bawah perut, seperti sedang menahan kemih.
  • Tahan selama 5 hitungan, lalu kendurkan.
  • Ulangi gerakan tersebut sebanyak 8 hitungan.

 

Latihan Kegel ini bisa dilakukan kapan pun dan di manapun, dalam posisi duduk, berdiri, atau berbaring sekalipun. Latihan ini membantu mengencangkan otot di sekitar saluran kemih, vagina, juga otot dasar panggul.

 

  1. Latihan menahan berkemih

Cara ini sebenarnya adalah bentuk ‘praktek’ dari latihan Kegel. Menahan pipis selama paling lama 30 menit, ternyata baik dilakukan untuk mengurangi kebiasan beser Anda. Tapi sebaiknya tidak lebih lama karena dapat mengakibatkan infeksi pada saluran kemih Anda.  

 

  1. Minum ramuan herbal

Rebusan daun dan kulit pohon jamblang banyak disarankan untuk mengatasi “beser”. Bahan yang dibutuhkan adalah tiga lembar daun jamblang, dua kulit pohon jamblang sebesar jari tangan, dan kunyit dengan ukuran sama. Cara membuat dan mengonsumsinya adalah sebagai berikut:

  • Agar bersih, cuci semua bahan, lalu potong-potong kulit pohon jamblang serta kunyit.
  • Rebus semua bahan dengan lima gelas air, hingga air yang tersisa tinggal kurang lebih tiga gelas.
  • Minum tiga kali sehari masing-masing setengah gelas setelah makan. Kondisi beser akan berkurang secara bertahap.

 

  1. Olahraga secara teratur

Ada hubungan yang cukup erat antara beser dengan olahraga secara teratur. Saat kita berolahraga, tubuh memiliki kesempatan untuk membuang racun dan sisa metabolisme melalui kulit (keringat). Dengan demikian, kandung kemih pun akan terisi dalam waktu yang lebih lama dan keinginan berkemih berangsur semakin jarang.

 

  1. Mengonsumsi makanan anti beser

Beser juga merupakan salah satu faktor risiko dari ISK atau infeksi saluran kemih. Untuk menghindari terjadinya infeksi bakteri di saluran kemih, ada beberapa makanan yang disarankan untuk dikonsumsi. Beberapa makanan ini dipercaya memiliki khasiat anti bakteri yang baik dikonsumsi untuk penderita ISK, yaitu yoghurt, kemangi dicampur madu, biji wijen dicampur olahan tebu (jaggery), juga buah Cranberry.

 

Mendapatkan buah Cranberry di negara tropis memang tidak mudah, namun sekarang kita dapat menikmati manfaat buah Cranberry ini dalam bentuk ekstraknya dengan cara mengonsumsi Prive Uri-cran yang mengandung bahan aktif proanthocyanidin yang dapat  mencegah ISK dengan mencegah bakteri E. coli menempel pada dinding saluran kemih sehingga membantu memelihara kesehatan saluran kemih.

 

Selain itu, jagalah selalu kebersihan dari pakaian dalam Anda ketika mengalami “beser”. Kondisi lembab pada pakaian dalam dapat membuat bakteri lebih cepat berkembang biak di daerah tersebut dan menyebabkan ruam atau bahkan infeksi.

 

Referensi:

 

spicy chili sauce, ketchup

Makanan dan Minuman Penyebab “Beser”

Jika Anda termasuk orang yang mengalami sering berkemih atau ‘beser’, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari agar Anda tak perlu bolak-balik ‘mengunjungi’ toilet.

“Beser” atau dalam bahasa medisnya, OAB (overactive bladder) adalah kondisi di mana seseorang sulit mengontrol kandung kemih sehingga harus sering berkemih. Kondisi ini tentu saja membuat orang tersebut sulit beraktivitas dengan leluasa bahkan kurang beristirahat. Selain gangguan pada kandung kemih, mengonsumsi beberapa jenis makanan dan minuman juga ternyata dapat mengakibatkan beser.

Menghindari makanan dan minuman penyebab “beser”

Betapa melelahkannya harus berulang kali ke toilet saat sedang berusaha fokus mengerjakan sesuatu, atau bahkan sedang tidur di malam hari. Salah satu cara untuk mengurangi “beser” adalah dengan menghindari makanan atau minuman berikut ini:

 

  1. Makanan asam dan pedas

Dua jenis makanan ini sebenarnya sangat akrab di lidah orang Indonesia. Menu masakan Nusantara kaya akan rasa asam dan pedas yang membuat banyak orang ketagihan. Namun di balik kenikmatan tersebut, rasa asam dan pedas ternyata bisa mengakibatkan Anda mengalami “beser”. 

Makanan pedas menyebabkan rasa panas di saluran cerna, mulai dari lambung hingga ke saluran kemih. Hal ini mengakibatkan dinding kandung kemih menipis, bahkan teriritasi. Efeknya, otot-otot dinding kandung kemih berkontraksi, memaksa urin untuk ke luar lebih cepat.

Saat kita makan makanan bercita rasa asam, seperti buah jeruk, nenas, lemon atau tomat, keinginan untuk berkemih pun akan lebih sering terasa. Kandungan asam sitrat dan nitrat pada makanan asam juga dapat mengiritasi kandung kemih, membuat otot pada saluran kemih mengendur dan memicu gangguan berkemih yang berulang-ulang.

 

  1. Minuman berkafein dan beralkohol

Bagi Anda yang memiliki kandung kemih sensitif, sebaiknya menjauhi minuman yang berkafein maupun beralkohol. Minuman berkafein seperti kopi, teh, dan kola bersifat diuretik atau dapat membuat produksi urin meningkat, sehingga keinginan berkemih pun datang lebih sering. Sedangkan minuman beralkohol mengganggu sinyal yang dikirimkan otak pada kandung kemih, sehingga terjadi ‘salah komunikasi’ mengenai kapan saatnya berkemih.  

 

  1. Penyedap rasa atau MSG (monosodium glutamate)

Zaman sekarang, penyedap rasa seakan sudah menjadi ‘bumbu wajib’ yang harus ada dalam masakan. Bahkan banyak sekali jenis camilan yang menggunakan penyedap atau penguat rasa seperti MSG. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, MSG pun dapat membuat kandung kemih bekerja lebih aktif, dan akhirnya lebih banyak menghasilkan urin. Akhirnya, Anda juga jadi lebih sering berkemih.

 

  1. Jus buah

Minum jus buah sering menjadi pilihan orang untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin dan juga serat (jika diminum tanpa proses penyaringan). Beberapa jus buah mengandung sorbitol (glusitol), gula alkohol yang dicerna dengan lebih lambat oleh tubuh. Sorbitol inilah yang menyebabkan kandung kemih lebih cepat penuh karena bersifat diuretik. Kurangilah mengonsumsi jus buah jika Anda memiliki kandung kemih yang sangat aktif.

 

  1. Cokelat

Camilan yang satu ini punya banyak sekali penggemar. Ya, cokelat memang sudah dikenal sebagai jenis makanan yang tak hanya disukai anak-anak tapi juga orang dewasa. Selain karena rasanya yang bikin ‘nagih’, cokelat juga menyebabkan munculnya dopamine alias ‘happy hormone’ dalam darah. Cokelat disukai karena bisa dinikmati dalam berbagai bentuk, mulai dari permen, batangan, kue, bahkan minuman. 

 

Sayangnya, ada beberapa senyawa dalam cokelat yang dapat membuat kandung kemih mengalami iritasi. Cokelat juga disinyalir mampu mempengaruhi penyerapan air di ginjal. Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak terlalu berlebihan dalam mengonsumsi cokelat, karena dapat membuat kondisi beser semakin parah.

 

Tetap minum dalam jumlah yang cukup

Banyak orang yang mengalami “beser” sengaja mengurangi minum untuk menghindari sering ke toilet. Padahal, kekurangan cairan juga dapat menyebabkan kondisi dehidrasi yang berbahaya. Tidak hanya itu, mengonsumsi air terlalu sedikit dapat menyebabkan warna urin menjadi lebih pekat dan merangsang kandung kemih bekerja lebih keras. Efeknya, muncul gejala anyang-anyangan, sering berkemih dengan air seni yang keluar sedikit dan disertai dengan rasa sakit. 

 

Cara mengatasinya, hindari minum terlalu banyak saat Anda mengalami kesulitan untuk mengakses toilet, namun usahakan agar asupan cairan tetap memenuhi kebutuhan tubuh sebanyak 2 liter setiap harinya. Untuk meng hindari munculnya ISK berulang atau infeksi saluran kemih berulang, konsumsilah buah Cranberry (Vaccinium macrocarpon) secara teratur. Cranberry mengandung bahan aktif proanthocyanidins yang bersifat anti-adhesi, yaitu mencegah bakteri E.coli menempel pada dinding epitel saluran kemih. 

 

Tak perlu repot mencari buah Cranberry dalam bentuk segar yang memang sulit ditemukan di negara tropis seperti Indonesia, khasiat untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih bisa Anda dapatkan dari Prive Uri-cran, ekstrak Cranberry yang mudah dikonsumsi dan bisa dibeli di berbagai apotek di kota Anda.

 

Referensi:

Closeup sick woman with hands holding pressing her crotch isolated on background

Gangguan Sistem Ekskresi

Sistem ekskresi bertugas membuang racun dan limbah ke luar dari tubuh kita. Jika terjadi gangguan dalam sistem pembuangan ini, racun dan limbah sisa metabolisme mungkin masih ada di dalam tubuh dan membahayakan kesehatan.

Manusia mengalami proses metabolisme di dalam tubuh untuk mengubah makanan, minuman, dan oksigen yang kita hirup, menjadi energi. Proses metabolisme ini menghasilkan produk sampingan berupa limbah dan zat beracun yang harus dikeluarkan dari tubuh. Sistem ekskresilah yang melakukan fungsi pembuangan limbah ini melalui berbagai ‘saluran’ organ ekskresi. 

Sistem ekskresi

Manusia memiliki empat organ yang merupakan bagian dari sistem ekskresi utama, yaitu ginjal, hati, paru-paru, dan kulit. Gangguan seperti apa yang dapat mengganggu organ eksksresi tersebut? Berikut penjelasannya:

  1. Ginjal
  • Albuminuria. Ginjal tak dapat menyaring protein (albumin) yang akhirnya ke luar bersama urin.
  • Batu ginjal. Akibat kurang asupan cairan atau masalah metabolisme, ada pengendapan berupa senyawa kalsium atau asam urat pada ginjal atau kandung kemih.
  • Diabetes. Diabetes Mellitus terjadi karena menurunnya produksi insulin di pankreas dan menyebabkan tubuh sulit memproses dan menyerap asupan gula. Diabetes Insipidus diakibatkan kurangnya hormon ADH (antidiuretic hormone) sehingga ekskresi urin meningkat.
  • Uremia. Ginjal gagal membuang urea ke luar tubuh sehingga darah menjadi toksik atau mengandung racun. 
  • Nefritis. Ginjal terinfeksi bakteri Streptococcus yang masuk melalui saluran pernapasan dan peredaran darah.
  • Uretritis. Peradangan pada saluran ureter yang menyambungkan ginjal dengan kandung kemih. 
  • ISK atau infeksi saluran kemih. Peradangan yang disebabkan menempelnya bakeri E. coli di dinding saluran kemih dan membuat penderita merasa sakit saat berkemih. Salah satu cara efektif cegah ISK adalah mengonsumsi makanan yang  memiliki khasiat anti peradangan dan antibakteri, seperti buah Cranberry. Dengan bahan aktif proanthocyanidins, Cranberry dapat mencegah bakteri E.coli menempel di dinding saluran kemih. Prive Uri-cran menyajikan ekstrak buah Cranberry untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih. 

 

  1. Paru
  • TBC. Mycobacterium tuberculosis adalah bakteri penyebab Tuberculosis atau TBC yang berpindah melalui air ludah dan juga melalui udara. Penderita TBC harus menjalani pengobatan yang cukup lama, minum obat secara teratur selama 6 hingga 9 bulan. 
  • Pneumonia. Penyebab penyakit ini adalah bakteri, virus atau jamur yang menginfeksi paru-paru, khususnya di alveolus (gelembung pada paru). Karena alveolus terisi cairan, oksigen menjadi susah masuk. Penderita pneumonia umumnya akan diberi resep obat antibiotik dari dokter.
  • Asma. Penyempitan saluran pernapasan utama pada paru. Penderita akan mengalami sesak napas hingga harus diberi obat pelega pernapasan. Pemicu asma bisa bermacam-macam, mulai dari udara yang kotor hingga suhu dingin. 
  • Kanker. Kanker paru lebih banyak disebabkan merokok (87%), sisanya akibat menghirup zat asbestos, radiasi, racun, dan lainnya.
  • Emfisema. Hilangnya elastisitas alveolus. Penderita emfisema memiliki volume paru lebih besar dibandingkan orang sehat, karena terisi gas karbondioksida. Penyebabnya adalah asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin.
  • Pleuritis. Peradangan pada pleura (membran yang mengelilingi paru-paru dan garis tulang rusuk). Kadang dikaitkan dengan efusi pleura, di mana kelebihan cairan mengisi daerah antara lapisan membran itu dan membuat bernapas jadi lebih sulit dan menyakitkan.

 

  1. Kulit
  • Jerawat. Tersumbatnya pori-pori kulit oleh minyak yang dihasilkan kelenjar minyak di bawah kulit. Menempelnya debu, kotoran, bakteri, dan lainnya, dapat membuat jerawat menyebar dan meradang. 
  • Kanker. Kanker kulit merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum ditemukan di seluruh dunia. Penyebabnya adalah paparan berlebih dari sinar ultraviolet Matahari, merokok, kelainan genetik, terjangkit HPV (human papilloma virus), kekurangan vitamin dan mineral, dan lainnya. 

 

  1. Hati
  • Sirosis hati (cirrhosia). Sel-sel pada hati (liver) berubah menjadi jaringan ikat (fibrosa) dan membuat sel-sel tersebut kehilangan fungsinya. Selain penyakit gangguan hati seperti hepatitis, sirosis pun dapat disebabkan oleh sering minum minuman keras. 
  • Hemokromatosis. Merupakan kelainan bawaan yang membuat tubuh terlalu banyak menyerap zat besi dari makanan. Akibatnya, zat besi banyak tersimpan di dalam hati, jantung dan pankreas. Penderita hemokromatosis perlu melakukan diet rendah zat besi.

 

Referensi

Medical exam, Hands with  the urine test strip

Indikator Warna Urin dan Kesehatan Tubuh

Urin yang kita hasilkan saat berkemih dapat menjadi sebuah indikator sederhana terhadap kondisi kesehatan kita secara umum. Karenanya, selalu perhatikan urin ketika sedang buang air kecil dan kenali indikasinya.

Banyak orang tak memperhatikan kondisi urin saat berkemih. Padahal, kondisi urin seperti warna, bau, dan kepekatannya dapat menjadi indikator kesehatan tubuh. Urin merupakan hasil pengeluaran tubuh yang tak mengandung racun dengan komposisi 95% air, 2,5% urea, dan 2,5% adalah campuran antara hormon, enzim, garam dan mineral lainnya. Jika urin menunjukkan warna yang tidak normal, seperti merah, cokelat atau biru kehijauan, berarti tubuh sedang mengalami gangguan.

Warna urin dan penjelasannya

Dalam kondisi normal, urin kita berwarna kuning pucat hingga kuning tua. Warna kuning tersebut merupakan hasil sekresi pigmen dalam darah yang disebut urochrome.  Berubahnya warna urin dapat disebabkan oleh banyak hal, mungkin sedang membuang racun, memproses makanan tertentu, atau efek samping dari obat-obatan tertentu. Kenalilah beberapa warna urin dan artinya sebagai berikut:

  1. Kuning pucat yang jernih, atau tak berwarna

Kita memang disarankan minum air sebanyak 2 liter (± 8 gelas) setiap harinya, Namun jika kita terlalu banyak minum juga dapat membahayakan tubuh. Minum air perlu disesuaikan dengan berat badan. Salah satu indikatornya adalah air kemih yang kuning pucat atau tak berwarna.

  1. Kuning jernih

Ini merupakan pertanda baik bahwa tubuh Anda terhidrasi dengan baik.

  1. Kuning cerah seperti warna neon

Kemungkinan besar Anda sedang mengonsumsi suplemen vitamin yang tidak semuanya diserap dengan baik oleh tubuh.

  1. Kuning gelap atau keemasan

Kondisi kesehatan baik, namun Anda kurang minum. Segera tambahkan asupan cairan untuk menghindari kondisi dehidrasi. Warna urin kuning kegelapan juga bisa disebabkan oleh efek obat-obatan atau karena makan makanan dengan pewarna buatan.

  1. Kecokelatan seperti madu

Merupakan tanda-tanda dehidrasi yang mulai membahayakan. Atasi dengan perbanyak air minum.

  1. Cokelat pekat

Warna ini dapat menunjukkan adanya penyakit hati atau dehidrasi yang parah. Kemungkinan besar gangguan hati jika disertai dengan warna tinja pucat dan kulit menguning. Apabila setelah minum air lebih banyak namun warna urin tidak berubah, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter.

  1. Merah muda atau kemerahan

Beberapa makanan dapat menyebabkan warna merah muda atau kemerahan pada urin Anda, misalnya buah bit atau sejenis berry. Bisa juga dari pewarna makanan. Waspadalah jika Anda tidak mengonsumsi makanan sejenis ini sebelumnya karena ada kemungkinan urin bercampur dengan darah. Darah di dalam urin merupakan indikator penyakit infeksi pada ginjal, prostat, atau saluran kemih. Segera berobat ke dokter, terutama jika diikuti dengan sakit punggung, sakit perut bagian bawah, beser, dan demam.

  1. Kebiruan atau kehijauan

Warna yang sangat tidak biasa pada urin ini umumnya disebabkan oleh makanan yang dapat menghasilkan warna biru kehijauan seperti asparagus, pewarna makanan, atau beberapa jenis obat-obatan. Jika sebelumnya tidak mengonsumsi makanan tersebut, hal ini dapat menjadi indikator adanya infeksi bakteri atau penyakit genetik yang langka.

  1. Warna lain

Anda mungkin saja melihat warna lain pada urin, misalnya warna ungu. Kemungkinan yang paling besar adalah efek samping obat atau pewarna dari makanan. Namun jika Anda tak mengetahui penyebabnya, sebaiknya segera mengunjungi dokter Anda.

Kondisi urin juga sama pentingnya

Perhatikan juga kondisi urin saat berkemih, karena dapat menjadi indikator tambahan mengenai kondisi tubuh kita. Berikut penjabarannya:

  1. Jernih

Tubuh Anda, terutama yang berkaitan dengan ekskresi, dalam kondisi baik. Tidak ada gangguan infeksi.

  1. Kondisi berawan atau keruh

Kemungkinan adanya infeksi. Waspadalah jika diiringi gejala seperti demam, sakit punggung bawah dan perut bawah, karena kemungkinan besar Anda mengalami ISK atau infeksi saluran kemih. Untuk mencegah terjadinya ISK, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi buah Cranberry karena mengandung proanthocyanidins, zat antioksidan yang dapat mencegah bakteri E. coli menempel pada dinding saluran kemih. Anda juga dapat mengonsumsi Prive Uri-Cran dengan kandungan ekstrak cranberry yang lebih praktis untuk membantu memelihara kesehatan saluran kemih.

  1. Berbusa atau berbuih

Kemungkinan ada masalah di ginjal atau hanya kelebihan protein. Gangguan di ginjal biasanya disertai gejala lain seperti sakit di bagian pinggang.

Jika kondisi urin membuat Anda khawatir, atau karena disertai pula dengan gejala fisik lainnya, segeralah berkunjung ke dokter untuk pengobatan yang tepat dan tuntas.

Referensi: